Aku Yang Sekarang

Sejak kepergian 15 bulan yang lalu, banyak hal yang berbeda dengan kehidupan qw yang sekarang. Yang qw ingat waktu dia baru pergi, sama sekali hidup terasa hambar. Maklum hampir 24 jam kami bertemu, kebetulan dia (alm)  bekerja jaraknya dekat dengan rumah. Jadi saat istirahat jam makan siang atau memasuki waktu sholat ashar, dia pulang ke rumah. Bagi qw dia adalah suami paling the best soal tanggung jawab dan kasih sayangnya sangat besar terhadap anak-anak kami.

Banyak sekali kebiasaan yang berubah dengan berjalannya waktu. Masih ingat waktu dia sakit, sangat rewel dan manja. Malah seakan qw punya anak kecil lagi, yang manjanya kelewatan tapi qw senang sama sikapnya. Malah kalau lagi dijalan sering ingat kelakuannya. Entah kenapa sebelum dia pergi, setahun itu banyak sekali pekerjaan, bahkan hari sabtu atau minggu dia ambil job diluar kerja tetapnya.

Sejak kepergiannya, qw selalu terbangun tengah malam kadang juga sedih. Kalau diingat-ingat jam 12pm sampai menjelang shubuh adalah saat-saat yang paling mendebarkan. Bagaimana tidak hati ini menjadi terus gak tenang saat tahu sudah saatnya melepasnya pergi. Sampai mengantarnya IGD hati mulai gak sabar, yang ada di doa qw tiap sholat saat adalah minta segera diberi keputusan Oleh-Nya. Ternyata qw termasuk orangbyang gak sabaran, selalu ingin buru-buru lihat ending nya. Sama aja kalau nonton drakor atau baca novel/cerpen yang qw lihat atau baca dulu adalah ending atau epilog. 

keutamaan surat yasin
Bersyukur dengan aku yang sekarang 

Qw minta diberikan yang terbaik untuk kami, untuk dia (alm) dan anak-anak. Qw cuma minta Kepada Allah swt, agar suamiku disana diberikan kesehatan segera diangkat penyakitnya, tapi kalau memang ini waktu yang terbaiknya mohon jangan terlalu lama dia tersiksa. Beberapa bulan sebelum kepergiannya meninggalkan dunia ini, dia sering ngeluh sakit kepala dan lemas tiba-tiba. Dia memang ada riwayat hipertensi, bukan qw gak merawatnya tapi dia memilih untuk tidak peduli dengan penyakitnya.

Bersyukur dia gak mesti lama-lama di ruang ICU, cuma semalam aja dia disana. Tepat pukul 03.30 wib menjelang shubuh dia (alm)  dijemput malaikat pencabut nyawa. Sangat nyata saat itu, dia mengeluarkan banyak keringat dan air mata tapi dengan tersenyum. Maka saat dokter mengumumkan jam kematiannya, disitu qw merasa lega. Laki-laki yang selama 20 tahun menguji kesabaranku pergi dengan tersenyum bahagia. Bukan qw aja yang menyadari itu, ya..dia pergi dikelilingi oleh orang-orang terdekatnya.

Anak, mertua, adik dan kakaknya termasuk qw ada disisinya. Saat menulis kisah ini, qw masih aja mengingat detail peristiwanya. Dari kepergiannya, Allah seakan memberikan hidayahnya, sering terbangunnya qw saat tengah malam. Berhasil membuat qw, tidak meninggalkan sholat malam, dan alhamdulillah setiap hari ada tiga surah (Yasin, Al-Waqiah dan Al-Mulk) yang qw baca meski belum sepenuhnya qw pahami artinya.

Cuma tujuan adalah mendapatkan ridha Allah swt dan keutamaannya (maaf bukan bermaksud riya, tapi tujuan qw menuliskan ini agar menjadi pengingat bagi pembaca blog www.tatisuherman.com dan khususnya bagi qw sendiri). Banyak sekali keutamaan yang didapat saat kita mengamalkan dari sholat malam, baca Surah Yasin, Al-Waqiah, Ar-Rahman dan Al-Mulk. Tapi sebenarnya dengan menbaca dan mengamalkan semua surat di Al-Quran banyak manfaatnya untuk kehidupan di dunia dan akhirat.

kehidupan di akhirat
Manusia yang beruntung adalah mengambil kesempatan ketika hidayah diberikan kepadanya 

Selain sholat malam dan membaca keempat surat tadi, adalah nonton youtube atau drama korea/taiwan. (bisa dilihat keutamaan baca surah Yasin disini https://fajar.co.id/2020/03/13/manfaat-dasyat-membaca-surah-yasin-setiap-hari/ ).

Sebenarnya sholat malam atau membaca surat itu juga sering qw lakukan tapi gak kaya sekarang. Alhamdulillah sekarang tidak pernah kelewat meski kadang kesiangan, tapi Allah masih memberi kesempatan meski waktunya mepet ke shubuh. Nonton korea atau film lainnya malah jamnya udah berkurang sedikit demi sedikit. Jadi waktu nonton digunakan saat senggang dan gak ada kerjaan aja.

Selebihnya qw gunakan lihat tausyiah-tausyiah (pencerahan) tentang bagaimana harus menjadi sabar disetiap menerima ujian agar tidak salah sangka Kepada Allah SWT dari ustadz Adi Hidayat atau yang lainnya. Maklum sifat manusia, qw cuma takut terjerumus lebih dalam kesedihan yang bisa membuat qw salah langkah. Apalagi disaat ini, saat Allah benar-benar menunjukkan Kekuasaan-Nya, manusia benar-benar diuji oleh pandemi globa COVID 19 (Corona). Disitu Allah menunjukkan, Dia tidak butuh sholat berjamaah kita, tidak butuh umroh dan haji kita. Semestinya kita sebagai manusia sadar, bahwa semua amal sholeh dan sholat kita adalah untuk kebaikan kita sendiri.

Dari firman Allah yang disebutkan di dalam Al-Qur'an dan Hadist-Hadist shohe, diwajibkan semua manusia mengikuti arahan yang sudah tertulis jelas di sana. Dimana Al-Qur'an dan Hadist juga sunnah Nabi Muhammad saw menjadi tuntunan dan pedoman hidup didunia yang sifatnya hanya sementara. Semoga kita termasuk orang-orang beriman dan beruntung, termasuk golongan kanan yang akan berkumpul di surga-Nya nanti. Semoga COVID 19 (Corona) cepat dimusnahkan dari muka bumi ini. Semoga kita dapat melakukan ibadah dan amal sholeh dibulan suci Ramadhan nanti seperti biasa. Menjalankan sholat sunnah tarweh berjamaah di masjid dan bersalam-salaman bersilahtuhrahmi.

Aamiin.. Aamiin Ya Rabbal'amin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Bella Terra Lifestyle Mall Di Jakarta Utara

CINTA YANG TERPENDAM