Mendagri Resmikan Pembukaan Rakornas 2019 Di Jakarta

Sadar ga sih minat baca di Indonesia masih kurang, hanya beberapa persennya saja. Kebanyakan dari generasi milenial lebih tertarik membaca status atau berita di media sosial yang belum tahu kebenarannya. Memang sih dari smartphone pun juga kita bisa membaca, seperti e-book ada yang gratis atau berbayar.

Saya sendiri berlangganan e-book setiap bulannya dari provider yang yang saya pakai. Sebenarnya ini hanya lebih praktis saja, bisa membaca dimana saja dan kapan saja tanpa mesti membawa-bawa bukunya. Tetapi, selain ada kelebihannya juga ada kekurangan, yaitu disaat signal sedang tidak stabil dan harus selalu tersedia pulsa saat ingin perpanjang.

Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan (RAKORNAS) 2019.


rakornas 2019
Mendagri didampingi Kepala Perpusnas menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Jambi Dr. Drs H. Fachrori Umar, Walikota Surabaya, Dr. (H.C) Ir. Tri Rismaharini, M.T, Sri Sultan Hamengku Buwono X

Hari ini saya berkesempatan menghadiri peresmian Rakornas 2019 di Hotel Bidakara Gatot Subroto Jakarta. Acara yang diselenggarakan oleh Perpusnas setiap tahunnya ini dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan kepala daerah serta peserta dari berbagai propinsi di Indonesia.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Perpustakaan Nasional. Rakornas 2019 ini pun diadakan mengingat kelembagaan perpustakaan dinilai telah menjadi elemen penting dalam pembangunan nasional. Pemerintah menunjukkan perhatian yang besar untuk pengembangan dan peningkatan peran perpustakaan masuk dalam program dan kegiatan Prioritas Nasional perihal " Penguatan Literasi untuk Masyarakat" dengan indikator "Meningkatnya Kualitas Pelayanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial".

tjahjo kumolo
Perpustakaan mempunyai peran penting demi mewujudkan manusia berkualitas

Dengan demikian, perpustakaan pada kali ini mengusung tema "Pustakawan Berkarya Mewujudkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat".

Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan ini diselenggarakan sejak tanggal 14-16 Maret 2019. Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia saat ini memiliki 164.610
perpustakaan, yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah infrastruktur perpustakaan terbanyak nomor dua. “Infrastruktur perpustakaan Indonesia nomor dua berada dibawah India yang memiliki 323,605 perpustakaan, dan berada di atas Rusia dengan 113,440
perpustakaan dan China di urutan keempat dengan 105,831 perpustakaan”, lanjut beliau.

tjahjo kumolo
Peserta Rakornas 2019 begitu antusias menyambut Mendagri Tjahjo Kumolo

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo dalam pidato menyampaikan Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo dalam pidatonyanya menyampaikan bahwa perpustakaan memiliki peran penting dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, mandiri dan mampu berdaya saing di era global. “Salah satu peran penting tersebut ialah membangun ekosistem masyarakat berpengetahuan (knowledge based society)”, tambah beliau.

Dalam sambutannya juga Beliau menekankan kepada seluruh pemerintah daerah untuk segera membentuk Dinas Perpustakaan bagi pemerintah daerah yang belum memilikinya, Memperkuat struktur kelembagaan dan tata laksana perpustakaan kecamatan dan desa/kelurahan; Mendorong penyelenggaraan Perpustakaan Umum pada tingkat provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa/Kelurahan berjalan dengan baik. Memacu pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah, pentingnya pembangunan perpustakaan di wilayah tertinggal, terdepan, terluar dan perbatasan (3TP).

Dalam acara pembukaan Rakornas 2019 juga Mendagri didampingi Kepala Perpusnas memberikan penghargaan kepada:

1. Gubernur Gubernur Jambi, Dr. Drs. H. Fachrori Umar, M.Hum., sebagai pemimpin daerah yang berkomitmen dalam pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial di wilayahnya.

2. Walikota Surabaya, Dr.( H.C.) Ir. Tri Rismaharini, M.T., sebagai pemimpin daerah yang berkomitmen dalam inovasi layanan perpustakaan umum.

3. Sri Sultan Hamengku Buwono X, diberikan penghargaan atas kepedulian dan komitmen beliau terhadap pelestarian naskah kuno di lingkungan keraton Yogyakarta.

Selain penghargaan, diserahkan secara simbolis bantuan perpustakaan kepada:

1. Dirjen Pemasyarakatan untuk bantuan Perpustakaan Lapas (Sri Puguh Budi Utami)
2. Bupati Ngawi untuk bantuan Perpustakaan Pondok Pesantren (Ir. H. Budi Sulistyono)
3. Bupati Pulau Pisang untuk bantuan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
(H. Edy Pratowo, S.Sos., M.M.)
4. Bupati Ketapang untuk bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Perpustakaan
(Martin Rantan, S.H.)
5. Bupati Sambas untuk bantuan untuk Perpustakaan Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (H. Atbah Romin Suhaili, Lc) .



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Harga Teman Giant Untuk Produk Favorit Pelanggan

Ketika Maut Memisahkan Kita