Hati-Hati Rawan Penipuan Burung Beo Di Angkot Laladon Lewliang Bogor

Penipuan ini terjadi diangkot yang gw naikin. Sebenarnya pingin gw rekam dan ingin sekali mengagalkan aksi para pelaku. Tapi setelah gw pelajari situasinya pelakunya ada 4 orang. Tapi gw ingat perkataan alm suami "jangan jadi pahlawan kesiangan bu, ingat lu perempuan gw takut terjadi apa-apa", ingat itu gw urungan niat mengagalkannya dan hanya bisa berdoa untuk suami istri yang kena tipu itu. Minggu pagi gw berangkat ke Bogor ziarah ke makam alm suami tercinta. Perjalanan dari rumah ke Bogor, gw menggunakan transportasi umum. Commuter line Jakarta Bogor, lalu dari stasiun Bogor lanjut angkot ke terminal Laladon, dan lanjut lagi angkot ke Lewliang. Nah ada yang menarik dan sempat bikin gw merasa aneh juga. Ada bapak-bapak bawa burung dalam kantong kertas. Gw sih ga merhatiin kalau ga ada bunyi burung. 

Pelakunya ada 4 orang ( 1 orang pemilik burung dan 3 orang calon pembeli yang bernafsu ingin membeli tapi ga bawa uang cash) . Gw perhatiin bapak pemilik burung (perawakannya kurus pakai kacamata kulitnya agak putih) dan si bapak kedua (tubuh agak gendut berkulit sawo matang) yang akting  sebagai pembeli naik dari terminal laladon tapi mereka naik nya ga barengan. Lalu si bapak yang berkustom seperti orang berduit ini (postur tubuhnya gemuk kepala nya botak baru numbuh agak tinggi) , naik dari Cinangneng. Nah pas si Bapak bergaya bos ini naik, lima menit kemudian baru lah mereka mulai improvisasi. Jadi suara Burung Beo nya itu adalah suara perut salah satu penipu tersebut. 

Tetiba ada suara burung seperti kepanasan, karena diletakkan dibawah  tempat duduk angkot. Nah si bapak kedua ini mulai berdialog, seperti bertanya "burung apa pak" lalu dijawab oleh bapak pemilik burung. Nah terjadi lah dialog tawar menawar harga, si pemilik burung maunya transaksi cash saat itu juga (alias diatas angkot), si bapak yang kedua (bernafsu ingin membeli, tapi sayang duitnya di atm). Nah si pemilik burung tetap pada pendiriannya pingin cash.

Si Bapak ketiga, berani memberikan DP (tanda jadi) nah sisanya itu dia pun minta pada bapak pemilik burung untuk mengantar mengambil sisanya. Nah bapak keempat menawarkan pinjaman, kebetulan dia bawa uang 5 juta tapi sayangnya dia ga bawa atm, alasannya dipegang istrinya $dari sini gw udah mulai curiga). Kalau memang betul, bisa aja kan Bapak ketiga tarik tunai langsung ga perlu transfer.

Lalu mulai lah Bapak ketiga melancarkan reaksinya, meminjam kepada penumpang lain. Anehnya lagi harga yang tadinya deal 5 juta jadi merosot berapa aja yang ada dikantong Bapak penumpang lain. Kebetulan bapak itu membawa uang cash 2 juta. Gw liat sendiri kantong celananya sampai kosong dua-duanya. Padahal istrinya udah beralasan mau kondangan, tapi si Bapak ini suaminya gak memperdulikan.

Akhirnya mereka bertiga turun (Bapak penipu ketiga dan suami istri), burungnya dipegang oleh suami istri dan mereka berdiri sambil nunggu dan si Bapak penipu ketiga itu lari entah kemana. Daerah Ciaruteun-Lewliang jarang ada ATM, kalau pun ada biasanya di Indomaret atau Alfamart. Nah tinggal yang tersisa Bapak penipu 1,2 dan 3. Bapak penipu pemilik burung dan Bapak penipu 2 dan 3 masih argumentasi, masih tek tokan dialog transaksi. Akhirnya mereka bertiga turun ditempat yang sama sebelum cemplang , alasannya mau ambil uang di atm tapi  yang gw liat sama sekali ga ada atm sekitar situ. ATM yang ada di Alfamart dan jaraknya masih 600 meter lagi.

Nah bagi yang sering naik angkot harus hati-hati nih jangan sampai tertipu, bisa jadi mereka pindah diangkot jurusan lainnya.  Sebaiknya banyak-banyak istiqfar dan berdoa sebelum keluar rumah, agar kita selalu dalam lindunganNya. Aamiin.. 
Semoga bermanfaat. 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Manfaat Nano Water Can Slim Untuk Kesehatan

Bella Terra Lifestyle Mall Di Jakarta Utara