Dilema Piara Kucing Dirumah

 Aku tinggal dikawasan padat penduduknya, masuk gang kecil  dan masuk gang kecil hingga mentok gang buntu. Sembilan yang lalu tepatnya , pertengahan tahun 2009  aku membeli rumah yang sekkarang ditinggali. Rumah mungil ukuran 3 x 9 meter itu, namun nyaman kami tinggali. Enam tahun yang lalu, anakku membawa anak kucing pemberiaan temannya. Lucu anak kucing itu kami beri nama Yuki yang artinya salju. Setelah Yuki berusia 1 tahun, kembali anakku membawa anak kucing yang katanya telah ditemukan terlantar di spbu Tangerang. Singkatnya aku mengurus anak kucing itu seperti anak bayiku sendiri, Lucky namanya. Setiap dia nagis atau ngeong-ngeong pasti aku gendong dan kuberi susu.

Kucing
Kucingku punya nama Yuki

Kucingku sayang ku mengasihinya setulus hati

Lucky pun tumbuh besar dan sehat, mungkin jika dia manusia pasti cantik, mukanya mungil. Lucky kucing yang resik buang airnya selalu dikamar mandi. Berbeda dengan Yuki yang suka pipis sembarangan. Selain Yuki dan LUcky ada juga Lei kucing perempuan yang sudah di steril, anak Belang yang kawin sama Yuki, Belang suka main ke rumah tapi sekarang entah kemana. Dari 2 kali melahirkan yang tersisa masih hidup hanya Lei yang juga sangat cantik menurutku. Usianya tidak beda dengan Lucky, dia juga gak jorok bung airnya di kamar mandi. Lucky pun akhirnya hamil dan melahirkan tiga anak yang lucu-lucu juga manis, sayangnya hanya satu yang hidup, ku beri nama Nak. Total dirumah jadi ada 4 kucing, nah si Nak ini kalau gak ketauan suka pup dibelakang tangga.

Suamiku suka marah, dia selalu mengomel kalau rumah jadi bau, tapi dia juga suka memberi mereka makan. Bahkan saat aku gak ada dia suka membelikan ikan di warung nasi. Benar sih katanya, memang rumahku jadi bau dan banyak bulu-bulu bertebaran. Apalagi kadang kucing-kucingku tidur diatas kasur, mereka seakan gak mau jauh dariku. Masak, nyuci, ngejemur pokoknya setiap aku kemana mereka selalu  mengikuti. Lucky pun melahirkan untuk kedua kalinya berjumlah tiga bayi kucing lucu. Bertambah lagi anggota keluarga.

Dilema piara kucing dirumah
Kiki anak luki generasi ketiga


Bingung juga disatu sisi suaamiku kebauan, disisi lain aku gak tega jika mereka diadopsi orang. Pernah juga Lei, Yuki dan Nak sudah masuk keranjang siap diantarkan kerumah temanku yang ingin mengadopsi mereka. Tetapi suamiku melihatnya tidak tega dan menyuruh melepaskan mereka. Akhirnya tidak jadi diberikan orang, sekarang suamiku kembali marah-marah dan menyuruhku untuk diberikan pada temanku. Aku jadi kepikiran, apalagi Nak sedang muntaber dan Lucky baru saja 2 minggu melahirkan.

Kucingku sayang kucingku malang

Aku sangat mengasihi mereka dan sudah ku anggap seperti anakku sendiri. Mau di taro diluar rumah juga pasti nantinya akan menimbulkan keributan. Para tetangga dirumah termasuk usil, aku takut mereka dibuang, sebab si Belang aja sekarang entah kemana dan lagi takut mereka buang air sembarangan. Miara mereka kasihan suamiku dan rumah juga jadi bau, malu kalau ada tamu, tapi aku sayang dia begitu pun kedua putriku. Sebenarnya dulu banyak anak-anak kucing jalanan yang aku bawa ke rumah, mereka semua mati dipangkuanku. Entah sudah berapa banyak aku menyaksikan mereka meregang nyawa akibat sakit yang tiba-tiba.

Ini pun dilema miara kucing dirumah, tetapi kalau dibuang dijalan mereka pasti ketakutan karena tidak terbiasa dengan dunia luar. Kalau tetap dirumah, suamiku sensitif dengan rasa bau yang timbul dari kucing. Padahal mereka pup ya di kamar mandi, dan memang meninggalkan bau menyengat. Makanya setelah kotoran dibuang di wc tempat dia pup aku siram dengan pemutih baju.

Tanpa sadar suka tersenyum sendiri melihat kelakuan mereka

Apalagi ketiga anak luki udah besar dan kini bertambah lagi 3 ekor baby, malahan sekarang dia hamil lagi. Luki gak bisa di steril dikarenakan punya sakit telinga. Mungkin aku harus merelakan mereka semua dijalanan dan semoga Allah SWT melindungi mereka. Amin

Komentar

  1. Aq jg yg awalnya gak suka wktu suami niat ngadopsi memong kucingku sekarang. Tapi sekarang jd sayang seperti anak sendiri malah suamiku termasuk royal klo buat kebutuhan anak kaki 4nya, karena suami gak sk ikan dan bau amis jadinya jatah makan selingan kucing kesayangan daging ayam deh. Malah sekarang dry foodnya yg jd selingan haha.. 1 ekor ayam buat 3-4 hari jatah makannya memong

    BalasHapus
  2. Mak Taty kaya itu kucing perlu di buatkan kamar tersendiri biar suami tidak kebauan dan tidak naik tempat tidur.

    Sehat terus kucing kucing kesayangan Mak taty

    BalasHapus
  3. Mbaaaa, saya suka banget loh ama kucing, tapi enggak pup dan pipisnya, hahaha
    Di rumah kami ada kucing liar yang suka berteduh dan tidur di teras kami, oleh suami saya dikasih makan, lama-lama kucingnya gak mau pergi, setia banget ama kami.

    Eh dasar kucing betina ya, kerjaannya hamiiilll dan melahirkan mulu.
    Lalu anak-anak yang lucu itu kasian banget saya.
    Saya masukan lah ke rumah, dan masha Allah...
    Saya migren gegara pup dan pipisnya.

    Tahun lalu saya hamil, dengan berat hati sambil nangis2 berhari2 kucing2 lucu itu terpaksa di bawa ke pasar, terus ditinggal di sana.
    Saya nangis berhari2 dong huhuhu.
    Tapi gimana lagi, saya ga kuat bau pipis dan pupnya, terlebih saya parno lagi hamil, takut injak pupnya kan bahaya :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar setelah selesai membaca.

Postingan populer dari blog ini

Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Harga Teman Giant Untuk Produk Favorit Pelanggan

Ketika Maut Memisahkan Kita