Sabtu, 27 Mei 2017

thumbnail

Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Sejak (16/12/2013) saya telah akrab dengan Tiroid. Yahh, saya akrab dengan Tiroid sejak empat tahun lalu putri pertama saya yang duduk di bangku sekolah kelas sembilan, divonis menderita Hipertiroid. Penyakit ini bergejala namun tidak pernah kita sadari. Putri saya diketahui mengidap hypertiroid, karena terdapat benjolan. Itupun setelah teman putriku mengira ada es batu yang terganjal ditenggorokan.

Sepulang sekolah, setelah mendengar ceritanya, saya langsung membawanya ke klinik terdekat. Dokter klinik pun langsung memeriksakan mata putri saya yang agak melotot dan benjolan pada tenggorokan putriku. Dokter menyuruhnya menelan ludah, ternyata benjolan itu ikut bergerak. Lalu putriku merentangkan kedua tangannya yang diatas telapak tangannya diberi kertas, kaget saya melihatnya. Kertas itu goyang cepat sekali. Akhirnya dokter pun menyarankan ke rumah sakit besar, karena diklinik maupun puskesmas belum dilengkapi dengan peralatan pemeriksaan Tiriod.

Tanpa menunda waktu esok paginya, saya langsung membawanya ke rumah sakit Husada Mangga Besar karena itu yang terdekat dari rumah hanya berjarak dua kilo. Pertama saya menuju loket pendaftaran dan ditanyakan keluhannya, petugas menyarankan saya untuk ke bagian bedah. Sama seperti diklinik pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter bedah, dan disarankan untuk USG dengan biaya waktu itu Rp. 250.000. Menunggu kurang lebih satu jam hasilnya pun kelihatan. Benjolan itu ternyata sudah mencapai 7 cm besarnya, dan dianjurkan tes darah Free T4, Urine, Darah lengkap dan TSH, tensi darahnya pun 140/100. Hasilnya Ft4 5,00 ng/dL seharusnya 1,10-1,70 ng/dL dan TSHs <0,015 uIU/mL seharusnya 0,610-5,200 uIU/mL.


                                Hasil cek lab pertama

Biaya yang saya keluarkan waktu itu kurang lebih satu juta rupiah belum berikut obat dan dokternya. Saya pun diarahkan ke dokter umum karena dokter bedah menganjurkan untuk Terapi obat. Anakku diberi resep minum obat Tyrozol 10 ml sehari 3×2 dan Propanolol 10 ml 3×1.

Disarankan dua minggu kemudian kembali lagi untuk konsultasi. Kali ini hanya tes darahnya saja Free T3 dan T4. Setelah minum obat selama dua minggu, sudah lumayan bagus hasilnya FT4 3,80 ng/dL dan dosisnya obatnya diturunkan menjadi 3×1 perhari menurut dokter tirioidnya masih tinggi. Sebulan kemudian saya kembali lagi untuk melakukan tes darah, tapi hasilnya kembali FT4 4,09 ng/dL dan TSH Sensitif <0,008 uIU/mL obatnya kembali ke dosis semula. Begitulah yang saya lakukan selama satu tahun.

Hayati lelah sebenarnya harus menghadapi ujian penyakit sepertì ini, dan yang harus menderita putri saya. Akhirnya saya memutuskan berobat herbal ke Shinse di Glodok yang katanya bagus. Anak saya pun harus merasakan pahitnya minum jamu godokkan karena memang semangat ingin sembuh sangat tinggi, tidak peduli obat apa saja yang diberikan pasti diminumnya. Setahun sudah berobat ke Shine namun juga tidak ada perubahan sembuh total. Memang sangat murah berobat di shinse hanya Rp 20.000 seminggu sekali, dan hanya diberi kayu manis yang harus diseduh air panas setiap pagi.

Saya menjadi takut karena penyakit ini, walaupun tidak menular bisa mengakibat Kemandulan karena produksi hormon yang berlebih bahkan bila terlambat diobati bisa mengakibatkan kematian. Akhirnya saya tidak mau mendengarkan orang, harus berobat kemana. Saya putuskan kembali berobat ke RS. Husada, berapa pun biaya yang harus dikeluarkan.

Setelah kembali berobat, Saya dimarahi oleh dokter. Tiriod memang butuh waktu dan kesabaran, penderita harus minum obat secara teratur TIDAK boleh putus. Alhasil berobatnya dimulai dawal lagi. Ternyata Tiriodnya lebih tinggi, dosisnya pun 3×2 lagi. Hanya dokter yang memutuskan untuk memberhentikan pasien minum obat. Ini jadi pelajaran buat saya, karena sok tahu dan sayang uang.

Mengobati Tirioid dengan BPJS


Mengikuti saran dokter setelah hasil lab menunjukkan angka 2 pada hasil tes laboratorium, harus kembali berobat sebulan sekali. Bisa dibayangkan biaya yang harus ditanggung.

Bersyukur ada ibu yang memberitahu saya, menyarankan berobat menggunakan BPJS. Saya pun mengajukan untuk membuat BPJS ke puskesmas terdekat. Cukup mudah hanya melengkapi 4 lembar fotocopy KTP, KK, Akte (anak). Lalu setelah diproses, saya harus membawa berkas tersebut ke puskesmas pusat. Petugas disana menyarankan untuk membuat yang gratis saja. Dua minggu kemudian kartu BPJS jadi dan baru bisa dipakai setelah dua bulan kemudian.

Berobat dengan BPJS sangat mudah dan tidak rumit, asalkan semua persyaratan dilengkapi.
-3 lembar foto copy ktp
-3 lembar foto copy surat rujukan dari puskesmas
-3 lembat foto copy kk
-3 lembar foto copy kartu BPJS
-3 lembar foto copy DPJP (jika disarankan kembali)

Semua biaya ditanggung BPJS dari tes laboratorium dan obat, namun ada batasan biayanya. Jika berbarengan dengan tes laboratorium, obat hanya ditanggung setengahnya saja. Untuk penderita Hypertiroid anak saya menjalani terapi obat. Dokter menganjurkan untuk melakukan tes darah setiap dua bulan sekali.

Tiriod harus diobati dan teratur kontrol ke dokter, karena Tiriod tidak stabil bisa naik dan turun, jadi harus terus dalam pengawasan dokter. Tiroid bisa tinggi lagi jika si penderita stress dan kelelahan.


Ciri-ciri gejala Hypertiriod

-Telapak tangan berkeringat
-Berat badan turun
-Telapak tangan gemetar
-Tidak tahan cuaca panas
-Selalu berkeringat
-Tidak boleh tersinggung
-Mudah marah
-Cepat letih
-Kesulitan tidur
-Menstruasi tidak lancar
-Depresi
-Mudah lelah
-Jantung berdebar-debar
-Kesulitan konsentrasi dan pelupa
-Kurang Motivasi


Peran Pemerintah dalam memerangi Tiroid

Tanggal 25 Mei diperingati sebagai Hari Tiroid sedunia. Berada di gedung Prof Sujudi Kementerian Kesehatan. Kemenkes bekerjasama dengan Prodia mengadakan acara seminar sehari Pekan Kesadarabpn Tiroid Internasional mengangkat tema "Bukan karena Anda Tapi Tiroid Anda"dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan kelenjar Tiroid.

    

Dengan narasumber dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati-Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dr Aman Pulungan, Sp.A (K)- Dokter spesialis Anak-Endokrinologi, dr. Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD, Ahli Endokrin Metabolisme dan Diabetes dan dr. Eni Gustina, MPH-Direktur Kesehatan Keluarga.



Acara dibuka oleh sambutan dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati-Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Acara ini sekaligus peluncuran buku saku kesehatan.  Menurut dr Lily 17 juta masyarakat telah mengalami ngangguan Tiroid dan dikhawatirkan akan terus berkembang. Survey menunjukkan 31 persen dari koresponden tidak paham dengan Tiroid. Pekan Tiroid Internasional merupakan wujud kepedulian Kementerian Kesehatan atas kesehatan masyarakat.

                               dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati


Tiroid bisa menyerang siapa saja bahkan pada bayi yang baru lahir. Maka saat ini pemerintahan mewajibkan melakukan Skrining. Namun sayangnya dirumah sakit di Jakarta, hanya ada dua rumah sakit yang dilengkapi dengan skrining. Dengan Skrining bisa mendeteksi bila bayi yang dilahirkan terkena Hipotiroid bawaan.

Tiroid adalah kelenjar Endokrin terbesar pada manusia. Hormon Tiroid mempunyai peran penting dalam mengatur metabolisme tubuh.

Ada 2 tipe utama gangguan tiroid pada orang dewasa yaitu Hipotiroid dan Hipertiroid namun memiliki penyebab dan gejala yang berbeda.

Hipotiroid ataubkelenjar tiroid kurang aktif terjadi apabila kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid yang cukup. Artinya  sel tubuh tidak mendapatkan hormon tiroid yang untuk bekerja dengan baik dan metabolisme pun melambat.

Hipotiroid bisa disebabkan oleh banyak hal, diantaranya karena penyakit autoimun, kerusakan kelenjar tiroid, yodium yang terlalu banyak atau terlalu sedikit akibat pengobatan radiasi. Jika tidak diobati, gejala hipotiroid akan meningkatbdan menyebabkan komplikasi yang serius sampai mengancam jiwa.

Hipertiroid atau kelenjar tiroid yang terlalu aktif, terjadi ketika kelenjar tiroid melepaskan terlalu banyak hormon dalam aliran darah sehingga mempercepat metabolisme tubuh. Hipertiroid cenderung terjadi karena faktor keturunan dalam keluarga, serta sering terjadi pada perempuan usia muda

Penyakit Graves, adalah tipe utama hipertiroid. Dalam keadaan ini antibodi dalam darah mengaktifkan kelenjar tiroid, menyebabkan kelenjar membesar dan mengeluarkan terlalu banyak hormon tiroid. Tipe lain dari hipertiroid ditandai dengan adanya nodul atau benjolan dikelenjar tiroid yang meningkat sekresi hormon tiroid dalam darah.

Gangguan tiroid adalah penyakit yang paling sering terjadi didunia dengan 1,6 miliar orang berisiko diseluruh dunia.

Hipotiroid umum terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki dan meningkat seiring dengan pertambahan usia. Saat umur 60 tahun, 17% dari perempuan 8% dari laki-laki menderita hipitiroid.

Hipertiroid sepuluh kali lebih banyak terjadi pada perempuan daripada laki-laki. Umumnya terjadi pada kelompok usia 20-40 tahun, tetapi bisa terjadi pada usia berapapun.

Hipotiroid Bawaan atau kongenital merupakan penyakit pada bayi sejak lahir yang disebabkan kekurangan hormon tiroid yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan pada bayi dan anak-anak.

Kekurangan hormon tiroid pada bayi jika tidak cepat didiagnosis dan diobati dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan kretinisme (terhambatnya pertumbuhan fisik dan mental)

Penyebab Hipotiroid Bawaan

Pada kebanyakan bayi hipotiroid, tidak terdapat alasan spesifik yang menjadi penyebab kelenjar tiroid, tidak berkembang secara normal, meskipun beberapa diantaranya mewarisi penyakit ini.

Penyebab Hipotiroid Bawaan Permanen

1. Disgenesis tiroid (80-85%)
Perkembangan tiroid yang terganggu (33%) dan pertumbuhan kelenjar tiroid pada tempat yang salah (66%)

2. Gangguan pada proses pembuatan hormon tiroid, walaupun pembentukan kelenjar tiroid normal (10%)

3. Gangguan pada otak yang mengatur produksi hormon tiroid (<5%)


Penyebab Hipotiroid Bawaan Sementara

1. Ibu menggunakan obat-obatan yang menekan produksi hormon tiroid (khususnya ibu yang menderita hipertiorid) pada saat hamil

2. Ibu memproduksi antibodi tiroid selama hamil yang memblokir produksi hormon tiroid pada janin

3. Kadar yodium yang berlebihan selama masa kehamilan atau menyusui akibat penggunaan obat-obatan yang mengandung yodium pada ibu yang tidak menderita kekurangan yodium

Gejala Hipotiroid Bawaan

Kebanyakan bayi dengan hipotiroid bawaan tampak normal saat lahir tetapi sebagian dapat menunjukkan beberapa gejala, seperti:
●Susah makan
●Lesu
Jaudice (kulit kuning)
●Susah buang air (konstipasi)
●Pembesaran lidah
●Tangisan parau
●Perut membesar dengan hernia umbilicus


Pemeriksaan TSH Neonatus

Pemeriksaan yang dilakukan pada bayi baru lahir dengan tujuan untuk menyaring kemungkinan adanya hipotiroid bawaan dengan melihat fungsi tiroidnya. Jika kadar hormon tiroid menurun dan sekresi TSH meningkat menandakan hipotiroidisme.

Pemeriksaan TSH Neonatus sebaiknya dilakukan pada:

-Skrining fungsi tiroid pada bayi baru lahir berusia 3-5 hari (tidak dilakukan pada bayi yang lahir prematur dan menerima transfusi darah)

-Tes konfirmasi (2 minggu setelah skrining)

-Pemantauan pada bayi dengan hipotiroid bawaan yang mendapatkan pengobatan.

Tes skrining dilakukan melalui pemeriksaan darah bayi yang diambil sebelum ibu dan bayi meninggalkan rumah sakit bersalin.

Deteksi dini dan terapi (pergantian hormon) pada bayi dengan hipotiroid bawaan akan menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental normal. Terapi akan efektif jika dimulai pada beberapa minggu setelah lahir. Terapi yang terlambat dapat menyebabkan berkurangnya kecerdasan.

Walaupun tidak menular namun gejala tiroid menjadi penyakit berbahaya setelah Diabetes militus. Sampai sekarang pun saya masih berkonsultasi dengan dokter. Kini dosisnya hanya minum obat tyrozol sehari 1 kali. Ini hasil bulan februari 2017 agak sedikit tinggi, dikarenakan putriku melaksanakan ujian dan stress menjadi pemicu naiknya hormon tiroid.

                         Hasil tes darah 11/02/2017














Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

Posting Komentar

Tentang Saya

Kebebasan dan ingin menikmati hidup adalah prinsipku. Menulis dan travelling sudah menjadi hobby sejak dulu. Kalau dulu menulis hanya untuk diri sendiri tersimpan rapi di laptop ku, sejak akhir 2015 mengaktifkan lagi blogku, hidup lebih menyenangkan karena bisa berbagi pengalaman lewat tulisan. Semoga bisa bermanfaat bagi siapa pun yang singgah ke blogku. Bagi kamu yang suka travelling dan seputar lifestyle bisa mencari informasi di blog ini. follow sosial media saya Facebook: www.facebook.com/tatisuherman instagram: @tatisuherman twitter: @suhermantati email: tatisuherman2@gmail.com