Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Sejak (16/12/2013) saya telah akrab dengan Tiroid. Yahh, saya akrab dengan Tiroid sejak empat tahun lalu putri pertama saya yang duduk di bangku sekolah kelas sembilan, divonis menderita Hipertiroid. Penyakit ini bergejala namun tidak pernah kita sadari. Putri saya diketahui mengidap hypertiroid, karena terdapat benjolan. Itupun setelah teman putriku mengira ada es batu yang terganjal ditenggorokan.

Sepulang sekolah, setelah mendengar ceritanya, saya langsung membawanya ke klinik terdekat. Dokter klinik pun langsung memeriksakan mata putri saya yang agak melotot dan benjolan pada tenggorokan putriku. Dokter menyuruhnya menelan ludah, ternyata benjolan itu ikut bergerak. Lalu putriku merentangkan kedua tangannya yang diatas telapak tangannya diberi kertas, kaget saya melihatnya. Kertas itu goyang cepat sekali. Akhirnya dokter pun menyarankan ke rumah sakit besar, karena diklinik maupun puskesmas belum dilengkapi dengan peralatan pemeriksaan Tiriod.

Tanpa menunda waktu esok paginya, saya langsung membawanya ke rumah sakit Husada Mangga Besar karena itu yang terdekat dari rumah hanya berjarak dua kilo. Pertama saya menuju loket pendaftaran dan ditanyakan keluhannya, petugas menyarankan saya untuk ke bagian bedah. Sama seperti diklinik pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter bedah, dan disarankan untuk USG dengan biaya waktu itu Rp. 250.000. Menunggu kurang lebih satu jam hasilnya pun kelihatan. Benjolan itu ternyata sudah mencapai 7 cm besarnya, dan dianjurkan tes darah Free T4, Urine, Darah lengkap dan TSH, tensi darahnya pun 140/100. Hasilnya Ft4 5,00 ng/dL seharusnya 1,10-1,70 ng/dL dan TSHs <0,015 uIU/mL seharusnya 0,610-5,200 uIU/mL.


                                Hasil cek lab pertama

Biaya yang saya keluarkan waktu itu kurang lebih satu juta rupiah belum berikut obat dan dokternya. Saya pun diarahkan ke dokter umum karena dokter bedah menganjurkan untuk Terapi obat. Anakku diberi resep minum obat Tyrozol 10 ml sehari 3×2 dan Propanolol 10 ml 3×1.

Disarankan dua minggu kemudian kembali lagi untuk konsultasi. Kali ini hanya tes darahnya saja Free T3 dan T4. Setelah minum obat selama dua minggu, sudah lumayan bagus hasilnya FT4 3,80 ng/dL dan dosisnya obatnya diturunkan menjadi 3×1 perhari menurut dokter tirioidnya masih tinggi. Sebulan kemudian saya kembali lagi untuk melakukan tes darah, tapi hasilnya kembali FT4 4,09 ng/dL dan TSH Sensitif <0,008 uIU/mL obatnya kembali ke dosis semula. Begitulah yang saya lakukan selama satu tahun.

Hayati lelah sebenarnya harus menghadapi ujian penyakit sepertì ini, dan yang harus menderita putri saya. Akhirnya saya memutuskan berobat herbal ke Shinse di Glodok yang katanya bagus. Anak saya pun harus merasakan pahitnya minum jamu godokkan karena memang semangat ingin sembuh sangat tinggi, tidak peduli obat apa saja yang diberikan pasti diminumnya. Setahun sudah berobat ke Shine namun juga tidak ada perubahan sembuh total. Memang sangat murah berobat di shinse hanya Rp 20.000 seminggu sekali, dan hanya diberi kayu manis yang harus diseduh air panas setiap pagi.

Saya menjadi takut karena penyakit ini, walaupun tidak menular bisa mengakibat Kemandulan karena produksi hormon yang berlebih bahkan bila terlambat diobati bisa mengakibatkan kematian. Akhirnya saya tidak mau mendengarkan orang, harus berobat kemana. Saya putuskan kembali berobat ke RS. Husada, berapa pun biaya yang harus dikeluarkan.

Setelah kembali berobat, Saya dimarahi oleh dokter. Tiriod memang butuh waktu dan kesabaran, penderita harus minum obat secara teratur TIDAK boleh putus. Alhasil berobatnya dimulai dawal lagi. Ternyata Tiriodnya lebih tinggi, dosisnya pun 3×2 lagi. Hanya dokter yang memutuskan untuk memberhentikan pasien minum obat. Ini jadi pelajaran buat saya, karena sok tahu dan sayang uang.

bantu mereka yang kurang mampu untuk berobat..

Mengobati Tirioid dengan BPJS


Mengikuti saran dokter setelah hasil lab menunjukkan angka 2 pada hasil tes laboratorium, harus kembali berobat sebulan sekali. Bisa dibayangkan biaya yang harus ditanggung.

Bersyukur ada ibu yang memberitahu saya, menyarankan berobat menggunakan BPJS. Saya pun mengajukan untuk membuat BPJS ke puskesmas terdekat. Cukup mudah hanya melengkapi 4 lembar fotocopy KTP, KK, Akte (anak). Lalu setelah diproses, saya harus membawa berkas tersebut ke puskesmas pusat. Petugas disana menyarankan untuk membuat yang gratis saja. Dua minggu kemudian kartu BPJS jadi dan baru bisa dipakai setelah dua bulan kemudian.

Berobat dengan BPJS sangat mudah dan tidak rumit, asalkan semua persyaratan dilengkapi.
-3 lembar foto copy ktp
-3 lembar foto copy surat rujukan dari puskesmas
-3 lembat foto copy kk
-3 lembar foto copy kartu BPJS
-3 lembar foto copy DPJP (jika disarankan kembali)

Semua biaya ditanggung BPJS dari tes laboratorium dan obat, namun ada batasan biayanya. Jika berbarengan dengan tes laboratorium, obat hanya ditanggung setengahnya saja. Untuk penderita Hypertiroid anak saya menjalani terapi obat. Dokter menganjurkan untuk melakukan tes darah setiap dua bulan sekali.

Tiriod harus diobati dan teratur kontrol ke dokter, karena Tiriod tidak stabil bisa naik dan turun, jadi harus terus dalam pengawasan dokter. Tiroid bisa tinggi lagi jika si penderita stress dan kelelahan.


Ciri-ciri gejala Hypertiriod

-Telapak tangan berkeringat
-Berat badan turun
-Telapak tangan gemetar
-Tidak tahan cuaca panas
-Selalu berkeringat
-Tidak boleh tersinggung
-Mudah marah
-Cepat letih
-Kesulitan tidur
-Menstruasi tidak lancar
-Depresi
-Mudah lelah
-Jantung berdebar-debar
-Kesulitan konsentrasi dan pelupa
-Kurang Motivasi


Peran Pemerintah dalam memerangi Tiroid

Tanggal 25 Mei diperingati sebagai Hari Tiroid sedunia. Berada di gedung Prof Sujudi Kementerian Kesehatan. Kemenkes bekerjasama dengan Prodia mengadakan acara seminar sehari Pekan Kesadarabpn Tiroid Internasional mengangkat tema "Bukan karena Anda Tapi Tiroid Anda"dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan kelenjar Tiroid.

    

Dengan narasumber dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati-Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dr Aman Pulungan, Sp.A (K)- Dokter spesialis Anak-Endokrinologi, dr. Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD, Ahli Endokrin Metabolisme dan Diabetes dan dr. Eni Gustina, MPH-Direktur Kesehatan Keluarga.



Acara dibuka oleh sambutan dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati-Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Acara ini sekaligus peluncuran buku saku kesehatan.  Menurut dr Lily 17 juta masyarakat telah mengalami ngangguan Tiroid dan dikhawatirkan akan terus berkembang. Survey menunjukkan 31 persen dari koresponden tidak paham dengan Tiroid. Pekan Tiroid Internasional merupakan wujud kepedulian Kementerian Kesehatan atas kesehatan masyarakat.

                               dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati


Tiroid bisa menyerang siapa saja bahkan pada bayi yang baru lahir. Maka saat ini pemerintahan mewajibkan melakukan Skrining. Namun sayangnya dirumah sakit di Jakarta, hanya ada dua rumah sakit yang dilengkapi dengan skrining. Dengan Skrining bisa mendeteksi bila bayi yang dilahirkan terkena Hipotiroid bawaan.

Tiroid adalah kelenjar Endokrin terbesar pada manusia. Hormon Tiroid mempunyai peran penting dalam mengatur metabolisme tubuh.

Ada 2 tipe utama gangguan tiroid pada orang dewasa yaitu Hipotiroid dan Hipertiroid namun memiliki penyebab dan gejala yang berbeda.

Hipotiroid ataubkelenjar tiroid kurang aktif terjadi apabila kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid yang cukup. Artinya  sel tubuh tidak mendapatkan hormon tiroid yang untuk bekerja dengan baik dan metabolisme pun melambat.

Hipotiroid bisa disebabkan oleh banyak hal, diantaranya karena penyakit autoimun, kerusakan kelenjar tiroid, yodium yang terlalu banyak atau terlalu sedikit akibat pengobatan radiasi. Jika tidak diobati, gejala hipotiroid akan meningkatbdan menyebabkan komplikasi yang serius sampai mengancam jiwa.

Hipertiroid atau kelenjar tiroid yang terlalu aktif, terjadi ketika kelenjar tiroid melepaskan terlalu banyak hormon dalam aliran darah sehingga mempercepat metabolisme tubuh. Hipertiroid cenderung terjadi karena faktor keturunan dalam keluarga, serta sering terjadi pada perempuan usia muda

Penyakit Graves, adalah tipe utama hipertiroid. Dalam keadaan ini antibodi dalam darah mengaktifkan kelenjar tiroid, menyebabkan kelenjar membesar dan mengeluarkan terlalu banyak hormon tiroid. Tipe lain dari hipertiroid ditandai dengan adanya nodul atau benjolan dikelenjar tiroid yang meningkat sekresi hormon tiroid dalam darah.

Gangguan tiroid adalah penyakit yang paling sering terjadi didunia dengan 1,6 miliar orang berisiko diseluruh dunia.

Hipotiroid umum terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki dan meningkat seiring dengan pertambahan usia. Saat umur 60 tahun, 17% dari perempuan 8% dari laki-laki menderita hipitiroid.

Hipertiroid sepuluh kali lebih banyak terjadi pada perempuan daripada laki-laki. Umumnya terjadi pada kelompok usia 20-40 tahun, tetapi bisa terjadi pada usia berapapun.

Hipotiroid Bawaan atau kongenital merupakan penyakit pada bayi sejak lahir yang disebabkan kekurangan hormon tiroid yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan pada bayi dan anak-anak.

Kekurangan hormon tiroid pada bayi jika tidak cepat didiagnosis dan diobati dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan kretinisme (terhambatnya pertumbuhan fisik dan mental)

Penyebab Hipotiroid Bawaan

Pada kebanyakan bayi hipotiroid, tidak terdapat alasan spesifik yang menjadi penyebab kelenjar tiroid, tidak berkembang secara normal, meskipun beberapa diantaranya mewarisi penyakit ini.

Penyebab Hipotiroid Bawaan Permanen

1. Disgenesis tiroid (80-85%)
Perkembangan tiroid yang terganggu (33%) dan pertumbuhan kelenjar tiroid pada tempat yang salah (66%)

2. Gangguan pada proses pembuatan hormon tiroid, walaupun pembentukan kelenjar tiroid normal (10%)

3. Gangguan pada otak yang mengatur produksi hormon tiroid (<5%)


Penyebab Hipotiroid Bawaan Sementara

1. Ibu menggunakan obat-obatan yang menekan produksi hormon tiroid (khususnya ibu yang menderita hipertiorid) pada saat hamil

2. Ibu memproduksi antibodi tiroid selama hamil yang memblokir produksi hormon tiroid pada janin

3. Kadar yodium yang berlebihan selama masa kehamilan atau menyusui akibat penggunaan obat-obatan yang mengandung yodium pada ibu yang tidak menderita kekurangan yodium

Gejala Hipotiroid Bawaan

Kebanyakan bayi dengan hipotiroid bawaan tampak normal saat lahir tetapi sebagian dapat menunjukkan beberapa gejala, seperti:
●Susah makan
●Lesu
Jaudice (kulit kuning)
●Susah buang air (konstipasi)
●Pembesaran lidah
●Tangisan parau
●Perut membesar dengan hernia umbilicus


Pemeriksaan TSH Neonatus

Pemeriksaan yang dilakukan pada bayi baru lahir dengan tujuan untuk menyaring kemungkinan adanya hipotiroid bawaan dengan melihat fungsi tiroidnya. Jika kadar hormon tiroid menurun dan sekresi TSH meningkat menandakan hipotiroidisme.

Pemeriksaan TSH Neonatus sebaiknya dilakukan pada:

-Skrining fungsi tiroid pada bayi baru lahir berusia 3-5 hari (tidak dilakukan pada bayi yang lahir prematur dan menerima transfusi darah)

-Tes konfirmasi (2 minggu setelah skrining)

-Pemantauan pada bayi dengan hipotiroid bawaan yang mendapatkan pengobatan.

Tes skrining dilakukan melalui pemeriksaan darah bayi yang diambil sebelum ibu dan bayi meninggalkan rumah sakit bersalin.

Deteksi dini dan terapi (pergantian hormon) pada bayi dengan hipotiroid bawaan akan menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental normal. Terapi akan efektif jika dimulai pada beberapa minggu setelah lahir. Terapi yang terlambat dapat menyebabkan berkurangnya kecerdasan.

Walaupun tidak menular namun gejala tiroid menjadi penyakit berbahaya setelah Diabetes militus. Sampai sekarang pun saya masih berkonsultasi dengan dokter. Kini dosisnya hanya minum obat tyrozol sehari 1 kali. Ini hasil bulan februari 2017 agak sedikit tinggi, dikarenakan putriku melaksanakan ujian dan stress menjadi pemicu naiknya hormon tiroid.

                         Hasil tes darah 11/02/2017














Komentar

  1. Hi , Ibu . Apa kabar ? Semoga selalu diberikan kesehatan , aamiin ya Allah . Mau Tanya apakah saat ini Putri Ibu masih konsumsi obat? Karena saya sendiri penderita tyroid yg terdeteksi bulan januari 2014 . Tetapi saat ini saya sudah tidak minum obat lagi mungkin 1 atau 2 tahun gitu saya lupa . Saat ini mungkin saya terkendala oleh biaya Dan terima kasih informasinya karena ternyata bpjs juga bisa cover , semoga ananda lekas sembuh ya Bu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Putri saya masih mengkonsumsi obat, karena belum ada intruksi dari dokter. Sebulan sekali masih konsultasi dan gratis pakai bpjs, dua bulan sekali cek lab Ft4. Alhamdulillah Sekarang dia berobat sendiri karena kuliah keperawatan di rs husada. Sebaiknya jangan berhenti minum obat tanpa anjuran dokter.

      Hapus
    2. Hai bu Tati, saya mau tanya sekarang anak ibu masih rutin cek tiroidnya? Apa setiap bulan harus membawa berkas2 utk berobat BPJS atau hanya utk pertama kali berobat saja ya? Saat ini saya juga kena hipertiroid dan blm berobat lg sejak berhenti bekerja dan tidak gunakan asuransi tetapi punya BPJS

      Hapus
    3. Anak saya selalu rutin periksa setiap bulannya. Setiap berobat harus bawa berkasnya yang asli seperti rujukan dari puskesmas, kartu bpjs dan ktp.

      Hapus
    4. Saya juga kena penyakit teroid saya kerja di Malaysa,, di sini klo orang asing berobat mahal,perusahaan pn GK mau tau,saya ingin sembuh,,, tapi klo sdh pulang ke Indonesia saya bingung dengan biaya,,saya ingin nya sembuh,,, saya gk mai ada teroid

      Hapus
  2. Terimakasih bu infonya sangat bermanfaat.. maaf saya mau tanya skrg anak ibu umur brp? Apakah siklus menstruasinya terganggu akibat penyakit tsb? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Umur anak saya memasuki usia 20 tahun, alhamdulillah sekarang udah lancar. Bisa ditandai dengan tiroid nya yg tinggi maka haid nya tidak lancar. Itu terjadi 3 tahun yg lalu

      Hapus
  3. Pengalaman yang sama bu, istriku udah 5 tahun menderita hipertiroid memang harus extra sabar ya bu bolak balik kedokter.suatu waktu ada orang yg ngaranin di samping minum obat dokter coba diterapi diklinik yg ada di bandung tepatnya daerah holis ,penangamanya di suntik dan di kasih obat herbal .setelah di coba alhamdulilah ada perkembangan yang bagus benjolanya berangsur kempes dan badannya normal kembali , sekarang masih trus terapi mudah mudan sembuh total Amiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang penyakit ini harus terus dicek karena hormon yang kadang tidak menentu. Semoga selalu diberi kesehatan ya mas untuk istrinya. Amin

      Hapus
    2. Bandung dmn pak ? Tolong info psk,saya br terdiagnosa mohon info pak ke wa saya 081219543520

      Hapus
    3. Pak boleh share alamat nya di bandung? Mksh

      Hapus
    4. Pak boleh share alamat nya di bandung? Mksh

      Hapus
    5. Pak boleh minta alamatnya
      Terima kasih

      Hapus
  4. Terus bagaimana keadaan anaknya sekarang mom?
    Wah anak laki2 ku telapak tangannya kakinya cepat sekali berkeringat.. dan aku jadi takut karena ciri2 diatas, karena ada beberapa..
    Trs cara pencegahannya gitu gimana..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebaiknya segera periksa ke rumah sakit yang lengkap terdekat.

      Hapus
  5. Apakah benjolanya menjadi semakin besar bu? Atau tetap dengan bentuk yg sama?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Agak mengecil sedikit tapi masih keliatan.

      Hapus
  6. Sekedar sharing pengalaman bu, bapak saya juga terkena hipertiroid,
    hasil cek lab tgl 22 Mei 2018,
    FT4 nya > 100 pmol/L (nilai rujukan normalnya 9,0-20,0 pmol/L) dan
    TSH nya < 0,05 uIU/mL (nilai rujukan normalnya 0,27-4,2 uIU/mL),
    dari dokter diberi obat PTU dan propanolol dosis awal klo tdk salah sehari 4x minum 2 tablet,
    alhamdulillah hasil lab september 2018, FT4 nya di angka 15,87 alias normal, tapi masih terus harus kontrol tiap bulan nya di RS, cek lab juga, sampai sekarang.

    Untuk benjolan di pangkal leher kadang masih terlihat kadang tidak, kemajuan nya kelihatan sekali, dari yg BB turun terus dan gk bisa naik, susah tidur, mata melotot, gampang emosi, kulit kusam, stamina gk bagus mudah lelah skrg alhamdulillah sudah hilang.

    Saking pengennya sembuh, Bapak saya selain minum obat dokter sambil mengkonsumsi bekatul 3x1 hari, hasilnya drastis. BB klo tdk salah dari 45kg skrg sudah 56kg, bisa untuk alternatif membantu penyembuhan, tentu saja semua kesembuhan datangnya dr Allah, jgn lupa berdoa. Sampai skrg masih konsumsi kedua2nya.. semoga perkembanganya semakin baik. amin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin semoga lekas normal kembali hormonnya

      Hapus
  7. Selamat pagi bu. Smoga anak ibu slalu diberikan kesehatan. Saya Mau tnya bu. Saya trdeteksi tiroid ketika priksa mata 1mnggu yg lalu. Gejala yg trjadi juga tdk klihatan. Saya khawatir smpai hr ni. Dan mmng blm cek k lab. Brrti tiroid juga bs smbuh kan ya bu..

    BalasHapus
  8. Tiroid bisa sembuh asalkan rutin dan teratur minum obat. Sebaiknya langsung cek T3 dan T4 kisaran biaya sebesar 500 ribu. Semoga lekas sembuh juga ya dan diperlukan kesabaran juga jangan bosan minum obat, selalu ikuti anjuran dokter.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo tiroid nya sdh smbuh,,obatnya apa jg berhenti,,

      Hapus
  9. Saya punya tremor dr SMP tp hanya akan kambuh klo gk enak bdn, aktivitas tgn yg melelahkan (menjahit, pakai kancing, pasang peniti / jarum, jika posisi tgn melawan gravitasi, dll) klo gk ada tremor malah tangan tiba² suka ngejatuhin barang yg lg d pegang... Kira² ini karena penyakit tyroid bkn y ?

    BalasHapus
  10. sangat menarik artikel tentang tiroid

    BalasHapus
  11. Kalau boleh tahu penyebabnya apa
    Bunda, radikal bebas, lifestyle/tingakt kestresan /hal lain

    BalasHapus
  12. Bu saya mau tanya cek lab untuk tiroid bs pke bpjs? Untuk bayi jg bs g ya alnya sya jg mau cek lab bayi sya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa asal lengkap perayaratannya(rujukan dari puskesmas, kartu bpjs dan ktp orangtua)

      Hapus
  13. Maaf bu mau tanya itu benjolannya di tengah leher bukan seperti jakun pada laki2?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bentuknya agak bulat dan berada diantara pita suara pas dibawah lag-lag kan

      Hapus
    2. Apakah anak bapak dianjurkan dokter operasi..

      Hapus
    3. Tidak, karena usia nya yang masih muda

      Hapus
  14. Sy jg penderita hipertiroid sejak thn 2009 sampai skrg tp alhamdulillah sampai skrg tetap sehat krn setiap 3 bln sy kontrol ke dokter menggunakan bpjs. Sampai skrg tetap konsumsi tyrosol 1 x 1 10mg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum boleh berhenti ya minum obatnya. Kalau anak saya masih dosis 2×10 ml tyrozol. Pernah dituruni jadi sehari sekali tapi t3 nya tinggi lagi.

      Hapus
    2. Mohon maaf bunda. Bisakah minta infonya . Kapan bunda cek Lab untuk teroid putri bunda. Apakah saat kelab yg terakhir madih di cover BPJS. Karena saya dadat informasi kok sekarang sudah tdk dicover lagi sama BJS utk cek lab TSh , T3,T4

      Hapus
  15. Saya didiagnosa tiroid &dirujuk ke poli penyakit dalam di rs untuk pemeriksaan lanjutan. Tadinya sy khawatir dioperasi. Tp spertinya bisa diobati dgn obat2an ya bu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa ka asal rutin dan mengikuti petunjuk juga sering konsul ke dokter. Jangan pernah berhenti minum obat kecuali atas perintah dokter.

      Hapus
  16. Saya saat ini juga sdh dinyatakan tiroid, hari ini hasil periksa darah di lab keluar dg FT4 101.514
    TSH 0,084
    Jd di klaim hipertiroid dan baru mlm ini saya minum obat PTU dan propanolol. Yg buat bingung stlh baca info diatas cara minum obak nya sampai 3x2 smtr dokter saranin saya minum obat nya 2x1. Pagi dan malam. Sementara propanolol minumnya 1/2 tablet pagi dan mlm juga setengah. Mohon tanggapan nya😟

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo utk minum obatnya brp kali sehari itu tergantung hasil lab nya.. Dokter penyakit dlm yg lbh tau.. Tp slama sy minum propanolol, blm prnh disuruh minum 1/2 tablet sm dokter,, yg ada jg lgsg 1 tablet skali minum. Awalnya sy minum propanolol 3x1 & tyrozol 3x1,, klo skrg cm minum tyrozol aja 2x1. Smpt 1 bln yg lalu di stop obat sm dokter krn hasil TSHSnya 56ribu lebih.. Diatas batas normal utk org dewasa.

      Hapus
  17. Numpang sharing,, sy jg mengidap penyakit tsb & baru tau 6 bln yg lalu saat usia kandungan sy baru masuk 34 minggu & sy sm skali tdk mengetahui adanya penyakit tsb. Saat itu jg sy ngalamin kontraksi hebat & bidan dkt rmh lgsg suruh sy ke RS terdkt krn sy melahirkan sblm waktunya. Smpt gak paham saat suster tanya "ibu punya penyakit tiroid dr kpn?", sy tanya balik "tiroid itu apa sus?" & suster jwb "penyakit gondok bu", sy lgsg blg "gak ah, sy gak punya penyakit gondok koq" (krn sy ngerasa leher sy baik" aja, gak ada benjolan sm skali sampai detik ini, layaknya leher org" sehat lainnya).. Smpt jg sy disuruh lurusin tangan sy & suster taro kertas diatas jari" sy, 2 org suster itu cm blg "iya nih", smntr sy gak paham sm skali.. Dan info dr dokter hr itu jg sy hrs operasi caesar, tp dokter bius gak berani ambil resiko krn nadi sy diatas 100 (normalnya org dewasa sktr 86. Smntr lahiran normal atau caesar saat itu amat sangat beresiko utk sy krn nadi diatas 100 trs), smpe sy disuruh masuk ruang ICU sm dokter kandungan supaya bs dipantau trs sm suster diruang ICU, Alhamdulillah sy bs lahiran normal gak lama masuk ICU (walau hrs kehilangan anak kedua sy selama"nya pas lahir saat itu jg). Sy dilarang hamil slama 3 thn ke dpn sm dokter internist (dokter penyakit dalam) demi pengobatan penyakit ini.. Utk KB pun gak boleh KB suntik atau KB pil,, tapi HARUS KB spiral,, krn klo KB pil atau suntik, bs bikin si hormonnya itu makin aktif lg kerjanya.. Penyakit ini smpe skrg blm diketahui penyebab utamanya dr mana (makanan atau bukannya blm bs dipastikan),, dokter cm blg penyakit ini bs disebabkan krn stress jg & obat penyembuhan totalnya jg blm ada,, bs di blg obat yg sy konsumsi saat ini hanya utk memperlambat kerja si hormon tsb.. Slama usia sy msh produktif, maka si hormon itu akan ttp aktif kerjanya. Kecuali klo udh menoupous (maaf klo salah penulisannya, heheee) baru si hormonnya ini berhenti total.. Klo pun sy mau hamil lg,, ttp hrs rutin konsumsi obat stiap harinya & cek darah rutin stiap bulannya, itu info yg sy dpt dr dokter internist (periksa kehamilannya pun hrs ke RS lgsg lho yaaa, gak blh ke bidan lg). Tp info lg dr tetangga sy yg dokter, sy lbh disarankan utk gak hamil lg, krn kemungkinan anak akan lahir dgn keadaan cacat (fisik atau mental). Jd utk perempuan yg blm nikah, gak ada salahnya melakukan pemeriksaan dini, jgn smpe terlambat,, krn klo terlambat, susah utk hamil (bs mengakibatkan keguguran/aborsi).. Ini pengalaman saya & apa yg sy tuangkan disini atas info lgsg dr dokter internist (dokter penyakit dalam) nya langsung. Sampai detik ini pun sy msh rutin minum obat & cek darah, hasilnya pun msh naik turun (ini agak susah utk hamil klo hasil darahnya msh naik turun, bahkan bs minum obat seumur hdp kt dokter internistnya). Gak blh berhenti lho pengobatannya jg skalipun hasilnya sdh normal, krn penyakit ini bs kambuh secara tiba". Utk obat herbal tdk dianjurkan sm dokter internist.. Intinya cm 1, rutin pemeriksaan ke RS.. Sy pun pake BPJS, tp utk cek darah sy ke prodia, klo pake BPJS hrs ke RSUD Tangerang lgsg cek darahnya,, kejauhan dr rmh,, heheee.. Oh iya 1 lg, jgn anggap remeh penyakit ini, krn bs berakibat ke jantung jg,, Alhamdulillah penyakit sy ini blm menjalar ke jantung,, jantung sy msh dlm keadaan normal smpe skrg. Kmrn sy smpt di suruh ECHO & EKG sm dokter jantungnya lgsg. EKG msh murah,, ECHO yg mahal (tp tenang aja, msh bs pake bpjs koq utk ECHO & EKG jantung). Sekian utk pengalaman sy hr ini, mohon maaf klo kepanjangan, skali lg, apa yg sy tuangkan disini semuanya info dr dokter internist secara lgsg ke sy, bukannya sy mengada" atau mengarang cerita.. Semoga bermanfaat yaa.. Makasih utk semuanya,, salam kenal :)

    BalasHapus
  18. Bismillah, bu... Untuk cek laboratoriumnya apakah ditanggung bpjs?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah semuanya ditanggung, biasanya dokter yang mengaturnya jika sudah limit maka cek lab nya ditangguhkan 2 minggu berikutnya

      Hapus
  19. Jadi anak bunda saat ini masih mengidap gondok? Atau udh normal bun?
    Saya kemarin cek lab. Tshs saya 0,0001 rendah banget. Saya kawatir saya kena hipertiroid dan biaya pengobatannya saya takut mahal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih naik turun hasil lab nya jadi sampai saat ini masih minum obat. Sebaiknya pakai bpjs aja sebelumnya minta surat rujukan dari puskesmas terdekat kalau kaka tinggalnya di Jakarta

      Hapus
  20. Bunda.. Saya juga menderita hipertiroid sejak umur saya 17 tahun.. Saya kontrol rutin ke dr prof johan di bandung.. Alhamdulillah saya bisa memiliki anak dan anak saya sehat.. Sudah 12 tahun saya menderita penyakit ini.. Walau tidak berbahaya.. Tetap harus kontrol rutin sesuai saran dr.. Smoga putri ibu sehat selalu dan ceria selalu ya.. Aamiin

    BalasHapus
  21. Anak sy baru ketahuan hipertiroid... Bb turun drastis, sering keringetan tanpa melakukan pekerjaan berat, haid sdh lama berhenti... 9 bulan lalu klu gk salah. Awal sy pikir hnya krn siklus biasa tp lama2 mata anak sy bengkak dan semakin melotot. Dan akhirnya tenggorokan nya terlihat jelas benjolan nya... Ini pk BPJS Awal d rujuk RS Harapan Bunda drsana d rujuk lg utk test lab. di RS Pasar Rebo. Sy hawatir anak sy telat d tangani doktr krn ada peraturan baru klu pk BPJS k spesialis anak hnya bs 1x dlm semggu... Melihat anak denyut jantung nya gk beraturan keluar keringet saat tidur sy jd gk tenang... Mohon saran nya Bunda.... Terima kasih

    BalasHapus
  22. Sy ingat thn 1999 awal hamil di opname 2x,oleh dokter sy di periksa dan di nyatakan gondok dalam,sy ga ngerti kok gondok? Puji Tuhan sy melahirkan normal,anak sy sehat,walaupun lbh kecil daripada dua org saudarax.sekarang thn 2019 sdh 20thn berlalu trnyata kadang2 muncul lg gejala2x,bdn sy turun sulit gemuk,tmn2 blg enak ya gak gemuk,mereka diet stengah mati ttp aja melar😁,sy merasa kurus gak sehat,kulit wajah kusam,flek,dan emosian,rambut rontok.setelah mbaca artikel ini sy hrs periksa lab selalu terkendala biaya mudah2an kartu bpjs sy bs mbantu,mudah2an ketemu dokter yg baik,punya hati yg memang terpanggil melayani,krn kl ktemu dokter yg cari duit tok amit2 sdh mahal hasilx gak memuaskan.terima kasih ibu yg sdh menuliskan artikel ini.

    BalasHapus
  23. Sy ingat thn 1999 awal hamil di opname 2x,oleh dokter sy di periksa dan di nyatakan gondok dalam,sy ga ngerti kok gondok? Puji Tuhan sy melahirkan normal,anak sy sehat,walaupun lbh kecil daripada dua org saudarax.sekarang thn 2019 sdh 20thn berlalu trnyata kadang2 muncul lg gejala2x,bdn sy turun sulit gemuk,tmn2 blg enak ya gak gemuk,mereka diet stengah mati ttp aja melar😁,sy merasa kurus gak sehat,kulit wajah kusam,flek,dan emosian,rambut rontok.setelah mbaca artikel ini sy hrs periksa lab selalu terkendala biaya mudah2an kartu bpjs sy bs mbantu,mudah2an ketemu dokter yg baik,punya hati yg memang terpanggil melayani,krn kl ktemu dokter yg cari duit tok amit2 sdh mahal hasilx gak memuaskan.terima kasih ibu yg sdh menuliskan artikel ini.

    BalasHapus
  24. Sy jg sakit hipertiroid sejak tahun 2011 ..
    Terimakasih infonya sgt bermanfaat ...

    BalasHapus
  25. Saya jg terkena tyroid sjk thn 2014 dan meminum obatnya selama 2th lbh. Tapi saya berhenti berobat krn kasian suami dgn biayanya walaupun pake bpjs tp tdk semua dicover. Akhirnya saya hentikan pengobatan dan skrg saya ingin hamil lg, cm sepertinya susah sekali untuk hamil😢

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berobat dimana sih....kok bayar/ada yg tidak tercover
      Aku pakai BPJS, gratis semua,
      Apalagi kalau mau berobat di klinik gaki Magelang, ditanggung gratis...wakau ga pke BPJS
      Obatnya pakai apa... Thyrosol atau PTU...
      semua obat ada kurang lebihnya,
      Katanya...
      Kalau Thyrosol bisa mengganggu kandungan
      Kalau PTU mengganggu fungsi hati
      Mohon maaf, bila kliru

      Hapus
  26. Terima kasih infonya, teman saya sepertinya mengalami hal serupa

    BalasHapus
  27. Maaf kakak, mau tanya emang kalo sakit tiroid itu apa pengobatannya seumur hidup gabisa sembuh total gitu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau teratur pengobatannya bisa sembuh dan berhenti minum obat tapi atas anjuran dokter

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar setelah selesai membaca.

Postingan populer dari blog ini

Bella Terra Lifestyle Mall Di Jakarta Utara

CINTA YANG TERPENDAM