Gejala Penyebab Obat Hipertensi The Silent Killer

Hipertensi atau sebutan umumnya darah tinggi bisa menyerang siapa saja tanpa menimbulkan gejala atau penyebab yang jelas. Hipertensi juga bisa dari keturunan atau genetik, gaya hidup yang tidak sehat serta kebiasaan-kebiasaan buruk yang menjadi faktor pemicu. Sebenarnya saya sudah tidak asing dengan The Silent Killer ini. Nenek dan keluarga dari suami seakan sudah akrab dengan darah tinggi. Suami pun meninggal akibat komplikasi yang disebabkan oleh Hipertensi.

Almarhum suami seringkali mengeluh sakit kepala, tapi kesalahan yang dilakukan adalah tidak rajin minum obat darah tingginya melainkan minum obat sakit kepala. Dan lagi pola makan yang tid,mau di pantang, garam dan lemaknya tidak mau dikurangi. Dia pun perokok meski tidak terlalu sering merokoknya, tapi itu yang menyebabkan dada sesak.

Gejala dan penyebab Hipertensi

Tahun lalu dia menderita batu ginjal, dan dokter memberikan obat untuk batu ginjal dan juga hipertensi. Sayangnya setelah batu ginjal nya sembuh obat hipertensi nya tidak mau diminum lagi. Ada aja alasannya jika, saya suruh minum obat darah tinggi, malah obatnya dibagikan kepada kakak dan adiknya yang sudah mempunyai riwayat darah tinggi. Dibandingkan dengan suami saya, mereka rutin minum obatnya setiap pagi. Pada dasarnya Hipertensi atau penyakit menular ini sebenarnya tidak bisa disembuhkan melainkan hanya bisa dicegah dengan rutin minum obat.

hari hipertensi sedunia 2019
Hari Hipertensi Sedunia 2019

Penderita Hipertensi tidak boleh putus atau berhenti minum obat, harus rajin cek tekanan darah di pospindu lansia yang memang sudah disiapkan oleh pemerintah untuk menanggulangi kematian yang diakibatkan oleh Hipertensi. Ini sebagai bentuk keprihatinan pemerintah terhadap penderita. Kalau di wilayah rumah saya, kader nya dan didampingi dokter keliling dari rumah kerumah.

Hipertensi yang tidak diobati atau rutin minum obat akan mengakibatkan komflikasi. Seperti gagal ginjal, jantung koroner, atau penyakit lainnya. Suami saya pun mengalami komplikasi, jantungnya bengkak dan bernafas pun sesak. Ini pun karena terlambat ditangani, malam sebelum dibawa ke rumah sakit dia mengeluh pandangannya ada berbayang, kedua kakinya lemas. Semakin lama gejala pun bertambah, menjelang dini hari berbicara pun sudah pelo bibir menyamping, pandangannya ke atas dan tekanan nya darahnya 200/120.

Seperti gajala stroke, saat itu juga langsung saya bawa ke rumah sakit Tarakan yang tidak jauh dari rumah. Disana langsung ditangani, dilakukan CT Scan, dengan hasil ada pembengkakan pada jantungnya. Hari Jumat 25/01/2019 pukul  01.00 wib hari berikutnya, keadaannya bertambah drop dan diberi tindakan dipasang alat bantu pernapasan. 03.30 wib akhirnya suami saya meninggal dunia. Dia meninggal memasuki usia 49 tahun.

hari hipertensi sedunia 2019
Kendalikan tekanan darah mu dengan CERDIK

Kendalikan Tekanan Darahmu dengan CERDIK

Penyakit Jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler merupakan masalah kesehatan utama di negara maju maupun negara berkembang dan menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya. Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan paling banyak disandang masyarakat.

Data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukan sekitar 1,13 Miliar orang di dunia menyandang hipertensi terus meningkat setiap tahunnya. Diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 Miliar orang yang terkena hipertensi, dan diperkirakan setiap tahunnya 10,44 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya.

Hipertensi terjadi pada kelompok umur 31-44 tahun (31,6%), umur 45-54 tahun (45,3%), umur 55-64 tahun (55,2%). Hipertensi bisa dicegah dengan mengendalikan perilaku berisiko seperti merokok, diet yang tidak sehat seperti kurang konsumsi sayur dan buah serta konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, obesitas, kurang aktifitas fisik, konsumsi alkohol berlebihan dan stres.


kemenkes
Media Briefing 17 Mei 2019

Dalam memperingati Hari Hipertensi Sedunia 2019, tema yang diangkat "Know Your Number, Kendalikan Tekanan Darahmu dengan CERDIK". Tema ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat bahwa hipertensi dapat dicegah dan diobati. Tema tersebut juga menegaskan agar setiap orang melakukan pengukuran tekanan darah secara berkala dan mencegah serta mengendalikan hipertensi.

Beberapa hari lalu (17/05/2019), Kementerian Kesehatan menyelenggarakan media briefing, dan dilakukan sosialisasi lainnya agar tersampaikan pesan penting tentang Hipertensi. Diharapkan para blogger pun dapat menyampaikan pengetahuan seputar pencegahan, gejala dan obat Hipertensi. Pada pertemuan tersebut menghadirkan narasumber Ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia, Dr. Tunggul Sitomorang, SpPD-KGH, FINASIM, dr. Lusiana, SpPD, k-KV, FINASIM dan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Cut Putri Arinie, M.H.Kes.

Sekira dengan kerjasama dari berbagai pihak dan kesadaran masyarakat itu sendiri dapat mengurangi penyakit tidak menular ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Bella Terra Lifestyle Mall Di Jakarta Utara

Harga Teman Giant Untuk Produk Favorit Pelanggan