Cintamu Tertinggal Disini

Uffs.. seketika jantungku berdegup kencang, saat melihat punggung seseorang disana. Hati pun bertanya-tanya apakah itu dia yang selama ini ingin ku temui sekali saja disisa hidupku. Rasanya ingin berlari menghampirinya, tapi kaki ini seakan membeku sulit tuk digerakkan.

Cintamu tertinggal disini
Kala sunyi saat sendiri

Entah sudah berapa kali, aku mengkhayalkan dirinya. Bertemu dan memeluknya serta bercerita seperti dulu. Selalu happy ending dalam khayalanku. Setelah kembali ke realita yang ada, dadaku terasa sakit dan mata ini pun kembali basah ketika mengingatnya.

Kini aku harus mengendalikan emosi dan perasaanku ketika melihatmu disana. Tak terasa 22 tahun waktu pun berlalu, kabarmu seakan lenyap dihembus angin. Banyak sekali yang ingin ku tanyakan, namun melihat mu tersenyum dengan seseorang. Aku pun ingin membuang rasa penasaran dan rindu ini.

Sendiri menahan rindu

Melihat senyummu hatiku menjerit entah kenapa. Rasa sakit dan luka ku ternyata masih ada. Mungkin Tuhan ingin mengujiku, atau memang sudah saatnya aku harus membuang rasa ini. Suara mc memecahkan kesunyian hati ini, tanda acara akan dimulai. Tersadar diriku bahwa saat ini aku sedang bekerja.

Ya pekerjaan ku adalah meliput acara yang sedang berlangsung. Sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang influencer harus memposting acara di sosial media. Aku pun sedikit melupakan kegalauan hati ini.

Tidak sengaja pandangan kita bertemu.
"Astaga kamu tersenyum, apakah itu ditujukan padaku?" Mata ku tidak jelas melihat arah bola matanya. Mata ini memang mempunyai kendala saat melihat jarak jauh. Memang mata ini min tiga, tapi aku malas pakai kacamata, menurutku sangat tidak nyaman saat dipakai.

Cintamu tertinggal disini
Terus melangkah melupakanmu

Akhirnya acara pun selesai ditutup dengan makan siang. Sumpah makan siang kali ini rasanya ingin ku lewatkan dan segera meninggalkan gedung. Tapi apa daya perutku tidak mau diajak konpromi. Terpaksa aku pun sedikit menguatkan hati dan menghilangkan kegalauan ini.

Aku memilih duduk bersama teman-teman media lainnya. Bersenda gurau dan mengobrol bersama mereka, sedikit menghilangkan gundah gulana hati ini. Aku pun segera menghabiskan suapan terakhir, hingga situasi yang tidak diinginkan dan juga yang ku impikan terjadi.

Cintamu tertinggal disini
Malam jadi saksi bisu saatku mengenangmu

"Ti.. sapa mu lirih memanggilku." Rasanya sudah lama aku merindukan suara itu.

"Ya.. jawabku." Dengan hati berdebar-debar.

"Kamu masih seperti dulu gak ada yang berubah". Kata mu sambil mengambil posisi tempat duduk disebelahku. Aku hanya tersenyum dan langsung pamit padanya.

"Maaf ya aku duluan."

"Ti.. bisa kita bicara sebentar." Pintamu agak sedikit memelas.

"Cuma lima menit ya, sebentar aja pliss." Kamu mulai setengah memaksa.

"Maaf sepertinya udah ga ada yang harus kita bicarakan lagi, "kataku menolak halus .

"Aku cuma mau minta maaf, karena pergi begitu saja tanpa memberitahu." Katamu menjelaskan.

"Ga yang perlu dimaafkan, karena kamu dan aku gak bersalah. Keadaan lah yang membuat kita harus mengalami semua ini.

Lagi pula cinta kita kala itu terlalu dini, dan hanya untuk dikenang saja."

"Aku pun sudah lama memaafkan mu, karena aku juga kuliahmu jadi terganggu." Kataku sambil menatap matamu yang sedikit basah.

Ah.. aku pun tak tahan juga dan akhirnya ikut berderai air mata ini.

"Semoga kamu selalu bahagia dimana pun berada".

"Mulai sekarang kita harus lebih bahagia, melupakan masa lalu dan melangkah menghadapi hari-hari yang cerah." Ucapku mengakhiri pembicaraan ini.

Terima kasih padamu sudah mengajarkanku merasakan cinta penuh kepedihan dan kerinduan. Merasakan cinta sekaligus benci. Cukup sudahi cerita kita sampai disini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Bayar Tagihan Listrik Di Traveloka Jadi Mudah Bisa Dimana Aja

CINTA YANG TERPENDAM