Backpackeran Low Budget Jakarta Palembang Lewat Darat Cuma Rp100ribu

Traveling ke Palembang ini untuk kedua kalinya, jadi gaet Andini juga sekalian silahturahim hangout ketemuan sama Blogger Palembang (Omnduutx, Deddy Huang, Astari, Ika dan Heru). Gw dan Dini di Palembang 4 hari 3 malam, 2 malam nginap di hotel dan semalamnya nginap dirumah Haryadi Yansyah @Omnduutx (itupun ga direncanakan, tadinya mau lanjut pindah hotel, ternyata ibunya Omnduutx nawarin nginap, rezeki kan ga boleh ditolak). Kunjungan kedua kali inipun, masih belum aja berjodoh ke Pulau Kamaro, mungkin disuruh balik lagi kali ya hehehehe.

backpackeran low budget jakarta palembang
Foto di Rumah Limas Meseum Balaputra Dewa 

Pelesiran Di Kota Pempek Palembang setelah pandemi

Rencana awalnya Jakarta Palembang ditempuh lewat darat (Stasiun Rangkas Bitung-Stasiun Merak-Pelabuhan Bakauheni-Stasiun Kertapati), tetapi karena tetiba harinya dan tanggal keberangkatan berubah. Lumayan ya tiket pesawat kalau beli nya ga jauh-jauh hari, kami dapat harga 600ribuan lebih. Memang trip ke Palembang ini sudah direncanakan sejak 2019, tapi batal karna Bebeb suami tercinta gw meninggal, kemudian setelah masa berkabung usai terhalang pandemi. Pada akhirnya perjalanan ke Palembang masih sebuah wacana. Alhamdulillah pertengahan Maret kemarin, wacana ini terealisasikan juga.

jembatan ampera
Nyore di Jembatan Ampera

Berangkat dari bandar Soekarno Hatta Jakarta pukul 10.00 wib. Beruntung banget tgl 15 Maret 2022 pemberlakuan swab antigen udah dihapus. Beneran gw kaya orang linglung, setelah 3 tahun baru bepergian naik pesawat. Dan lagi ada beberapa trouble, pindah gate aja sih ditambah lagi penumpang hari itu ramai banget. Kebetulan bertepatan dengan orang-orang yang pulang kampung untuk nyekar, karena 2 minggu lagi ramadan. Sampai di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II pukul 12.05 wib. Sebelum melakukan trip di sekitaran Palembang, kami langsung menuju hotel Grand Inna di jalan Sudirman. Dari bandara ke hotel naik LRT turun di stasiun Dishub Kominfo dan tiket LRT cuma Rp 10ribu.

Foto di toko tua bangunan
peninggalan belanda dok. Deddy Huang


Hari Pertama di Palembang makan Mie Celor H.M Syafei 26 ilir, ngopi asik di Rumah Kopi Sumsel dan Warung Pempek Ujuk

Setelah istirahat sejenak dan menunaikan sholat ashar, gw dan Dini langsung menuju ke Mie Celor H.M Syafei Z 26 ilir kebetulan ga jauh dari hotel tempat kami menginap, naik grabcar cuma 15ribu. Oh iya Mie Celor H.M Syafei ini enak banget loh dan juga murah, ebi nya itu terasa banget dan porsinya juga banyak. Puas makan Mie Celor juga pempek nya (aaahhh gw jadi nelen ludah nulis ini mana lagi puasa lagi 😅), langsung ke Jembatan Ampera dengan berjalan kaki sekalian nurunin kalori juga liat kesibukan masyarakat di Palembang.

Kami melewati pasar pempek, disepanjang jalan disuguhi banyak yang pempek seribuan perbuah. Ada pempek Lala, Edy dan juga bangunan sejarah yang dilewati, sempat foto-foto juga sih dibangunan peninggalan Belanda yang tak terpakai di Jl. Rumah Bari. Kalau lewat belakang menuju Jembatan Ampera, kita akan melewati gedung ini dan restoran kuto besak. Malam pertama kami diajak nongkrong di "Rumah Kopi SumSel" dekat Jembatan Ampera. Setelah icip-icip kopi disini dan ngobrol ngalor ngidul dan sedikit ngibah hahahaaha, lanjut makan pempek di "Warung Pempek Ujuk".

mie celor


Hari Kedua di Palembang mengunjungi Meseum Balaputra Dewa, Bayt Al-Quran Al-Akbar dan Makan Pempek Edy

Lelah sangat memang tapi puas, perjalanan hari kedua ini kami lanjutkan ke Meseum Balaputra Dewa, Meseum Bayt Al-Quran Al-Akbar dan baliknya makan Pempek Edy di Jalan Depaten Lama27 ilir. Perjalanan hari kedua ini dilanjutkan dengan motoran, pertama kami ke Meseum Balaputra Dewa, karena kalau ke Palembang wajib singgah disini sambil foto di Rumah Limas yang ada uang Rp10ribuan yang lama. Puas keliling dan foto-foto di Rumah Limas, gw dibonceng Yayan (panggilan @omnduutx) dan Dini dibonceng Raisa (Astari) lanjut ke destinasi selanjutnya.

museum al-quran al-akbar 
Museum Al-Quran Al-Akbar

Jarak dari Meseum Balaputra Dewa ke Meseum Bayt Al-Quran Al-Akbar sekitaran satu jam. Lumayan saat itu cuaca panasnya nampol, tapi tetap enjoy. Banyak yang berubah disini, dan menurut gw sih ini udah rapi dah banyak warung dan juga toko-toko pakaian kain jumputan. HTM meseum Bayt Al-Quran Al-Akbar hanya Rp20ribu perorang. Setelah itu kami lanjut ke Pempek Edy, tapi hanya bertiga karena Raisa mesti melakukan aktivitasnya yang lain. Pempek Edy enak terasa ikannya juga sayangnya cukonya cair banget. Puas makan pempek Edy, kami lanjut sholat magrib di Masjid Agung, luas banget masjidnya disini. Kamar mandi dan tempat berwudhu perempuan terpisah gedungnya dengan Laki-Laki.

kopi lampung
Kedai Kopi Jana

Malam masih panjang, dari Masjid Agung gw, Andini dan Yayan nongkrong di Ampera makan cemilan malam di KFC sambil menatap ke arah Jembatan Ampera. Dari sini kami bertiga berpisah, gw berdua Dini balik ke hotel dan Yayan pulang kerumahnya. Esok harinya Gw ma Dini setelah makan siang dan check out dari Grand Inna Hotel, lanjut kerumah Yayan. Niat awalnya kami mau pamitan aja mampir ke tokonya Yayan, lanjut ke hotel terdekat stasiun Kertapati.

Tapi Yayan menawarkan mampir kerumahnya aja, kebetulan sih pingin silahturahmi sama ibunya Yayan. Ngobrol kesana kemari bahas apa aja yang ada dikepala kami saat itu. Akhirnya pas dah sore ibu nawarin kami menginap, malam tu bertepatan dengan malam nisfu syaban. Besok paginya kami melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta. Beneran deh pulang ke Jakarta lewat darat itu melelahkan, tadinya sampai stasiun Tanjung Karang mau lanjut ke Jakarta. Tapi Andini ngajak bermalam dulu di Lampung, besok paginya baru lanjut ke Jakarta.

Antara Stasiun Kertapati dan Stasiun Tanjung Karang

stasiun kertapati

Dari Stasiun Kertapati menuju Stasiun Tanjung Karang membutuhkan waktu sampai 9 jam. Padahal ada bis Palembang Lampung cuma 3 jam 30 menit, tapi udah terlanjur beli tiket kereta Rajabasa Rp32.000. Hotel yang dipilih berjarak 1 km dari Stasiun Tanjung Karang, sambil cari makan malam kami jalan kaki kesana. Setelah kenyang makan pecel ayam dan berbekal cemilan, untuk jaga-jaga lapar tengah malam.  Paginya di Lampung, kami mencari sarapan dan pada akhirnya nongkrong di Kedai Kopi Jana.

pelabuhan bakauheni
Pelabuhan Bakauheni

Setelah itu lanjut packing dan check out, dari stasiun Tanjung Karang ke Pelabuhan Bakauheni naik Damri Rp40ribu (Damri jadwal keberangkatannya ada jam-jam tertentu) ada yang langsung ke Gambir Jakarta juga sih sayangnya malam hari pukul 9 pagi. Setelah menempuh waktu 2 jam sampai juga di Pelabuhan Bakauheni. Harga tiket Bakauheni ke Pelabuhan Merak Rp25ribu. Berangkat jam 4 sore sampai ke Merak sekitaran pukul 9 malam (makan waktu banget biasanya nyebrang cuma 2 jam), tadinya mau lanjut ke Jakarta naik kereta tapi takut ketinggalan kereta terakhir tujuan Rangkas Bitung TanahAbang.

jadwal keberangkatan damri lampung
Jadwal keberangkatan
perum damri cabang Lampung

Yaaah akhirnya naik bis, dan butuh kesabaran karena bis ngetem nya sampai 2 jam. Disarankan bagi yang mau backpackeran Low Budget yang ga makan waktu dan melelahkan, lebih baik pilih perjalanan darat Jakarta Palembang. Dan dari Bakauheni pilih naik bis ke Palembang karena itu lebih cepat dan efisien tapi tentunya harga bis dan kereta itu beda jauh ya. Murah sih nyebrang Dari Palembang ke Merak cuma habis Rp100ribu.

Next gw akan mencoba perjalanan darat dari Jakarta Palembang.

Komentar

  1. Palembang emang juara sih, kuliner sama wisatanya nggak pernah ngebosenin hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mie celor sama pempeknya ya yang bikin kangen

      Hapus
  2. Perjalanan mengesankan bareng Ibu Tati yg tak akan terlupakan. Meskipun pulang2 jadi oleng, tapi kayaknya emang pengen balik lagi ke sana yaa Mak Jakarta - Palembang via darat dan laut hehe. Makasih yaa Mak udah ditemenin ke Palembang *peluk 🙂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tahu bulat aja ya nanti kesana lagi kalau lagi free banget

      Hapus
  3. senengnya bisa meet up langsung sama temen temen blogger Palembang, wishlist bisa main ke Palembang mbak

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar setelah selesai membaca.

Postingan populer dari blog ini

Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Manfaat Nano Water Can Slim Untuk Kesehatan

Bella Terra Lifestyle Mall Di Jakarta Utara