Pendakian Gunung Guntur Rasa Semeru

Disetiap perjalanan pasti mempunyai sebuah cerita.

Gunung Guntur Garut Jawa Barat
dok. @KOPER

Begitu pula dengan pendakian ku ke Gunung Guntur, sebelum berangkat seperti biasa aku searching di Wikipedia. Tertulis jelas gunung guntur hnya 2245 mdpl dari permukaan air laut. Memang benar gunung yang tidak terlalu tinggi, dikenal juga dengan gunung panas alias tidak terlalu dingin seperti gunung prau atau gunung lainnya. Tetapi track atau jalurnya menurutku sangat menantang seperti gunung semeru.

Garut
Pemandangan dari kaki gunung guntur di pos 3

Pendakian Gunung Guntur

Tanggal 22 Juni 2018 kemarin saat akhir liburan lebaran hampir habis, kami dari Komunitas Backpacker (KOPER) mengadakan pendakian ke Gunung Guntur dengan jumlah peserta sebanyak 15 orang. Rencana pendakian dadakan sangat membuatku antusias karena liburan lebaran ini gak kemana-mana, hanya berziarah ke makam orangtua di Bogor. Awalnya untuk menuju Gunung Guntur yang letaknya di daerah Garut Jawa Barat, kami menggunakan transpotasi umum. Namun ketika H-1 rencana berubah, akhirnya kami menyewa mobil Elef berkapasitas 15 orang.

Kota Garut
Dari pos 3 bisa terlihat jelas kota Garut

Dengan sharecost 250 ribu perorang sudah termasuk tiket registrasi. Pendakian Gunung Guntur memang terbilang sangat murah, simaksinya hanya 10 ribu perorang namun dipintu pertama saat memasuki desa Tarogong, kami sudah di mintai uang seikhlasnya oleh pemuda lokal dan pintu kedua pun begitu terakhir di loket resminya untuk perorang dimintai 10 ribu.

Jalur Gunung Guntur. Menuju pos 2
Track menuju pos 2 dok. @ipulliman

Jumat malam (22/6/2018) kami berangkat dari UKI kurang lebih pukul 22.15 wib. Jalanan nampak begitu lenggang, maklum masih suasana lebaran jadinya lancat jaya. Tepat pukul 03.00 wib kami tiba di kota Garut, dan beristirahat di pom bensin  sambil menunggu jam 6 pagi untuk menuju basecamp Abah. Setelah sampai di basecamp, kami mengganti pakaian, dan packing ulang. Di sana banyak truk pengangkut pasir yang berlalu lalang.

Untuk menghemat tenaga kami menumpang di truk pasir, bukannya numpang sih kami membayar 12.000 perorangnya. Menurut penduduk setempat, dari basecamp ke galian pasir itu bisa memakan waktu (standar/normalnya) kurang lebih dua jam. Jadi lumayan kan bisa hemat waktu dan tenaga, tapi ya gitu harua kuat berpegangan karena jalannya yang berbatu dan menanjak.

Semeru kecil
Guntur rasa Semeru

Guntur Rasa Semeru

Setelah setengah jam diatas truk, akhirnya kami sampai juga. Pak Sopir menunjukkan jalan setapak menuju curug atau pos 2 yang katanya disitu ada saudaranya yang buka warung kopi dan juga tersedia baso cuwanki. Agak curiga juga sih jalan setapak ini terlihat jarang dilalui orang dan kanan kirinya banyak tumbuh ilalang yang tinggi. Setelah menyusuri jalan yang agak bebatuan selama satu jam, sampai juga di warung yang ditunjukkan oleh Pak Sopir. Kami menyicipi baso cuwanki yang dibandrol dengan harga sepuluh ribu, tapi kalau menurutku rasanya kurang enak.

Sumber air di gunung guntur
Sumber air di gunung guntur

Setelah nyemil-nyemil dan foto-foto di curug, kami melanjutkan perjalanan menuju pos 3 untuk mendirikan tenda disitu. Perjalanan dari pos 2 ke pos 3 memakan waktu kurang lebih 2 jam dengan jalur yang lumayan terjal dan bebatuan besar juga pasir. Kalau kata teman-teman yang lain , jalurnya sama seperti Gunung Semeru. Apalagi dari pos 3 ke puncak jalurnya lebih parah lagi.

Jalur Gunung Guntur
Disini harus hati-hati karena jalur yang berpasir dok. KOPER

Ada beberapa teman rombongan yang tergelincir saat turun dan ada juga pendaki lain sampai di evakuasi oleh timsar. Cuaca saat itu berkabut, itu yang menjadi alasan saya tidak summit. Pukul 04.00 peserta yang lain summit, saya dan kedua teman lain juga tinggal di tenda. Apalagi jalurnya seperti Semeru.

Ada drama di kaki gunung guntur

Savana gunung guntur
Walau drama tapi tetap seru dok. @ipulliman

Disetiap perjalanan ada cerita dan kesan yang berbeda-beda. Juga pasti ada kejadian unik yang tak terlupakan. Drama kali ini salah seorang peserta laki-laki rombongan KOPER ada yang langsung turun lagi menuju Jakarta, hanya karena di isengin oleh teman-teman yang lain. Mungkin dia lagi psm kali ya sampe segitunya, untungnya lokasi pendakian dekat dari Jakarta. Katanya sih jam 2 pagi dia udah sampai di Jakarta.

City light Garut
Lampu-lampu dirumah penduduk mulai menyala sungguh pemandangan yang sangat luar biasa dok. Ipulliman

Oh iya, kalau kamu mau hemat berangkat ke Garut dari Jakarta, cukup naik mobil sayuran yang akan kembali ke Garut. Gak gratis loh, perorang akan dikenakan tarif Rp 30.000 ,- dari Pasar Induk, lumayan lah jadi hemat.

Gunung Guntur rawan Begal

Nih gaes yang perlu kamu hati-hati saat mendaki ke gunung guntur selain keselamatan diri, barang-barang berharga pun perlu di jaga. Petugas di loket 3 saat kita melaporkan diri pun menjelaskan, sebaiknya:
- Dalam 1 tenda harus ada laki-lakinya
- Harus ada yang berjaga-jaga di lokasi camp saat summit atau malam hari
- Barang berharga sebaiknya taro di tengah-tengah dalam keril atau daypack
- Sebaiknya jadikan keril bantal

Kabarnya lagi mereka (begal) ada yang sampai menggunakan benda tajam. Jujur sih saya sempat deg-degan jadinya selalu waspada.

Jadi kemana pun gunung yang akan kamu daki sebaiknya jaga barang-barang berharga. Apalagi hati ya gaes 😘
Baca juga keseruanku saat mendaki Gede Pangrango bersama teman-teman tang lain.



Komentar

  1. Waaah, jd deg2an juga nih bacanya.. tp aman terkendali kan mba?

    BalasHapus
  2. wah pasti ayik ya memacu adrenalin

    BalasHapus
  3. Whoaa track-nya lumayan nanjak dan sempit yaaa. Keren ih masih naik-naik gunung.

    BalasHapus
  4. Ahh, selalu seruu dan banyak cerita pas pendakian ...
    Dah beberapa bulan nih absen naik gunung, takut ujan hahahaaa

    BalasHapus
  5. wah asyikya memacu adrenalin sekali, jd inget jaman muda dulu ya suka naik gunung

    BalasHapus
  6. Waduh ada info soal begal segala. Aku jg pasti bakal merinding disko klok ada info gt pas lg ndaki. Etapi itu seneng bgd ketemu sumber air pas perjalanan. Seger kayaknya ya mbk

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar setelah selesai membaca.

Postingan populer dari blog ini

Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Bayar Tagihan Listrik Di Traveloka Jadi Mudah Bisa Dimana Aja

Lebih Mengenal Arti Rezeki Sebenarnya Di Buku Aplikasi Pencari Rezeki