Kulineran Sate Maranggi Haji Yetti Cibungur Purwakarta

Wisata kuliner menjadi salah satu wisata yang wajib, ketika kita singgah disebuah kota. Wisata di Purwakarta lengkap ada beberapa gunung yang bisa didaki, ada gunung bongkok, gunung parang, gunung burangrang, gunung lembu dan gunung haur. Juga ada wisata waduk jatiluhur dan kuliner yang dikenal atau menjadi ciri khas Purwakarta adalah sate maranggi. Kami bertiga Utie dan Mak Tina (mereka dari Citayam) dan gw sendiri dari Sawah besar -Jakarta. Sengaja janjian di Stasiun Cikarang, untuk nyicipin sate maranggi Haji Yetti Cibungur yang udah dikenal di Purwakarta. Awalnya selesai kuliner sate maranggi pingin ke Waduk Jatiluhur juga, dan kami janjian jam 8 pagi sudah berada di Stasiun Cikarang.

Sate Maranggi
Kalau mau makan sate maranggi harusnya bareng keluarga atau teman lebih seru bisa memesan berbagai macam masakan.

Dari stasiun Cikarang naik kereta lokal ke stasiun Purwakarta harga tiket Rp 4000 sudah ada seat nya, jadi meski kereta ekonomi lokal tapi tetap dapat kursi, tapi tidak bisa memilih seat. Sayangnya jadwal kereta pertama Cikarang-Purwakarta pukul 11.30, jadinya sambil menunggu kereta terpaksa kami makan baso malang dulu di stasiun Cikarang, karena memang dari rumah belum sarapan. Perjalanan dari stasiun Cikarang ke Cibungur memakan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Stasiun terdekat ke Sate Maranggi Haji Yetti, adalah stasiun Cibungur. Cukup jalan kaki kurang lebih 300 meter, kesebelah kanan dari arah stasiun Cibungur.

Baca juga pendakian Komunitas Backpacker (KOPER) Gunung Bongkok Purwakarta

Biasanya yang melakukan perjalanan dari Jawa Timur atau Bandung, untuk melepas lelah atau istirahat sambil kuliner, Sate Maranggi Haji Yetti Cibungur jadi lokasi yang cocok. Tempat parkir luas, ada mushola dan toilet tentunya, bukan Sate Maranggi saja yang bisa dinikmati, ada bermacam masakan yang bisa dinikmati. Ada ayam bakar, nasi bakar, ikan bakar, aneka jus, gorengan, dan hidangan lainnya.

Kuliner Di Purwakarta
Makan rame-rame lebih seru

Soal harga sih standar lah ya, sate ayam, sapi atau kambing dibandrol Rp5000 pertusuk, nasi 7 ribuan, teh manis 10ribuan, aneka jus 15ribuan, sop kambing 35ribu, nasi bakar ati ampla 20ribu, Ayam bakar atau Gurame bakar 100ribu-120ribu/ekor, wort it lah ya. Harga, sama rasa dan porsinya sesuai kalau menurut gw sih. Karena sate maranggi yang dipinggir jalan harganya 2500/tusuk tapi irisan dagingnya kecil dan tipis. Kalau potongan daging pada sate dan sop nya lumayan tebal buat sate, dan juga untuk sate kambing sangat empuk dan bumbunya pun meresap sampai kedalam dagingnya. Kalau yang tidak suka kecap, cukup dinikmati sate nya saja bersama irisan tomat dan cabe udah enak banget.

Baca juga https://www.tatisuherman.com/2020/02/tips-hemat-explore-jakarta-bandung-sumedang.html



Nah kalau mau kuliner di Sate Maranggi Haji Yetti harus sabar, karena pengunjungnya sangat banyak, tapi kalau ingin nasi bakar, gorengan, atau jus bisa langsung dinikmati karena tidak perlu memesan, mereka berkeliling menawarkannya.

Stasiun Cibungur
Kalau mau ke sate maranggi haji Yetti
 Lebih dekat turun di stasiun Cibungur jalan kaki atau angkot 300 meter.  

Setelah selesai menikmati kuliner sate maranggi, kami ke stasiun Purwakarta naik grabcar 51ribu. Angkot sih ada, tapi mesti 2 kali naik angkot karena kami bertiga jadi lebih hemat naik ojek online. Cuma butuh 20 menit untuk sampai ke stasiun Purwakarta. Kalau mau pulang lewat stasiun Cibungur, beli tiketnya harus online atau melalui aplikasi. Karena waktu yang ga memungkinkan, akhirnya kami cuma foto-foto aja di stasiun Purwakarta, ga jadi ke waduk Jatiluhur. Sayangnya tempat bangkai gerbong kereta sudah dibatasi dengan tembok, foto di bangkai gerbong kereta menjadi buruan anak-anak remaja untuk update status.

stasiun cikarang
Stasiun Cikarang

stasiun purwakarta
Foto ala-ala di stasiun Purwakarta


 
Kereta terakhir Purwakarta-Cikarang pukul 17.45. Jadi kalau mau berwisata naik kereta lokal ke Purwakarta harus menginap semalam, mengingat jadwal kereta yang masij terbatas. Hemat sih ya ke Purwakarta PP cuma Rp 20ribu (Jakarta/Bogor-Cikarang Rp 6000 dan juga Cikarang-Purwakarta Rp 4000) bisa disesuaikan deh dengan jadwal kereta lokal Cikarang-PWK (Purwakarta). Semoga bermanfaat ya info dan tips kulineran Tati and friends disini. Tunggu tips wisata dan kulineran hemat berikutnya disini atau bisa kepoin sosial media gw  Tati Suherman di Instagram, Twitter atau Facebook (Meta). Terimakasih dah bersedia baca blog ini sampai akhir... See you next articel gaessss. 

Komentar

  1. Tq info nya Mak, udah lama pengen makan sate Maranggi tp blm kesampaian 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya masama Leha lebih baik sih jangan weekend pasti rame banget hari biasa aja dah rame

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar setelah selesai membaca.

Postingan populer dari blog ini

Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Manfaat Nano Water Can Slim Untuk Kesehatan

Kacamata Terapi K-Ion Nano Premium 7 Menjaga Kesehatan Mata Dan Tetap Tampil Modis