Backpackeran Ke Pulau Pahawang Lampung

Long weekend kemarin kalian kemana friends??? Kalau saya, ikut komunitas KOPER ke Pahawang . Sharecost nya 190k tidak termasuk tiket kapal peri. "Oh iya, kita pakai motor ke Pahawang nya dari Jakarta". Meeting point (mepo) kali ini di Lebak Bulus, Cikupa dan Merak.
Saya memilih mepo di Merak aja, naik commuter line dari Stasiun Tanah Abang 16.30 sampai Stasiun Rangkas Bitung pukul 18.30 wib. Lalu melanjutkan perjalanan, naik kereta lokal terakhir pukul 20.00 wib ke Stasiun Merak. Tarif dari Stasiun Tanah abang ke Stasiun Rangkas Bitung Rp 8000,- dan Stasiun Rangkas ke Stasiun Merak Rp 3000,-.


Berhubung kereta nya pukul 20.00 wib, saya keluar stasiun dulu untuk makan malam. Makan nasi dan ayam kampung hanya tiga puluh ribu, ayamnya besar sekali. Biar hemat saya minta dibagi dua ayam dan nasinya untuk makan di kapal (jaga-jaga takut lapar, padahal dirumah jarang makan malam tapi memang saya makannya sedikit sih). Kabarnya makanan di kapal lumayan mahal,lebih baik bawa bekal aja.

Kapal Virgo 18 yang membawa saya ke pelabuhan Bakauheni tiketnya 15.000/orang dan 51.000/motor dan 2 orang.

Sampai di Stasiun Merak pukul 22.00 wib untuk menuju ke Pelabuhan Merak, turunnya dari pintu sebelah kiri dan ada tangga yang langsung menuju pelabuhan. Tiketnya Rp 15.000,- untuk ekonomi gak perlu nambah lagi. Nyaman juga kok yang ekonomi, namanya backpackeran yah cari yang semurah mungkin ya.
Sayang sekali saya terpisah dari rombongan, ternyata mereka baru sampai Serang. Jadi sendirian deh di Kapal, eh.. gak sih ramai-ramai bareng penumpang lain. Aduh, kocak banget dah maklum saya baru pertama kali. Saya pikir kapalnya ini yang terakhir, ternyata banyak juga hahahaha.

Suasana di Terminal Bakauheni yang terintergrasi olwh Pelabuhan Bakauheni

Day Pertama di Pulau Pahawang

Alhamdulillah sampai di Bakauheni pukul 01.15. Kebetulan ada satu peserta lain yang juga sama sudah sampai di Bakauheni. Akhirnya kita berdua menunggu peserta yang lain. Pukul 06.00 pagi waktu setepat, peserta yang lain baru sampai. Kami melanjutkan perjalanan pukul 07.00, karena ada salah satu peserta yang ban motornya bocor.

Sunrise di Menara Siger (ikon Bandar Lampung)

Akhirnya kumpul juga peserta, kami melanjutkan perjalanan ke Dermaga Ketapang. Tiba disana sekitar pukul 11.30 wib, jarak tempuh perjalanan memakan waktu kurang lebih 4 jam disertai dengan makan siang, isi bensin dan menunggu yang tertinggal. Setelah itu kami menitipkan motor disalah satu warung yang ada di dermaga, kalau tidak salah biaya penitipan motor selama 2 hari Rp 15.000,- lalu melanjutkan menuju Pulau Pahawang dengan kapal hopping.

Foto bersama di Dermaga 4 Ketapang

Tiba di Pahawang sekitar pukul 11.30 wib, dan untuk menuju Pulau Pahawang dari Dermaga Ketapang memakan waktu kurang lebih 1 jam. Sampai di Pahawang kami langsung menuju penginapan untuk menyimpan tas dan packing perlengkapan snorkling ke Pulau Pahawang Kecil. Ditengah perjalanan menuju Pahawang Kecil kami di suguhkan dengan lautan biru yang dihiasi oleh jajaran bukit dan pulau juga terlihat penampakan Gunung Sibesi.

Foto diambil saat menjelang magrib

Jika ada libur panjang boleh juga trip ke Pulau Pahawang. Biaya yang dikeluarkan juga tidak banyak, sebaiknya berangkat ramai-ramai sekitar 15 orang akan menghemat budget. Untuk biaya penginapan di bandrol dengan harga 600 ribuan/15 orang, sewa kapal 500ribu (untuk high sesion tapi untuk hari biasa hanya 300 ribu) & untuk makan dikenakan 20 ribu/porsi.


Puas snorkling dan foto-foto kami melanjutkan kembali ke homestay untuk berburu sunset disana, tidak lupa mandi dulu supaya lebih kece lagi. Memang luar biasa disini, saya suka sekali sunset di Pahawang. Sayang sekali untuk dinikmati sendiri, agar lebih berkesan lebih baik membawa kekasih, suami atau istri, atau gebetan (sayang sekali saya hanya bisa menikmatinya sendirian, padahal kan lebih asik memandang sambil bergandengan tangan uhuhuhu sakitnya tuh disini.. maaf jadi drama).

Happy weekend di Pulau Pahawang


Malam pun tiba, selesai makan malam dan menunaikan sholat isya saya beranjak tidur, biarlah mereka yang muda melanjutkan acara selanjutnya (bukan karena lelah tapi saya menerapkan Germas (Gerakan Masyarakat) & Gerakan Hidup Sehat salah satu nya adalah istirahat yang cukup). Sebab kesehatan itu mahal, apalagi kan ini touring bike, saya tidak ingin liburan ini terganggu gegara kesehatan terganggu.


Day ke 2 di Pulau Pahawang

Sunrise di Pulau Pahawang

Seperti biasa saya terbangun pukul 04.30 dan langsung menuju kamar mandi mengambil air wudhu untuk menunaikan sholat shubuh. Selesai sholat langsung menuju ke jembatan berburu sunrise di Pulau Pahawang pulau kecil namun penuh dengan cinta. Keren juga saat sunrise disini, maka tidak rugi jika menikmati liburan di Pulau Pahawang dapat sunset dan sunrise.



Puas mengambil foto-foto, saya kembali ke penginapan untuk mandi dan packing karena hari ini akan kembali ke Jakarta. Namun sebelum kembali ke Jakarta, kami akan melakukan snorkling di Pulau Kelagian Lunik. Sebelum meninggalkan homestay kami sarapan terlebih dahulu. Jadi dengan biaya 190k sudah termasuk biaya makan, penginapan dan sewa kapal hopping.

Foto di tugu Selamat Datang Pahawang dok. Koper

Foto bareng peserta lain dok. Koper

Snorkling di Lagian Lunik juga saat keren pemandangannya, di lautnya banyak ikan kecil-kecil juga daratan dengan pasir yang selembut tepung. Lautan yang disekelilingi oleh bukit-bukit cantik. Pukul 11.30 kami kembali melanjutkan penyebrangan ke Dermaga Ketapang. Setelah beres-beres melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta. Travelling tanpa wisata kuliner seperti sayur tanpa garam ya, nah kami pun mampir ke Kedai Bakso khas Lampung, disana juga ada pempek. Baksonya memang enak dan garing seporsi hanya 15 ribuan dan pempek 65 ribu/kilo. Lengkap sudah liburan kali ini dan kembali ke Jakarta.
Nonton juga di youtube nya Explor Pulau Pahawang

Ditengah perjalanan pulang ada sedikit drama, dan ada salah saru peserta kesurupan entah dimana kena nya, yang jelas perjalanan kali ini lebih berwarna. Alhamdulillah kembali ke Jakarta dengan selamat pukul 05.00 wib. Terima kasih Koper dan juga driverku yang mau motornya ditumpangi. Sampai jumpa di Trip selanjutnya dan jangan lupa kritik jug sarannya. Terima Kasih




Komentar

  1. pahawang ini masuk daerah lampung yaa mba?

    BalasHapus
  2. Pempek enak gak mak. Asik jalan jalan melulu. Berani juga ente sendirian di kapal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enak mpok, gak sendiri kok banyak penumpang yang lain.

      Hapus
  3. Wuih senangnya foto sambil lompat. Keren fotografi

    BalasHapus
  4. sekarang memang banyak trip yang menawarkan ke pulau pahawang ya, saya pengen banget main kesana

    BalasHapus
  5. Pingiin ih. Kalo ga ada yang nggondeli malah asik backpackeran gitu. Irit dan lebih meresapi arti perjalanan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sunset dan sunrise disana bagusss dalam 1 tempat dapat keduanya

      Hapus
  6. Liat teman-teman yang udah pernah ke Lampung dan sekitarnya jadi pengen banget bisa kesana, terutama ke Pahawang, ke Pisang dan lainnya. Mungkin seru juga ya kalo backpackeran kayak mb Tati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya seru banget yang penting siapkan waktu dan dana aja mbak

      Hapus
  7. Duh sunrisenya keren bgt... Serem ya ada yg kesurupan segala...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang tuh anak suka kesurupan ternyata mbak, aku aja baru tahu. Serem juga sih kalau dia ikutan.

      Hapus
  8. Berarti ke Pahawang enak ikut open trip jadi bisa rame-rame dan jadi lebih banyak orang ya mba supaya bisa hemat budget. Aku belum pernah ke sana, jadi pingin.. Tapi perjalanannya lumayan lama juga ya.. Huaa, sampe ada yang kesurupan.. Hoalaah..

    BalasHapus
  9. hallo, salam kenal.. :)

    makasih banget sharing-nya, seneng banget akhirnya nemu postingan ke pahawang ga pake tur. aku baru tau juga klo di merak ada stasiun, kedengerannya seru. aku jadi pengen kesana. klo nginep kira2 banyak losmen atau guesthouse gitu ga ya di sekitarannya? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak sekali mbak disekitar pulang hampir semua guesthouse dan murah bangat

      Hapus
  10. mantap..pokoknya bersenang senang terus

    BalasHapus
  11. Aah.. pengen ke pahawang juga. Doakan dong mba, smoga kelak bisa kesana­čśä

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar setelah selesai membaca.

Postingan populer dari blog ini

Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Bayar Tagihan Listrik Di Traveloka Jadi Mudah Bisa Dimana Aja

CINTA YANG TERPENDAM