Touring Dari Jakarta Ke Geopark Ciletuh Sukabumi

Touring ke Geopark Ciletuh Sukabumi hari sabtu lalu (14-15 April) bareng anak-anak TheGesreks dari Jakarta. Kami berangkat dari Margonda Depok pukul 10 malam walaupun agak ngaret 2 jam, karena masih nunggu mereka yang belum kumpul. Disini kami hanya patungan untuk biaya penginapan saja sebesar Rp 65.000 sudah termasuk makan malam. Perjalanan dari meeting point yang ditentukan di Margonda Depok memakan waktu kurang lebih 8 jam, karena beberapa kali berhenti di rest area. Awalnya jalan jam 10 malam dari margonda pada akhirnya pukul 12 malam mereka baru berangkat. Saya dan Dedi menunggu di Tugu Kujang depan Botani Bogor, sempat tertidur juga sih disana. Memang pada waktu itu cuaca tidak mendukung, beberapa kali harus mendung untuk menghindari hujan.

Puncak Dharma Geopark Ciletuh Sukabumi
Puncak Dharma Geopark Ciletuh Sukabumi

Perjalanan ke Geopark Ciletuh

Sebenarnya untuk touring dari Jakarta ke Geopark Ciletuh itu memang dibutuhkan stamina yang baik. Bepergian dengan menggunakan sepeda motor dengan jarak tempuh seharian, bahkan risiko kehujanan atau ngantuk akan membuat tubuh lelah. Apalagi jalanan pun rawan macet, hujan dan jalanan yang berlubang. Untuk mensiasati ngantuk diperjalanan, saya bekal Pindy Permen Susu kembang gula lunak rasa susu. Jujur saya adalah termasuk orang yang suka ngantuk diperjalanan dan tentu saja itu sangat berbahaya. Terbantu sepanjang perjalan ngemut permen Pindy Susu dan sambil dengerin musik lagu-lagu hitz 2018. Permen Pindy Susu juga aman loh untuk si kecil dan tidaak merusak giginya, tapi jangan berlebihan dikonsumsinya tau kan sesuatu yang berlebih itu tidak baik. Lengkapnya bisa dikepoin di sosial medianya Permen Pindy.

Tugu Kujang
Tugu Kujang di Puncak Dharma

Tips mendampingi buah hati memilih dan mengatur pola konsumsi jajanan sehari-hari

permen untuk bekal diperjalanan
teman yang wajib dibawa untuk menemani perjalanan

Selain suka traveling profesi saya adalah ibu rumah tangga dari kedua orang putri, yang kini memasuki usia remaja. Sejak kecil saya selalu mengawasi dan mendampingi mereka jajan di warung. Kalau mereka minta permen, pasti saya beri permen yang lunak seperti Pindy Susu karena aman dikonsumsi anak-anak dan tidak merusak gigi mereka. Kebiasaan itu pun berlanjut hingga mereka remaja, kalau beli permen pasti Pindy Susu. Kalau kaka suka rasa strobery dan dede suka rasa coklat. Kalau saya sih suka semua varian rasanya, ada rasa Coklat, Susu dan Stroberi. Jadi jangan lupa selalu sedia permen Pindy Susu di tas atau bawa kemana aja utnuk menemani perjalanan kamu.


Cara asik traveling
Pindy Susu teman setia diperjalanan agar tidak boring


Kembali lagi ke perjalanan ke Geopark Ciletuh, lelah pun terobati. Semua itu terbayar ketika memasuki kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi, melewati Loji yang merupakan jalur baru. Kita akan disuguhkan oleh pemandangan laut pantai selatan disebelah kanan dan bukit-bukit di sebelah kiri. Beberapa kali kami berhenti untuk hunting photo. Sampai Geopark Ciletuh tengah hari menjelang adzan sholat dhuhur, kami melewati Puncak Dharma yang sudah dipadati oleh pengunjung yang kebanyakan baru sampai juga. Mereka pun seperti kami menggunakan sepeda motor, masing-masing dengan komunitasnya. Saya lihat jarang yang menggunakan mobil, seru juga sih sepanjang perjalanan ada beberapa tanjakan dan turunan.

Curug Sodong
photo disini bayar loh 10 ribu, tapi saya gratis karena petugasnya udah pulang hahhhaa mayan jadi irit.

Seru nya ketika sampai ditanjakan, ada beberapa  motor yang harus didorong, bahkan panbelnya sampai kebakar. Di grup kami pun ada beberapa motor yang tidak kuat nanjak, bahkan motor yang ditumpangi saya pun berhenti mendadak karena terlambat over gigi 1. Oh iya ada motor salah satu peserta yang jatuh pas ditanjakan, untungnya sih motor dan orangnya ga apa-apa. Puncak Dharma ke penginapan melewati beberapa kali turunan dan ada satu turunan yang curam dan jalannya rusak. PR banget nih nanti pas pulang, karena nanjak terus. Apalagi melihat komunitas yang mengendarai motor vespa, butuh perjuangan banget tapi disitulah kekompakan dan soladaritas diperlihatkan. Susah senang ditanggung bersama, disini yang saya suka bila trip bareng sebuah komunitas dengan sistem sharecost.

Curug Sodong

Baso bakar di Curug Sodong
Banyak jajanan di Curug Sodong ada baso bakar, es cincau, sotomi dan banyak lagi yang lainnya

Sampai dipenginapan kaami istirahar dulu, sebelum eksplor curug. Oh iya penginapan yang kami sewa lokasinya di tengah-tengah dekat ke Curug Sodong hanya 2 km, Curug Cimarinjung 2 km dan puncak Dharma 2,5 km. Penginapan satu rumah dengan total 3 kamar tidur, 1 kamar mandi didalam kamar, 1 kamar mandi dekat dapur, garasi dan halaman rumah yang lumayan untuk jemur pakaian maklum kami kehujanan di sepanjang perjalanan. Di sekitar penginapan banyak warung nasi, ada ayam bakar,bakso, indomaret, dan masih banyak lagi jadi yang penting bawa uang yang cukup aja semuanya ada disana. Untuk yang mau barbeque bakar-bakar ikan, tinggal beli ikannya dekat pelelangan ikan, bikin betah deh disini.Setelah makan siang dengan ayam bakar dekat sebelah penginapan dan tidur siang agar tubuh kembali segar, kami mulai eksplor Curug Sodong. Tiket masuk ke Curug Sodong hanya 2 ribu per orang dan parkir motor 5000/motor. Sayangnya airnya coklat, dikarenakan memang saat itu hujan.

Corog Sodong
Jangan lupa kalau kesini bawa hammock ya

Petugas di Curug memberitahukan pada kami, ada Curug Cikanteh yang letaknya diatas curug sodong. Untuk menuju Curug Cikanteh kami harus berjalan ssekitar 10 menit melalui jalan setapak dan agak licin. HTM hanya 3 ribuan per orang, kita sudah bisa menikmati curug yang lebih besar dan tentunya airnya lebih jernih daripada curug sodong. Puas mandi dan photo-photo di curug kami bergegas pulang ke guesthouse, karena hari yang sudah sore ditambah lagi hujan gerimis.

Curug Sodong Sukabumi
wajib foto nih diatas batu curug sodong

Panenjoan


Ciletuh Palabuhan Ratu
Amfiteater Ciletuh

Makan malam kami pesan dari ibu pemilik penginapan yang menurut saya murah meriah per orang hanya 15 ribu rupiah dengan menu spesial ada nasi putih, ayam goreng, tempe dan tahu, ikan teri, sop iga, kerupuk, lalapan, sambel, dan sayur pare. Murah meriah kan dan masakannya lumayan lah mantap walau kurang garam dikit, kemungkinan ibu yang masaknya penderita Hipertensi hahahhaa. Selesai makan malam, penyakit saya kambuh kalau kenyang jadi ngantuk dan langsung tidur dikamar depan, cuaca disini hujan tapi gerah banget. Oh iya di masing-masing kamar ada kipas angin tapi dikamar utama ada ac juga diruang tamu ada ac nya, tapi harga nginapnya beda jadi 1 juta sayangnya sering turun listriknya, akhirnya kami pilih kipas angin saja dengan 650 ribu.

Curug Cikanteh Sukabumi
Curug Cikanteh

Rencananya besok pagi ingin melihat indahnya sunrise di Panenjoan, pukul 4 pagi diusahakan sudah siap berangkat. Rencana tinggal rencana, mereka tertidur pulas saampai pukul 6 pagi baru pada bangun hadeuh gagal deh liat sunrise nya. Sunset pun kami tidak dapat, mungkin harus kembali lagi kesini. Tapi puas juga sih melihat pemandangan di Panenjoan walau cuaca saat itu mendung. kami pun kembali ke penginapan, lanjut bobo lagi. Agendanya cek out  dari penginapan pukul 1 siang, sampai di rumah saya pun kebali rebahan, anak-anak yang lain ada yang melanjutkan tidurnya dan ada yang masak nasi goreng dan mi goreng untuk sarapan.

Amfiteater Ciletuh
wajib nih foto di pintu masuk Panenjoan

Curug Cimarinjung

Curug Cimaarinjung Ciletuh Pelabuhan Ratu
Curug Cimarinjung

Sebelum kembali ke Jakarta, kami mampir ke Curug Cimarinjung memang sarah dengan jalan pulang dan tidak berapa jauh dari penginapan. HTM disini seikhlasnya dan biaya parkir motor 5 ribu bisa juga kok ditawar kalau rombongan. Disini kamu siap-siap basah ya, karena derasnya air curug, banyak spot-spot photo yang bisa dimanfaatkan. Kalau mau basah-basahan disini juga ada toilet umum dan banyak juga penjaja makanan seperti di curug sodong. Disini pun hanya 1 jam saja untuk hunting photo. Kami melanjutkan perjalanan ke Puncak Dharma. Begitu pula di puncak dharma haanya foto sebentar langsung jalan lagi kembali ke Jakarta. Tidak lupa permen Pindy Susu untuk menemani perjalanan pulang yang lumayan jarak tempuhnya dan kepergian kami diiringi oleh hujan. Sampai ke Jakarta sekitar pukul 1 malam, karena istirahat makan malam, juga di pom bensin Cibadak dan mampir ke teman dari peserta lain. Semoga lain kali bisa ke Geopark lagi bareng keluarga.









Komentar

  1. ya ampuun mak seru banget sih jalan-jalan aja nih. eh tapi gpp jadi banyak tempat yang aku tahu dari matamu hehe

    BalasHapus
  2. tempat ini lagi kekkinian ya, cuma macet ya di arah ke sukabumi itu

    BalasHapus
  3. wah, senengnya ke geopark ciletuh rame-rame touring begitu..murmer lagi patungannya. Btw, akses kalau bawa mobil mudah jugakah Mbak? Itu curugnya bikin mupeng saya :)

    BalasHapus
  4. puas banget yaa lihat pemandangannya, apalagi kalau main air di deket air terjun pasti seru.

    BalasHapus
  5. Curugnya keren-keren ya ... alirannya deras.

    BalasHapus
  6. Mbak Tati, kalo dari Jakarta berangkat pagi gimana ? Oke gak ?

    Kemarin liat kawanku kesana, eh ini liat Mbak Tati. Fotonya bagus semua. Gimana gak kepengen coba

    BalasHapus
  7. Wah saya udah lama ga touring nih, kapan ya bisa lagi

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar setelah selesai membaca.

Postingan populer dari blog ini

Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Lebih Mengenal Arti Rezeki Sebenarnya Di Buku Aplikasi Pencari Rezeki

Secukinumab Dari Novartis Untuk Mengobati Psoriasis