Mengobati Batu Ginjal Tanpa Operasi

Kali ini saya ingin berbagi cerita, tentang penyakit batu ginjal yang di derita oleh suami saya. Sebenarnya sih awalnya dia sering buang air disertai darah segar, itu terjadi sudah sejak lama. Saya pikir panas dalam, setelah makan mi instan atau salah makan aja pasti buang air begitu. Sering saya beri susu beruang atau buah-buahan, dua hari sembuh. Sebenarnya suami saya tuh tipe orang yang tidak mau dibawa periksa ke dokter. Dengan alasan takut mengetahui hasil diagnosa dokter dan nanti jadi pikirinnya. Saya pun selalu menasehatinya, cek kesehatan penting sekali apalagi umur sudah 48 tahun. Ibarat mesin yang sudah tua ada aja kerusakannya, dan harus sering diperiksa sebelum terlambat.



Sebulan yang lalu, ada aja yang dirasakan olehnya, pertama sakit pada perut bagian kiri dan perut kembung. Ini tumben mau diajak ke dokter yang ada dekat sekitar rumah. Pulang dia bekerja kami langsung berangkat, kebetulan tidak terlalu ramai juga. Setelah bertemu dengan konsultasi dengan dokter, dokter memberikan obat untuk sakit mag, darah tinggi karena tensinya tinggi, obat penurun kolesterol ternyata tinggi juga melebihi 200, obat antibiotik dan penghilang nyeri. Pulang dari dokter obatny langsung diminum, rasa nyerinya hilang. Penyakitnya sembuh, namun dia harus tetap minum obat dan darah tinggii setiap pagi dan obat penurun kolesterol setiap malam.

hasil usg

Baru sembuh selama seminggu, tapi kembali rasa sakit itu menyerangnya. Kembali kami datang ke dokter yang semula tapi sayang dokternya ganti dan memberikan obat yang sama. Begitulah obat terus diminum, ketika pengaruh obatnya sudah habis rasa sakit kembali dirasakan. Meski begitu dia tetap saja bekerja, penyakitnya tidaak dirasakan padahal saya sudah menyuruhnya istirahat bahkan dokter menyaranjkan untuk mengambil cuti. Tetap saja tidak digubris, dengan alasan gak betah malah bertambah sakit. Akhirnya saya pun tidak dapat berbuat apa-apa, selain memperhatikan makanan yang dikonsumsinya. Memberinya makanan yang tidak mengandung minyak, tidak lagi memberinya jeroan sapi atau ayam, mengurangi jatah kopi biasanya sehari 2 gelas  kini sehari 1 gelas begitu pula dengan kebiasaan merokoknya.

hasil usg

Setiap kali saya menanyakan perkembangannya, suami saya bilang udaah sembuh. Kebetulan ada libur panjang 2 hari, dia mengajak saya pergi ke Bogor. Perjalanan dari Jakarta ke Bogor memakan jarak tempuh kurang lebih dua jam setengah dengan mengendarai motor. Sampai di Bogor, kembali dia mengeluh sakit. Saya memberinya obat mengurangi rasa sakit, dan membalurkan pinggang serta punggungnya dengan balsem geliga. Bersyukurnya nyerinya hilang, dan kami berziarah ke makam orangtuanya yang berada tidak jauh dari rumah. Selain saya dan suami yang pulang kampung, ada juga kakaknya datang. Kami ngobrol seputar penyakit yang di derita oleh suami saya, ternyata kakak iparnya pernah juga merasakan sakit yang sama. Tapi dengan gejala yang berbeda yaitu air seninya sedikit sedangkan suami saya lancar buang air kecilnya dengan warna yang bening. Ditakutkan penyakitnya sama yaitu Batu Ginjal dan harus dioperasi, seperti kakak ipar.

Suami saya memangil tukang urut, takut nya turun bero maka dia memanggil tukang urut ke rumah. Tukang urut hanya memijit seluh badan karena tidak ada yang masalah pada bero. Setelah enakkan badannya, kami makan malam dengan nasi lewat dengan menu daun singkong, sambal terai, ikan teri dan lalapan jengkol muda. Lahap sekali dia makannya, Saya pikir udah sembuh jadi tidak melarangnya makan sambal. Ternyata itu hanya sebentar, tepat pukul tiga malam, dia mengeluh sakit pada bawah perutnya yang sebelah kiri. Saking dahsyatnya sakit yang dirasakan seakan ingin mati dia sampai sujud sambil memgang perutnya. Saya pun bingung sedangkan tengah malam dan balsemnya pun habis tidak ada warung yang buka berbeda dengan di Jakatta. Jadi hanya minum  penahan nyeri yang memang tinggal satu butir lagi.

Adzan shubuh berkumandang dia masih bisa melangkahkan kakinya pergi ke mesjid, sakitnya sudah berkurang. Malah dia ngajak jalan-jalan menikmati udara pagi dan pemandangan yang disuguhkan di Bogor. Memang saat itu indah sekali melihat gagahnya gunung salah dikelilingi hamparan sawah-sawah. Kami pun silahtuhrahmi ke rumah guru ngaji suami saya., dan dia pun kembali merasakan sakit tidak berlama-lama langsung pamit pulang. Melanjutkan perjalanan ke rumah adiknya yang kebetulan tidak jauh dari rumah guru ngaji. Adiknya langsung menggodok daun kumis kucing, daun pecah piring, entah apa namanya dua macam lagi yang direbus. Air rebusan daun-daunan itu diminum suami saya. Adiknya menyarankan ke dokter yang jaraknya tidak jauh dari situ, karena ada tetangganya dengan gejala yang sama  berobat kesitu sembuh dibarengi minum air godokan daun kumis kucing.

Berobat kesitu pun didagnosa infeksi pada saluran kencing dan diberikan dengan obat yang sama. Setelah minum obatnya, nyerinya pun berkurang dan bisa tidur pulas, sejak semalam dia gak bisa tidur karena merasakan nyeri.  Kami memutuskan untuk kembali ke Jakarta, menurut suamiku dia lebih nyaman dirumahnya sendiri walaupun di Bogor tempatnya dilahirkan. Namun penyakitnya kembali datang disetiap pukul 9 malam, bingung juga sih melihatnya begitu. Sedangkan esoknya saya harus berangkat ke Belitung, Dengan berat hati akhirnya saya tinggalkan dia,karena dia pun menyuruh pergi juga. Jujur tidak tenang juga meninggalkan suami yang sedang sakit, walaupun katanya sudah lebih baik.

Besok harinya dia tetap berangkat bekerja, tapi sambil merasakan nyeri di perut kirinya. Bersyukur si bos melihat menahan nyeri dan langsung mengantar dokter untuk dilakukan usg, benar saja terlihat batu di saluran kemihnya. dan langsung memberinya resep obat untuk diminum.

setelah berobat di RS. Pluit Jakarta Utara dokter memberikan obat ini dan menyarankan minum air yang banyak sambil beberapa kali melakukan loncat-laoncat ringan karena posisi batu sudah berada disaluran kencing.

Terbukti memang Batugin sangat membantu menghancurkan batu pada ginjal.

Makanan yang perlu dihindari untuk penderita batu ginjal antara lain kacang-kacangan, telur, jeroan, sayuran hijau, pete, jengkol, dan makanan yang banyak mengandung kalsium, natrium juga protein. Minuman yang berwarna dan mengandung soda.

Makanan yang dapat dikonsumsi oleh penderita batu ginjal adalah buah-buahan, minum air air sesuai takaran tidak boleh lebih dan kurang dan makanan yang mengandung karbohidrat. 

Benar saja mengikuti yang disarankan oleh dokter, esok harinya batunya langsung keluar seperti pasir putih. Otomatis batu keluar rasa nyerinya pun langsung hilang.

Komentar

  1. Harusnya ayahku 2 tahun kemarin diobati dg cara ini, katanya perih bgt mbak, semoga kita semua dijauhkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamin.. duh kalaau liat lagi berasanyaa kasiaan

      Hapus
  2. Wah alhamdulillah ya ada cara yg jauh lbh mudah utk mengobati batu ginjal. Terimakasih infonya��

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar setelah selesai membaca.

Postingan populer dari blog ini

Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Backpacker Ke Baduy Dalam Dan Baduy Luar

Lebih Mengenal Arti Rezeki Sebenarnya Di Buku Aplikasi Pencari Rezeki