Menurut Data Google Pariwisata Domestik Indonesia Meningkat Signifikan

Sebentar liburan tahun baru akan datang,  biasanya kamu tim mana nih gaes "booking dari jauh-jauh hari atau dadakan kaya tahu bulat???". Kalau saya sih masuk kategori yang prepared dari jauh-jauh hari. Tujuannya sih pingin bebas pilih waktu dan biasanya harganya lebih murah kadang ada promo ya Kaka. Maklum Traveller budget rendah tapi pingin puasss hahahaaaa.

Saya sih suka dengan hal-hal baru, jadi jarang-jarang kembali ke tempat yang sama atau wisata ke destinasi yang sama. Bagi saya itu buang uang, kecuali uang saya sudah tidak berseri y'all seperti inces. Itu dulu waktu anak-anak masih kecil, belum terlalu banyak kegiatan disekolah nya. Hampir dua tahun belakangan ini,  saya dan anak-anak belum liburan bareng lagi.

world tourism day 2019
World Tourism Day 2019

Enam bulan lalu akhirnya bisa liburan juga bareng mereka, meski dadakan tapi seru sih. Waktu itu explore kota Bandung dan kota Sumedang. Kami menginap diBandung selama tiga malam, lanjut ke JaTos (Jatinangor Town Square) sebelum kembali ke Jakarta.

Semakin kemari merencanakan liburan atau perjalanan sangat mudah. Banyak travel agent yang akan memberikan banyak penawaran booking tiket Pesawat, Kereta api, bus dan hotel. Praktisnya lagi jaman serba digital saat ini, bisa dilakukan lewat smartphone. Banyak aplikasi yang bisa di download ada, Travelio, Airy room, Tickets. com, Traveloka,Pegi-Pegi dan sekarang seperti Tokopedia aplikasi e-coomerce   lainnya juga menyediakan fitur pembelian tiket akomodasi.

Google laporkan kenaikan 5x lipat dalam penelusuran mengenai akomodasi murah sementara 8 dari 10 penelusuran destinasi wisata berkaitan dengan tujuan domestik

JAKARTA, 24 September 2019 - Untuk merayakan Hari Pariwisata Sedunia minggu ini, Google membagikan sejumlah hasil analisis penting tentang perkembangan pariwisata di Indonesia. Hal ini menarik diikuti karena anak muda tidak lagi berwisata atau merencanakan
perjalanan seperti orang tua mereka.

Minat pada pariwisata dan pengalaman wisata terus bertumbuh, terbukti dengan kenaikan penelusuran terkait wisata sebesar 39% sejak awal 2018 menurut Google Trends.
“Dalam 18 bulan terakhir, kami melihat sebuah lonjakan dalam industri wisata di Indonesia,”jelas Zulfi Rahardian, Industry Manager Google Indonesia. “Kami melihat adanya peningkatan minat pada akomodasi murah, baik branded maupun non-branded, sementara penelusuran untuk fitur dan layanan akomodasi naik sebesar 138% dari paruh pertama tahun 2018. Wisatawan makin selektif dan menginginkan layanan seperti pengembalian dana, pengubahan jadwal, dan penundaan pembayaran.”

dunia fantasi
Dunia Fantasi (Dufan) salah satu 10 destinasi yang paling banyak dicari

Dari paruh pertama 2018 hingga paruh pertama 2019, penelusuran untuk brand agregator perjalanan online (online travel aggregator, atau OTA) seperti Traveloka, Tiket.com, dan Pegipegi naik 20% secara agregat sementara penelusuran untuk akomodasi hemat dalam kategori branded naik 5x lipat sepanjang periode yang sama.

“Sekitar 70% pengguna Pegipegi merupakan Milenial dan Generasi Z dan kami mencatat generasi ini terus bertumbuh tiap tahunnya. Sebagai salah satu OTA terdepan di Indonesia,
Pegipegi terus berkomitmen untuk membuka kemudahan akses perjalanan kepada seluruh masyarakat dengan harga yang kompetitif serta didukung dengan produk dan layanan yang lengkap dan praktis,” ujar Serlina Wijaya, CMO Pegipegi.

Penelusuran untuk “promo” naik 38% dari paruh pertama tahun 2018 sementara penelusuran untuk akomodasi non-branded naik 58% selama periode 18 bulan yang sama. “Dengan peningkatan minat pada wisata hemat, brand memiliki peluang untuk menjangkau
pelanggan baru dari seluruh Indonesia, terutama untuk destinasi domestik,” imbuh Zulfi.

google
Google Indonesia 

“Eksistensi di Google Search juga sangat penting saat wisatawan mencari ide aktivitas selama berwisata, mengingat penelusuran lokal seperti “mall terdekat” dan “tempat wisata terdekat” naik lebih dari 3x lipat! Artinya, ada peluang untuk memanfaatkan penelusuran mendadak yang dilakukan orang sewaktu mencari ide aktivitas di sekitar mereka.”

Penelusuran untuk aktivitas liburan secara umum telah melonjak sebesar 47% dari paruh pertama 2018 hingga paruh pertama 2019. Selain itu, taman hiburan menjadi makin populer.
Dufan, Taman Safari, Trans Studio Bandung, dan Jatim Park 3 adalah taman hiburan teratas sementara Dieng, Gunung Bromo, dan Borobudur merupakan atraksi paling populer bagi para pelancong.

“Menjelang akhir tahun, kami melihat penelusuran terkait wisata rata-rata naik 20% dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Penelusuran untuk destinasi domestik seperti Jakarta dan Bali tetaplah yang teratas, tetapi Purwokerto, Padang, Banjarmasin, dan Cirebon muncul sebagai kota dengan popularitas yang paling meningkat selama setahun terakhir,"jelas Zulfi.

“Penelusuran untuk destinasi internasional naik 5% selama periode yang sama tahun lalu. Tujuan regional seperti Singapura, Bangkok, dan KL menempati posisi teratas, tetapi volume penelusuran untuk Paris dan Dubai juga mengalami pertumbuhan pesat.”Data Google Trends menunjukkan peningkatan 153% untuk “staycation” sejak Januari 2018, sedangkan hotel long-tail dan akomodasi murah menjadi kian populer.

“Airy terus mempertahankan posisinya sebagai operator jaringan akomodasi nomor satu diIndonesia dengan lebih dari 2.000 partner hotel di lebih dari 100 kota. Ini tercapai dengan memanfaatkan insight dari Google untuk mengetahui tren wisata di Indonesia dan menjadikannya dasar dalam menyusun strategi digital yang menyeluruh,” jelas Ika Paramita,Vice President Marketing Airy.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Bella Terra Lifestyle Mall Di Jakarta Utara

CINTA YANG TERPENDAM