Pekan Imunisasi Sedunia Bersama Terlindungi Dan Lindungi

Hari ini (25 April 2018)  diadakan Seminar Media Pekan Imunisasi Sedunia 2018 di Gedung IDAI Salemba Jakarta, acara dihadiri oleh rekan media dan blogger. Hadir juga Prof.Dr. Cissy B. Kartasasmita, Sp.A(K) M.Sc, PhD-Ketua Satgas Imunisasi IDAI, Dirjen P2P Kementerian Kesehatan, Dr. Vinod Kumar Bura-Medical Officer EPI World Health Organization Indonesia, DR.Dr. Aman B. Pulungan, Sp.A(K) FAAP, DR.Dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K) M.TropPaed, DR. H. M. Asroun Ni'am Sholeh, MA, Dr. Piprim B. Yanuarso, Sp.A(K).

Pekan Imunisasi Sedunia 2018
Pekan Imunisasi sedunia 2018 dok. Kemenkes

Pekan Imunasasi Sedunia 2018

24-30 April 2018 diperingati Pekan Imunisasi Dunia dan tanggal 29 April nanti akan di selenggarakan di Pandeglang yang dihadiri oleh Bapak Presiden Joko Widodo. 
Tema yang diangkat tahun ini adalah "Capai Imunisasi Lengkap Bersama Melindungi dan Terlindungi". Dengan imunisasi akan menyelamatkan jutaan nyawa dan secara luas diakui sebagai salah satu intervensi kesehatan yang paling berhasil dan efektif didunia.

Mr Vinod Kumar Bura Medical Officer, EPI WHO Indonesia
Mr. Vinod Kumar Bura-Medical Officer, EPI WHO Indonesia

Imunisasi mencegah penyakit, kecacatan dan kematian dari penyakit yg dapat dicegah dg imunisasi. Seperti tuberkulosis, hepatitis B, difteri, pertusis, tetanus, polio, campak, diare akibat rotavirus, pneumonia, gondongan, rubella dan kanker serviks. Imunisasi merupakan hak wajib anak untuk mendapatkannya. Sayang masih banyak anak yang lahir di bidan tidak mendapatkan imunisasi. Diharapkan setiap orang terlindungi dari penyakit yang bisa dicegah dengan pemberian vaksin.

Vaksin dan manfaatnya

Vaksin adalah produk yang terdiri dari virus atau bakteri mati atau yang dilemahkan atau, komponen kecil dari virus atau bakteri yang digunakan untuk pertahanan tubuh.

Manfaat Vaksin antara lain:
-Vaksin memberikan kekebalan spesifik terhadap penyakit tertentu
-Mencegah kesakitan, kecacatan, bahkan kematian
-Mencegah meluasnya penyebaran penyakit
Jangan ragu untuk memberikan imunisasi pada anak. Vaksin yang beredar aman untuk bayi karena sudah melalui uji klinis dan mendapat inin edar dari BPOM dan dipantau delama vaksin beredar oleh BPOM, produsen vaksin, dan Komnas PP KIPI (Komite Nasional Penanggulangan dan Pengkajian Kejadian Pasca Imunisasi. Efek samping dapat timbul dalam derajat yang ringan, sedang sampai berat (sangat jarang).

Prof Dr. Cissy B. Kartasasmita, SpA(K)
Ketua Satgas Imunisasi IDAI-Prof Dr. Cissy B. Kertasasmita

Berdasarkan UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009 bahwa setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dg ketentuan utk mencegah terjadinya penyakit yg dpt dihindari melalui imunisasi.
Pemerintah wajib memberikan imunisasi lengkap kpd bayi dan anak. Kadang karena jauhnya tempat pemberian imunisasi dan waktu yang menjadi kendala anak tidak di imunisasi oleh orangtuanya.
Program Imunisasi berdasarkan Permenkes No.12 Tahun 2017 antara lain Imunisasi Rutin (Imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan), Imunisasi Tambahan dan Imunisasi Khusus. Lalu ada Imunisasi pilihan seperti influenza, JE, HPV, DBD, dan lain-lain. Pemerintah berkomitmen utk Eradikasi Polio Tahun 2020 dan mempertahankan "Indonesia Bebas Polio", Eliminasi Campal dan Pengendalian Rubella Tahun 2030 dan Mempertahankan Eliminasi MNTE.

Strategi Imunisasi di Indonesia

1) Peningkatan cakupan Imunisasi yang tinggi, merata dan terjangkau melalui kegiatan DOFU, BLF dan Crash Program
2) Peningkatan kualitas pelayanan imunisasi melalui petugas yg kompeten dan peralatan & logistik yg memenuhi standar
3) Menggerakan masyarakat untuk mau dan mampu menjangkau pelayanan imunisasi melalui pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi dan lintas sektor lintas program.

Sayangnya ada beberapa pihak yang menganggap imunisasi itu haram, padahal itu menjadi hal yang wajib juga halal untuk diberikan oleh orangtua pada anaknya. Dengan diadakan Pekan Imunisasi Sedunia ini 5 juta dari anak yang lahir pertahun mendapatkan haknya yaitu Imunisasi. Nilai vaksin yang unik merupakan pendorong yang dikukuhkan Global Vaccine Action Plan (GVAP) 2020 yang disahkan oleh 194 anggota negara, pada World Health Assembly ke-60 pada 12 Mei 2012. Kadang takut panas (padahal demam setelah imunisasi adalah hal yang wajar) menjadi alasan anak tidak di imunisasi. Diharapkan dengan diselenggarakannya Pekan Imunisasi Sedunia 2018 ini banyak anak yang lahir setiap tahunnya bisa mendapatkan imunisasi lengkap, agar terlindungi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Bayar Tagihan Listrik Di Traveloka Jadi Mudah Bisa Dimana Aja

Secukinumab Dari Novartis Untuk Mengobati Psoriasis