Transformasi Digital Di Indonesia Berkembang Pesat

Perkembangan transformasi digital di Indonesia berkembang sangat pesat. Kini dengan QRIS apapun platform nya semua bisa bertransaksi. Begitu mudah dan cepat bertransaksi di jaman sekarang. Saya sebagai ibu rumah tangga yang juga merangkap sebagai seorang Blogger, merasa terbantu dengan adanya QRIS ini. Bayar tagihan bulanan seperti listrik, telepon atau pembayaran asuransi. Cukup scan barcode QRIS, berlaku untuk semua transaksi apapun.

Kalau mau jajan, ngopi atau beli cemilan di stasiun dimana saja yang penting saldo nya mencukupi. Untuk isi saldo juga sangat praktis, lewat ATM, Mbanking atau minimarket. Yang lebih saya suka lagi selain praktis juga banyak promo diskon dan cashback atau poinnya. Bayar listrik aja melalui e-commorce pembayaran melalui OVO sering dapat pointnya, dan poin bisa untuk belanja yang lain.

Sekarang saya memberi uang saku anak-anak pun memanfaatkan aplikasi digital. Dengan begini jadi lebih tahu, mereka menggunakan uangnya untuk apa dan beli apa saja.

transformasi digital
Finding The New Business Models

Bank Indonesia menerapkan Bank Sentral 4.0 dan merilis report Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025). Sebagai salah satu strategi dan dukungan penuh terhadap upaya membangun ekosistem yang sehat. Sebagai pemandu perkembangan ekonomi dan keuangan digital di Indonesia. Pada Blueprint yang disusun, terdapat lima visi utama SPI 2025. Visi tersebut antara lain:

1. Mendukung integrasi ekonomi keuangan digital nasional sehingga menjamin fungsi bank sentral dalam proses peredaran uang, kebijakan moneter, dan stabilitas sistem keuangan, serta mendukung inklusi keuangan.

2. Mendukung digitalisasi perbankan sebagai lembaga utama dalam ekonomi keuangan digital melalui open banking maupun pemanfaatan teknologi digital dan data dalam bisnis keuangan.

3. Menjamin interlink antara fintek dengan perbankan untuk menghindari risiko shadow banking melalui pengaturan teknologi digital seperti application programming interface, kerjasama bisnis, maupun kepemilikan perusahaan.

4. Menjamin keseimbangan antara inovasi dengan consumers protection, integritas dan stabilitas serta persaingan usaha yang sehat.

5. Menjamin kepentingan nasional dalam ekonomi keuangan digital antar negara melalui kewajiban pemrosesan semua transaksi domestik di dalam negeri dan kerjasama penyelenggara asing dengan domestik, dengan memperhatikan prinsip resiprokalitas.

fintech
Panelis diskusi Filianingsih Hendarta, kepala DKSP BI, Indra Utoyo Managing Director Digital IT & Operation PT. BRI, Karaniya Dharmasaputra CEO OVO. Dan moderator Tomi Aryanto Dir. Info Media Digital.

Dua hari yang lalu di Jakarta Bank Indonesia bersama Tempo membuka diskusi Digital Transformation For Economy Indonesia dengan teman Finding The New Business Model. Dengan para panelis diskusi antara lain : Filianingsih Hendarta, kepala DKSP BI, Indra Utoyo Managing Director Digital IT & Operation PT. BRI, Karaniya Dharmasaputra CEO OVO. Dan moderator Tomi Aryanto Dir. Info Media Digital.

Hadir juga Gubernur BI Perry Warjiyo, menurut nya meski kini Indonesia tengah ramai tentang virus Corona, membuat gundah bangsa ini. Tapi kita harus tetap kreatif dan confident. Kata Perry pada diskusi digital ekonomi kemarin (11/03/2020). Di Indonesia tersebar hampir tiga juta warteg dan ukm-ukm yang belum tersentuh digital. Berbeda dengan China yang jajan dikaki lima sudah menggunakan digital.

gubernur bank indonesia
Perry Warjiyo-Gubernur Bank Indonesia  

Harapannya Indonesia bisa seperti itu, sehingga Indonesia pun bisa bersaing dengan negara-negara berkembang lainnya. UMKM di Indonesia masih belum tergarap seperti di sektor pertanian, perdagangan, perikanan dan pariwisata yang harus dikembangkan di sektor keuangan. Apalagi saat ini 55 persen populasi di Indonesia diisi oleh kaum milenial.

Serba menggunakan digital, dari segi perkembangan ekonomi kaum milenial sangat mendominasi. Mereka yang berpikiran kreatif, mereka merupakan market tetapi juga player. Pegawai yang bekerja di Bank Indonesia pun hampir 50 persen nya kaum milenial. Generasi milenial yang semua kegiatannya hampir 90 persen memanfaatkan digital.

Jimmy Muhammad Rifai Gani-Founder & CEO Orbitin

Bersamaan dengan diskusi kali ini juga, telah diluncurkan aplikasi ORBITIN. Anak usaha dari Tempo,  PT Info Media Digital  (IMD)  memperluas cakupan bisnis digital ke pengembangan usaha kecil dengan membangun perusahaan rintisan (star up) Orbitin.  Platform Orbitin khusus dibuat untuk membantu mempromosikan dan mengembangkan usaha-usaha kecil atau UMKM di Indonesia.

Harapannya dengan Orbitin semakin banyak lagi kesejahteraan bagi UMKM-UMKM di Indonesia. Sehingga pengusaha kecil bisa sejahtera dan sektor keuangan di Indonesia bisa maju dan bersaing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Manfaat Nano Water Can Slim Untuk Kesehatan

Bella Terra Lifestyle Mall Di Jakarta Utara