BUMN Luncurkan Aplikasi LinkAja Dalam HUT Ke 21

Dalam merayakan hari jadinya yang ke 21, BUMN menyelenggarakan serangkaian acara padat karya, kelas kreatif dan meluncurkan aplikasi barunya LinkAja. Melakukan city tour dan juga mengadakan Half Marathon di Banyuwangi diikuti oleh masyarakat sekitar bahkan ada yang sengaja ikut meramaikan dari luar kota. Sejak 2016 hut BUMN selalu melibatkan masyarakat sekitar dalam merayakan ulang tahunnya. Oh iya BUMN juga membuka lapangan kerja dan goes to campus, ini membuktikan BUMN hadir untuk negeri.

Beberapa hari yang lalu saya dan beberapa teman blogger, berkesempatan nonton langsung  acara Paradigma Pemikiran Untuk Negeri sebuah acara di USee TV channel di jalan Thamrin. Paradigma sebuah acara dengan tema seru mengangkat topik yang sedang hangat diperbincangkan. Episode ke 12 ini Paradigma mengangkat tema "Seru Bareng di HUT BUMN". Hadir juga sebagai narasumber di episode kali ini ada Bapak Harry selaku Deputi KBUMN, Yossi Istanto Direktur Human Capital BTN, Rendy Herison Analis Media Sosial dan Wendy Marc seorang Influencer.

hut bumn ke 21
Blogger nobar Paradigma di Usee TV

Dipandu oleh host duo Mantul Vina dan Bisma, acara ini semakin menarik dengan mengupas tuntas dari isu-isu miring yang mengaitkan HUT BUMN dengan kampanye salah satu paslon no 1 pasangan Jokowi Maruf. Memang hari berdirinya Kementerian BUMN pada tanggal 13 April 1998, tentu saja berdekatan dengan pesta demokrasi kali ini yang tidak bisa dirubah lagi tanggalnya.

Anehnya, kemungkinan dari beberapa nitizen yang kurang menyukai paslon no 01 ini yang menyebarkan berita hoax. Sebenarnya sih bila dilihat dari pemikiran yang netral, ini tidak ada kaitannya sama sekali. Kenapa ini yang dijadikan kesempatan para rival dari paslon Jokowi Maruf untuk menjatuhkannya atau dicari-cari kesalahan dari kepemimpinan Jokowi. Sehingga diangkatlah berita "mentang-mentang berkuasa menggunakan kekuasaan demi kepentingan pribadi".

Harry dari KBUMN pun menjelasakan "ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan pemilihan presiden, karena memang hut BUMN tidak bisa dirubah lagi, lagi pula kenapa pada tahun-tahun lalu saat perayaan hari jadi BUMN tidak ada berita miring seperti ini". Terdengar pula bahwa BUMN mengalami kerugian, kembali bro Harry menjelaskan justru BUMN mengalami keuntungan yang meningkat tiap tahunnya hingga triliunan rupiah.

LinkAja mengajak masyarakat untuk mengikuti perkembangan di era digital 4.0

Udahlah ya biarkan aja berita-berita miring itu yang penting kan faktanya, ya ga sih gaes. Rakyat sekarang kan udah pada pintar-pintar menyikapi sebuah berita. Oh iya, ada aplikasi baru yang diluncurkan oleh BUMN yang tentunya mengajak rakyat agar mengikuti kemajuan di era digital 4.0. LinkAja dihadirkan untuk mempermudah masyarakat untuk melakukan transaksi dimana saja.

kementerian bumn
Narsum yang hadir di Paradigma

Tujuan pembentukan platfrom sistem pembayaran LinkAja untuk mempermudah transaksi pembayaran dalam satu wadah.
Kenapa kita punya sistem pembayaran ini berbeda-beda antara bank, telekomunikasi? Kenapa tidak kita jadikan satukan saja agar menjadi lebih efisien dan bisa menjangkau masyarakat di seluruh pelosok Indonesia"? Kata Menteri BUMN, Rini Soemarno.
LinkAja merupakan bagian dari perwujudan program cashless society yang diusung pemerintah dalam Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT). Dengan aplikasi LinkAja kamu bisa berbelanja di e-commerce favorit dengan membayar menggunakan PIN dan atau OTP dari LinkAja. Bayar tagihan dan transfer uang makin mudah tanpa pakai kartu kredit. Cukup dowload aplikasi LinkAja dan mulai bertransaksi langsung dari smartphone kita.

bumn luncurkan aplikasi linkaja
BUMN luncurkan aplikasi LinkAja di HUT ke 21

LinkAja akan menggabungkan dompet digital milik Telkomsel dan Bank BUMN, dengan ini T-Cash Telkomsel, ecash Bank Mandiri, Yap! BNI, TBank milik BRI akan melebur menjadi LinkAja. Nah, kemudahannya menggunakannya adalah nomor rekening LinkAja adalah nomor telepob selular dari Pemegang LinkAja, dimana satu rekening LinkAja hanya berlaku untuk satu nomor selular dalam jaringan Indonesia dan juga sebaliknya.

Yang lebih saya suka adalah aplikasi ini, memiliki fungsi yang sama dengan uang tunai sebagai alat pembayaran yang sah, dimana nilainya setara dengan nilai uang tunai yang disetorkan terlebih dahulu ke rekening LinkAja. LinkAja bisa digunakan seperti OVO dan Gopay, dimana pengguna dapat menggunakan fitur alat pembayaran di merchant-merchant offline yang sebelumnya menjadi rekanan perbankan BUMN dan Telkomsel.

LinkAja juga bisa dipakai untuk membeli BBM di POM Bensin, pengiriman uang digital (remitansi), beli pulsa dan internet, bayar listrik, dan tagihan air PDAM. Untuk top up menggunakan Bank dari BUMN gratis biaya administrasi. Selain menggunakan transfer bank, top up LinkAja juga bisa dilakukan melalui mini market seperti Alfamart, Alfamidi, Indomaret, Circle K, Dan+Dan, FamilyMart, dan Suzuya.

Jadi kalau sekarang lebih baik ketinggalan dompet daripada handphone ya. Kalau dompet ketinggalan kita masih bisa bertransaksi dengan LinkAja lewat smartphone tapi kalau hp yang ketinggalan bisa mati gaya kita... Ya ga sih gaess. Semoga tulisan ini bermanfaat ya, oh iya satu lagi nih Bijak lah membaca berita sebelum menyebarkannya dan mengecek kebenarannya dari sumber yang valid.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Bella Terra Lifestyle Mall Di Jakarta Utara

Harga Teman Giant Untuk Produk Favorit Pelanggan