Explore Pulau Sangiang Banten Indonesia

Explore Sangiang Banten Indonesia adalah dalam rangka Kopnas (Kopdar Nasional) BPI (Backpaker Indonesia) se Indonesia (07-08 April). Kopdar ini dihadiri oleh beberapa chapter dari Bekasi, Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Bogor dan Bandung yang diadakan rutin setahun sekali. Untuk menjaga silahturahmi dan mengenal satu sama lain, karena ada bebrapa dari kami yang belum mengenal satu dengan yang lainnya. Selain ingin menjalin tali silahturahmih yang membuat saya tertarik adalah lokasi kopnasnya dengan biaya yang harus kami bayar sebesar Rp 280.000 (include makan siang, malam, sarapan, tiket masuk, juga sewa perahu). Memang saya juga sangat mencintai laut, dan ini berburu sunset dan sunrise di  Pulau Sangiang Banten.

Explore Sangiang Banten Indonesia
kalau berkunjung ke Pulau Sangiang waajib nih foto disini 

Berangkat dari TMP Kalibata pukul 23.30 wib dengan transpotasi yang disediakan oleh ketua dari chapter BPI Pendaki-Mas Eko Mulyani. Titik kumpul yang ditentukan oleh panitia kopnas adalah di Pelabuhan Cipaku Cilegon Banten pukul 8 pagi.Perjalanan malam itu sangat lancar, sepanjang perjalanan saya tertidur pulas, memang saat itu ngantuk sekali. Waktu tempuh Jakarta kePelabuhan Cipaku memakan waktu sekitar tiga jam lebih. Berhubung sampai disana sekitar jam tiga, kami memutuskan mampir ke Masjid At-Taubah Serang Banten untuk beristirahat sambil menunggu adzan shubuh. Setelah cukup beristirahat, menunaikan sholat shubuh dan sarapan kmi melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Cipaku yang memang jaraknya hanya 500 meter dari Masjid At-Taubah.

Explore Sangiang Banten
Nah turun dari kapal kita akan disambut dengan gapura ucapan selamat datang

Explore Pulau Sangiang Banten Indonesia

Terlihat peserta sudah berkumpul dilokasi, banyak yang menggunakan commuter line, sewa mobil, bahkan mengendarai motor dari Jakarta. Panitia dengan sigapnya mengabsen para peserta dan mengatur perahu yang akan menyeberangkan kami ke Pulau Sangiang Banten Indonesia. Untuk menuju pulau kami harus menyeberang sekitar 1 jam dengan perahu kecil yang berkapasitas 15 orang pada perahu sedang, dan 20 orang pada perahu besar. Sebelum sampai di Pulau Sangiang Banten kami snorkeling di Tanjung Bajo dan Legon Waru, sayangnya saya tidak sempat snorkeling dikarenakan belum mengganti baju. Disarankan sebaiknya sudah memakai baju renang jika ingin snorkeling sebelum naik kapal. Kecuali di kapal sudah tersedia ruangan untuk ganti, kemarin kesalahan yang saya buat adalah ganti baju di tempat nahkoda yang ruangannya tebatas dan harus menunduk pula agar ttidak terlihat oleh orang, waktu pun habis untuk ganti baju.

Explore Pulau Sangiang Banten
kapan lagi main ayunan dengan suasana seperti ini


Setelah melewati Legon Waru dan melewati hutan bakau yang menjadi amazonnya Banten, sampai lah kami ke Pulau Sangiang Banten. Pulau seluas kurang lebih 700 hektar  dan dihuni oleh 53 kepala keluarga. Di pulau ini belum ada listrik tapi jangan takut mereka menggunakan genset kecil untuk menerangi pada malam hari. Disediakan juga toilet umum yang gratis ada di pinggir pantai tempat kami ngecamp dengan air sumur payau dan yang berbayar ada di seberang mushola jaraknya kira-kira 500 meter dari camp tapi airnya bukan air payau jadi kalau mau menggunakan kamar mandi harus nimba dulu.

Keindahan Pulau Sangiang Banten

Pulau sangiang begitu indah, air lautnya masih biru ditaburi pasir-pasir pantai yang putih. Sisi kiri dan kanan terlihat bukit kecil yang sangat cantik untuk diabadikan. Pulau kecil yaang terletak di Selat Sunda dan diantara Jawa dan Lampung. Pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Serang Banten. Jarak tempuhnya hanya 45 menit dari Anyer menggunakan kapal atau perahu bermotor . Pulau ini menjadi tujuan wisata air yang menjadi incaran para penyelam, karena jika kita snorkeling disana bisa melihat terumbu karang yang cantik dan ikan nemo yang imut, lucu dan menggemaskan. Pemandangan bawah lautnya tidak kalah cantiknya sehingga pulau sangiang menjadi tempat diving yang seru. Bisa dilihat dichannel youtube saya https://youtu.be/16s7eqal3hw

Goa Kelelawar di Pulau Sangiang Banten

Goa kelelawar Pulau Saangiang Banten
dibelakang saya ada banyak kelelawar beterbangan yang mungkin terusik dengan kedatangan kami

Setelah mengikuti beberapa rangkaian acara pada hari pertama di Pulau Sangiang dan beristirahat. Esok paginya acara dilanjutkan dengan tracking ke Gua Kelelawar yang berada tidak jauh dari camp. Untuk bisa sampai ke gua kelelawar ini, kita harus menaiki dan menuruni bukit berjalan sekitar 2 kilo. Lumayan juga untuk olahraga di pagi hari, setelah semalaman makan banyak saatnya membakar kalori. Walau lumayan juga berjalan kaki, tapi itu terbayarkan oleh spot-spot cantik yang sayang untuk diabadikan. Masing-masing peserta siap dengan kamera andalannya, siap membidik keindahan pulau sangiang dari atas bukit. Melewati Bukit Harapan, Saung Tungku, Bukit Begal, Keranang Sangiang barulah sampai di Gua Kelelawar. Jangn lupa pakai lotion anti nyamuk sebelum ke gua kelelawar karena banyak nyamuk disini.

Saung Tungku Pulau Sangiang Banten
cantik sekali jika dilihat dari sini Pulau Sangiang Banten

Mercusuar Cikoneng Banten

Mercusuar Cikoneng Banten
Mercusuar Cikoneng

Setelah tracking dan sarapan kami pun bergegas kembali ke Jakarta, sampai di pelabuhan cipaku sekitar pukul 12 siang, dan Ka Indah mengusulkan ke Mercusuar Cikoneng yang tidak jauh dari pelabuhan cipaku hanya 10 menit saja. Jika tidak mampir kesini maka rugi, mumpung ada di Banten. Sayangnya di sini dikenakan tiket masuk 1 mobil 30 ribu, untungnya hanya dihitung kendaraannya saja. Tidak kalah cantik dari mencusuar yang ada di Pulau Lengkuas Belitung, disini juga dikelilingi laut dan pantai yang bersih nan biru dipinggir pantai terdapat beberapa warung makan, aada juga penjual bakso di gerobak perporsi nya hanya 10 ribu rupiah dan es dawet 5 ribu rupiah.
Baca juga : Backpaker ke Belitung

Mercusuar Cikoneng Banten
foto dari lantai 3 mercusuar Cikoneng Banten

Puas foto-foto dan naik ke mercusuar kami melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta, karena tidak ingin sampai kemalaman dijalan dengan kondisi lampu mobil Mas Eko mati. Bersyukur traffic light hari itu tidak lah terlalu macet, sehingga sampai di Jakarta sekitar pukul 6 sore.

Monumen Titik Nol-Panarukan
Monumen Titik Nol Anyer-Panarukan 
Monumen ini menandai diyakininya lokasi Menara Suar Cikoneng lama sebagai titik nol pembangunan Jalan Anyer-Panaarukan. Pada awalnya Menara Suar Cikoneng dibangun pada 1806 sedangkan jalan Anyer-Panaarukan dimulai tahun 1825 daan pada saat letusan Gunung Krakatau Tahun 1883 Menara Suar (lama) hancur, tersisa hanya pondasinya saja. Pada tahun1885 pada masa pemerintahan ZM Willem III Menara suar ini dibangun kembali sebagai Menara Suar Cikoneng berlokasi 50 m ke aarah daratan dari Menara Suar lama.

Monumen Titik Nol Anye-Panarukan

Souvenir dari PT. Pegasus Tour Jogja
Souvenir ini dari salah satu peserta kopnas Om Pedro kami memanggilnya, kebetulan Om Pedro adalah Owner dari PT. Pegasus Tour Jogja untuk lebih lengkapnya bisa di lihat  websitenya www.gilajalanjalan.co.id atau di kontak personnya Pedro 0856 4333 3377

Untuk backpackeran ke Pulau Sangiang dari Jakarta dengan Kereta Api
Naik commuter line dari stasiun Tanah Abang ke Rangkas Bitung = Rp 6000
Lanjut naik kereta api lokal jurusan stasiun Merak turun di Kerenceng = Rp 3000
Lanjut angkot turun di Pelabuhan Cipaku = Rp 10000

Jakarta-Pulau Sangiang naik Bus
Kp. Rambutan-Anyer = Rp 35000
Lanjut angkot = Rp 10000  




Komentar

  1. Ternyata belum ada listrik di sana ya mba.. Pulaunya bagus banget apalagi di liat dari atas bukit..

    BalasHapus
  2. seru banget ya ka, coba aja akunya ga bete pas kemaren 💔💔💔

    BalasHapus
  3. Wahhh keren-keren ya tempat wisatanya. .

    BalasHapus
  4. Keren banget tempatnya. Sepertinya masih sepi ya mbak? Tapi malah asyik kalau masih sepi gini, bisa menikmati dan cari spot foto yang asyik tanpa terganggu pengunjung lain

    BalasHapus
  5. Waww... trip yang menyenangnkan ya mbak, nice post

    BalasHapus
  6. wah, ternyata deket ya. Dulu pas di jakarta malah gak berani main yang jauh2 :D

    BalasHapus
  7. wah mirip Belitung karena ada mercusuarnya juga. :D seger banget pemandangannya mba. Jilbab mba juga matching sama suasananya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar setelah selesai membaca.

Postingan populer dari blog ini

Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Bayar Tagihan Listrik Di Traveloka Jadi Mudah Bisa Dimana Aja

Secukinumab Dari Novartis Untuk Mengobati Psoriasis