Senin, 04 September 2017

thumbnail

Backpacker Ke Baduy Dalam Dan Baduy Luar

Perjalanan kali ini Saya dan teman-teman mengunjungi Suku Baduy. Berkumpul di Stasiun Rangkas Bitung. Kami menyewa mobil elef dari stasiun rangkas Bitung sampai ke Ciboleger. Perjalanan memakan waktu kurang lebih dua jam. Setelah sampai Ciboleger kami melanjutkan perjalanan ke tempat Pak Arif (gaet kami dari suku baduy luar) kurang lebih memakan 1 jam dengan berjalan kaki.

Foto wajib di tugu Selamat Datang Ciboleger


Oh iya, travelling kali ini dengan share cost 125 ribu perorang yaitu makan 3 kali sehari, dan transpotasi dari Rangkas ke Ciboleger juga gaet, tidak termasuk pengeluaran pribadi.

sesi foto bareng saat mau pulang dok. Ipung Koper

foto bareng disamping rumah Pak Arif saat mau pulang dok. Ipung Koper


HARI PERTAMA,

berangkat dari stasiun Rangkas pukul 3 sore walau pun sedikit agak molor 1 jam dari waktu yang ditentukan, karena menunggu sampai peserta berkumpul. Dan akhirnya kami hanya beristirahat dirumah Pak Arif karena sampai nya jam 7 malam.
Jalan yang harus kita lalui menuju rumah Pak Arif



HARI KEDUA,

kami melanjutkan perjalanan ke Baduy Dalam dimana memakan waktu kurang lebih berjalan kaki 3 jam, dengan medan yang cukup lumayan dan butuh stamina yang sehat. Karena track yang dilalui sangat terjal dan naik turun. Melewati beberapa kampung termasuk kampung gazebo. Pulangnya kami melanjutkan perjalanan ke Dandang Ageng (danau besar). Disini kami sempat kesasar, karena Pak Arif belum pernah melalui jalan dari Baduy Dalam ke danau, biasanya dari rumahnya langsung ke danau. Untungnya kami diantar oleh anak kecil namanya Hasan dari Suku Baduy Dalam.

"Oh iya anak kecil disini kuat-kuat dan terlatih loh". Gadis kecilnya sudah mahir membuat kain tenun dan untuk anak laki-laki nya membantu membawa hasil panen durian ke Ciboleger. Disini terkenal enak loh duriannya, perbuah hanya 20 ribuan untuk ukuran sedang juga madu serta kerajinan kain tenun dan pernak-perniknya.
Pak Arif (Baduy Luar) dan Hasan (Baduy Dalam)

soevenir khas Baduy

Anak perempuan suku baduy luar sedang membuat kain tenun

Anak laki-laki suku baduy luar sedang mengangkut hasil panen

Mengenal lebih dekat Suku Baduy Dalam

Jembatan pembatas antara suku Baduy Luar menuju Baduy Dalam disarankan agar menyimpan handphone dan kamera.

Bangunan rumah panggung suku baduy memiliki ciri khas yaitu dibawah nya untuk tempat menyimpan kayu bakar. Rata-rata mereka menikah diumur 19 tahun, dan mereka pun langsung pindah dari rumah orang tuanya. Walau pun mereka masih tinggal satu atap dengan orangtua, mereka harus mempunyai dapur sendiri dengan ruangan di beri dinding pemisah.

Melihat peradaban yang masih menghormati adat leluhur. Dimana masih hidup seadanya tidak mengikut perkembangan zaman. Tidak menggunakan listrik, tidak memakai sendal, tidak berternak sapi dan kambing. Ciri khas yang membedakan antara baduy dalam dan baduy luar adalah baduy dalam menggunakan pakaian bewarna putih dan baduy luar memakai baju berwarna hitam juga sama-sama memakai ikat kepala untuk pria nya.Tidak memakai sabun mandi, sampo atau pasta gigi. Mereka menggosok gigi masih memakai serabut.

Jika mereka sakit, yang mengobatinya seorang tabib dan yang membantu melahirkan adalah seorang  dukun beranak.

Ketika Saya menanyakan "kenapa tidak boleh di mengambil gambar atau foto" pada salah satu penduduk Baduy Dalam. Mereka hanya menjawab "cukup ambil foto di Baduy luar saja".
Disarankan agar kita mematuhi dan menghargai apa yang sudah menjadi ketentuan leluhur Baduy Dalam, jika tidak ingin termakan diri sendiri. Disini yang sangat disesalkan, Saya tidak bisa mengabadikan ciri khas rumah panggung Suku Baduy Dalam. Bukan hanya dari tradisi, bentuk rumahnya pun berbeda. Namun agama yang dianutnya sama yaitu Sunda Wiwitan. Selain tidak boleh foto-foto, tamu dilarang berkunjung ke rumah Puun (Ketua Suku Baduy).


Baduy Luar

ciri khas rumah panggung suku Baduy Luar

Leyit (tempat penyimpanan hasil panen)

Kalau disini sudah mengikuti perkembangan zaman yaitu sudah memakai penerangan walaupun masih sederhana seperti menggunakan petromak atau lampu senter, mandi dan mencuci sudah memakai sabun.  Baduy luar harus tunduk pada peraturan Baduy Dalam. Begitu pula soal jodoh, untuk melakukan pernikahan biasanya suku baduy luar, selalu meminta petunjuk untuk hari baik resepsi pernikahan. Jika ada wanita atau pun pria yang menikahi pendatang, mereka dianggap sudah bukan orang Baduy lagi.

Wisata yang banyak di datangi wisatawan

Kampung Gazebo


Kampung yang ditandai oleh jembatan dari bambu panjang kurang lebih 16 meter.

Jembatan Akar

Yaitu jembatan yang terbuat dari akar dan sudah ada sejak zaman jajahan Belanda. Sayangnya kami tidak mampir kesini, dikarenakan butuh waktu seharian dari rumah Pak Arif.

Dandang Ageng

Sebuah danau yang berair tenang dan sangat besar. Dandang yang berarti danau dan Ageng yang berarti besar.

Air terjun Sosokan

Asal mulanya disebut air terjun sosokan karena waktu banjir sungai dipenuhi banyak ikan dan mereka mengambilnya dengan sosokan.

Hari Ketiga


kenapa di sebut air terjun ya, padahal gak ada air terjunnya

Kami pergi ke air terjun sosokan, hanya setengah jam perjalanan dari rumah Pak Arif. Melewati sungai dan dengan jalan yang terus menanjak. Harus ekstra hati-hati, karena jalan yang dilalui hanya setapak dan masih banyak yang belum tahu air terjun ini. Setelah selesai foto-foto, dan merasakan segarnya air terjun ini kami beranjak pulang. Pukul 1 siang kami melanjutkan perjalanan pulang. Ada pengalaman menarik yang membuat prihatin. Ada seorang warga asing dari Al-jazair, ingin menanyakan penginapan yang murah dan juga tour guide untuk mengunjungi wisata Baduy. Namun sayangnya, setelah Saya perkenalkan dengan Pak Arif tukang ojek yang ternyata calo itu marah.

Pastikan jangan sampai melalui calo, jika memakai jasa tour guide menurut cerita Pak Arif, biasanya harga yang sudah disepakati berbeda ketika kita sudah sampai di penginapan. Misalnya harga yang disepakati itu 200 ribu, bisa-bisa kita diminta 500 ribu dengan berbagai macam alasannya.
No telpon Pak Arif 081219621374.

Semoga bermanfaat dan sampai bertemu di trip selanjutnya ya..

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments

Tentang Saya

Kebebasan dan ingin menikmati hidup adalah prinsipku. Menulis dan travelling sudah menjadi hobby sejak dulu. Kalau dulu menulis hanya untuk diri sendiri tersimpan rapi di laptop ku, sejak akhir 2015 mengaktifkan lagi blogku, hidup lebih menyenangkan karena bisa berbagi pengalaman lewat tulisan. Semoga bisa bermanfaat bagi siapa pun yang singgah ke blogku. Bagi kamu yang suka travelling dan seputar lifestyle bisa mencari informasi di blog ini. follow sosial media saya Facebook: www.facebook.com/tatisuherman instagram: @tatisuherman twitter: @suhermantati email: tatisuherman2@gmail.com