Explore Bali Ala Backpacker #AngkatRansel2018

Trip kali ini ke Bali bareng Blogger Cihuy, dengan penerbangan pukul 22.50 wib. Setiap peserta dikenakan biaya Rp 1.800.000 (untuk tanggal 14 sampai 16 Januari 2018) sudah termasuk tiket pesawat& wisata, penginapan, makan dan transpotasi Founder Blogger Cihuy yaitu Bun Elisa Koraag memberikan kemudahan bagi peserta yaitu dengan menyicil  lewat job yang diberikan pada kami. Tiap kali kami dapat job uangnya ditabung untuk biaya ke Bali, keren ya Bunca (sapaan akrabnya). Jika ingin pulang tanggal 17 harus menambah biaya Rp 350.000 (saya pilih pulang tanggal 19 biar lamaan dikit hehehe).
Foto bersama di Tirta Empul dok. Blogger Cihuy

Pantai Sanur

Hari pertama, tiba di Bali, kami diajak menikmati sunrise di pantai sanur tapi sayang saat itu mendung ..hiks. Sambil menikmati pagi kami sarapan nasi goreng bali yang disediakan oleh panitia. Mau sarapan di Warung Mak Beng, sayangnya belum buka.

Sunrise di pantai Sanur

Setelah sarapan, perjalanan dilanjutkan Desa Wisata Penglipuran. Di Desa Penglipuran , kita bisa menikmati suasana damai, tenang dan masih asri. Penuh ketenangan jauh dari hiruk pikuk kendaraan, dan juga kita dapat membeli pernak-pernik atau oleh-oleh khas Bali dengan harga yang murah. Di sini juga ada minuman yang namanya Cem-Cem yang berbahan dasar daun cem-cem, cabe dan juga membuat segar dan dahaga pun hilang. Setelah puas mengabadikan momen dan belanja oleh-oleh, kami melanjutkan perjalanan ke Ojek's Homestay yang telah dibooking oleh panitia.

Suasana di desa Penglipuran bersih, asri dan damai.

Homestay terletak di daerah Ubud terbilang masih sangat kental dengan bangunan berkarekteristik khas Bali. Kamar yang kami tempati terdiri dua tempat tidur dan kamar mandi diluar. Berhubung sampai homestay pukul 12.30 wita, kami makan siang nasi campur bali yang sudah dipesan, karena baru bisa check in pukul 14.00 wita. Enak juga sih nasi campurnya dengan harga 25 ribu/porsi.

Di Ojek's Homestay memberikan pelayanan seperti hotel-hotel lainnya, free breaksfast dari pukul 07-11 wita. Letaknya memang 100 meter dari jalan raya, jadi mobil yang membawa rombongan berhenti di depan jalan raya. Disini juga ada kamar keluarga atau untuk berdua (tapi kamar mandinya diluar).
Setelah mandi saya pun istirahat, karena memang perjalanan kemarin sangat melelahkan dan juga saya tidak fit sejak di Jakarta. Disarankan jika bepergian selalu sedia obat-obatan untuk berjaga-jaga, walau sedang tidak fit bersyukur aktivitas tidak terganggu.

Pukul 18.30 wita saya pun terbangun, ternyata diluar hujan dan kami belum makan malam. Akhirnya setelah hujan reda, kami sepakat untuk pergi menyusuri sekitar Ubud untuk membeli makanan yang halal untuk makan malam. Setelah beberapa cafe, kedai kami memilih makan di Pawon cafe.
Pawon Cafe menyediakan berbagai macam makanan olahan ayam juga babi. Ketika kami tanya bagaimana pengolahannya, kata pramusaji pengolahan antara ayam dipisah dengan babi (entah benar atau tidak, yang penting baca bismillah aja). Sebenarnya untuk makan malam disediakan oleh panitia, tapi panitia ketiduran dan teman-teman sudah tidak sabaran mungkin efek dari lapar kali ya.

Menu yang saya pilih ayam bakar dan teh hangat, total yang saya bayar 130ribu. Ternyata ayamnya setengah ekor, saya dan mbak Fika tidak habis maka daripada mubazir membuang makanan ayam sisa tadi dibungkus untuk diberikan pada anjing liar disekitar jalan. Sampai di penginapan, kami dibagikan pecel ayam (simpanan kalau lapar lagi maklum jika sedang traveling mudah sekali lapar).

Pasar Sukawati

Hari kedua, di Bali kami mengunjungi pasar Sukawati yang berada di kabupaten Gianyar. Belanja disini sebaiknya kita harus pintar-pintar menawar, biasanya pedagang akan menawarkan harga tinggi. Lengkap memang disini banyak dijual kain bali, lukisan, aksesoris dan baju. Niat awalnya tidak mau belanja, akhirnya tergiur juga saya. Membeli 2 mukena @60 ribu, kaos oblong 35 ribu, cardigan+celana kulot 70ribu dan kain bali 20ribu (saya beli didesa panglipuran).

Meseum Antonio Blanco



Perjalanan dilanjutkan ke Kuta, karena sebagian teman-teman harus pulang ke Jakarta ( sayang ya di Bali cuma satu malam). Mereka ( Mbak Fika, Echi, Maliha dan Endah) turun di pantai Kuta dan kami melanjutkan ke Museum Antonio Blanco. Harga tiket masuk museum Antonio Blanco sekitar Rp 30.000/orang, dan mendapatkan free welcome drink. Luar biasa minumannya yang terbuat dari kembang sepatu diracik sedemikian rupa, hingga menghasilkan rasa yang segar (sayang gak bisa nambah).

Museum yang mulai dibangun pada 28 Desember 1998 di lingkungan kediamannya yang asri itu kini berdiri megah, menyimpan lebih dari 300 karya Antonio dan secara kronologis memperlihatkan pencapaian estetik dari Antonio muda hingga yang paling mutakhir. Secara arsitektural, bangunan museum yang berkesan rococo itu juga menawarkan filosofi dan kearifan Bali.

Foto bersama burung yang ada di meseum Antonio Blanco

Don Antonio Maria Blanco meninggal dunia pada tanggal 10 Desember 1999 di Denpasar, Bali, akibat penyakit jantung dan ginjal yang dideritanya. Ia meninggalkan seorang istri dan empat orang anak: Cempaka, Mario, Orchid dan Mahadewi. Meseum ini dikelola oleh keluarganya dan didalam meseum dilarang mengambil foto.

Setelah lelah berkeliling museum,tukarkan tiket dengan welcome drink dahaga pun hilang dok. Mbak Latifah Edib

Tirta Empul, Tampaksiring Gianyar

Selesai wisata edukasi kami melanjutkan perjalanan ke Tampaksiring untuk mengunjungi Pura Tirta Empul, Tampaksiring-Gianyar yang terkenal dengan air sucinya dimana orang Hindu Bali mencari penyucian. Walau saat itu sedang diguyur hujan, tetapi masyarakat Bali dan wisatawan tetap berkunjung kesana. Bagi masyarakat Bali mereka tetap melakukan ritual suci, sayangnya saya tidak bawa baju ganti jadi tidak mandi deh.

Hari pun sudah malam, sebelum kembali ke Ojek's Homestay kami makan malam dulu di food distrik sekitar Ubud yang tidak jauh dari penginapan. Lumayan juga sih menu yang disediakan ada berbagai macam salah satunya mie goreng, gado-gado, salad, cah kangkung dan masih banyak lagi. Harga disana rata-rata Rp 25000 karena banyak menu yang dipesan (Bunca pesan segala macam sih tapi gak dihabisin daripada mubazir terpaksa saya yang menghabiskan), akhirnya harus membayar Rp 500000.

Pantai Kuta

Hari ketiga, kami check out dari Ojek's Homestay, dan melanjutkan perjalanan ke pantai Kuta. Sebenarnya bimbang juga sih, diperjalanan menuju Kuta antara mau ke Lombok. Sayangnya juga udah kesiangan, tidak terpikir sih semalam mungkin efek badan kurang sehat. Rencananya hari ketiga saya ingin melanjutkan perjalanan ke rumah teman di Gianyar, padahal udah dekat dari penginapan hanya 10 menit. Sempat chatingan juga sih dengan teman yang di Lombok, untuk ke Gili Lombok harus menggunakan speed boat dari Padangbai.

Admin Blogger Cihuy #AngkatRansel2018 di pantai Berawa


Bimbang dan akhirnya ikut rombongan ke Kuta, karena ada sebagian peserta yang akan pulang. Sejujurnya saya kurang bisa mengoptimalkan waktu, dan akhirnya kegiatan hari ketiga ke pantai kuta, makan siang di mc donald, pantai Berawa dan ke penginapan Gentha Wedha tidak jauh dari jalan raya bypass Denpasar.

Foto bareng turis Rusia katanya dia traveling sendiri di pantai Berawa

Hari keempat, pagi-pagi saya melanjutkan perjalanan sendiri ke rumah teman yang berada di Sukawati-Gianyar. Saya menggunakan ojek online Rp 6000 dari penginapan ke Sentral parkir lalu lanjut naik Trans Sarbagita.

Di Bali juga ada bus angkutan umum yang dinamakan Trans Sarbagita, tiketnya hanya Rp 3500 dan ada 17 trayek, jam operasional Trans Sarbagita 06.00-17.00 wita. Untuk menuju rumah Mas Dwi, saya naik jurusan Batu Bulan. Sampai di terminal Batu Bulan saya sarapan dulu di warung Bu Dilla (2014 saya dan keluarga makan disana dan masakannya lumayan murah juga enak). Setelah sarapan, Mas Dwi datang menjemput (duh, ternyata Mas Dwi habis jatuh dari motor dan jari sebelah kirinya luka) jadi tidak bisa jauh-jauh deh explornya.

Water Fall Tegenungan Village

Sampai dirumah Mas Dwi, saya sempatkan ke laundry malas juga pulang bawa baju kotor biasanya saya selalu bawa sabun cuci kali ini lupa bawa dan di Bali sulit sekali mencari sabun cuci sachet. Murah sih laundry kilat hanya Rp 8000/kilo. Setelah itu saya diajak ke Water Fall Tegenungan Village, kurang lebih 10 menit mengendarai motor. Htm Water Fall Tegenungan Rp 15000, untuk menuju air terjun kita harus menuruni beberapa anak tangga (lumayan juga sih jaraknya ke bawah). Di sini ada 2 air terjun, kecil dan besar juga ada air suci.

Foto bareng Mas Dwi di water fall tegenungan

Puas foto-foto kami menuju masjid yang ada di Gianyar, letaknya tidak jauh dari Pasar Senggol (pasar malam) Gianyar. Berbagai macam makanan dijual disini, ada mie ayam bakso, gorengan, buah-buahan, angkringan dengan harga yang terjangkau. Hari itu pun diguyur hujan, dan kami pulang ke rumah Mas Dwi.

Lebih mengenal Bali dengan mengunjungi Museum Bali


Foto di Meseum Bali

Foto di Meseum Bali bangunan timut

Hari kelima, diajak mas Dwi berkunjung ke Meseum Bali. Kata Mas Dwi untuk lebih mengenal Bali sebaiknya mengunjungi Meseum Bali yang lokasinya di Denpasar. Banyak sekali koleksi patung-patung, sesaji, mata uang, senjata, alat tenun dan masih banyak lagi. Mengambarkan kehidupan dan tradisi masyarakat Bali dari jaman ke jaman. Setelah puas berkeliling meseum, traveling explor Bali ditutup dengan wisata kuliner tipak cantok dan rujak bulungan juga es dawet. Sempurna perjalanan kali ini, tapi belum semua ditelurusuri berarti harus kembali lagi ke Bali.


Komentar

  1. Seru banget mbak, perjalanannya ke Bali. Aku belum pernah ke pantai sanur dan museum Bali. Next trip deh :D

    BalasHapus
  2. Asyik bisa jalan jalan pake fee dari job ya. Berasa banget ya dan tak terbilang senengnya.

    Pengen juga ke Bali. Makasih ulasannya ya mbak Tati.

    BalasHapus
  3. ya ampun tu foto terakhir.. yg lain udh siap action, kakak mia masih sibuk pelototin hp. huahahah.. selalu seru deh liat foto2 cihuy ngetrip :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha soalnya dia habis foto bareng duyung cihuy

      Hapus
  4. Kereeen, trims bisa jadi tips tips juga nih ke sana

    BalasHapus
  5. Mupeng lihat postingx mba... serasa pengen ke bali lagi. Sukses ya

    BalasHapus
  6. Jadi kangen minum cem-cem. Asem-asem gimanaa gitu ya

    BalasHapus
  7. Wah, jadi kangen cem-cem. Asem-asem gimanaaa gitu ya

    BalasHapus
  8. Seru banget mba tati traveling nya ke Bali, bagus2 tempat wisata yang dikunjunginya

    BalasHapus
  9. Asik banget ke bali gitu rame2 :) ..udah lamaaaa bgt aku ga ke bali bareng temen ato keluarga. Trakhir thn lalu, tp ama kantor. Ga aku anggab liburan itu mah :p. Pdhl pgn ngeliat museum antonio blanco

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya juga sih ya kalau sama kantor bukan liburan tapi paling enggak bisa memanfaatkan waktu semaksimal mungkin mbak

      Hapus
  10. Wah stik ya jalan2 kenBali. Saya ke Bali bareng istri @Bunda Sitti Rabiah, sehari jelang Galungan dan Kuningan, hari raya orang Bali. Beruntung ada teman wartawan punya homestay di Sanur, jadi gratis nginap selama 4 hari. Setiap hari jalan berdua aja dgn istri, kalau jauh nyewa mobil, kalau dekat nyewa motor. Selama di Sanur malah nyewa sepeda. Seru juga euy...sayangnya belum sempat nulis reportasenya kecuali cuma apload foto ke FB, IG dan video ke Youtube

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bikin iri aja kalau om Nur posting di ig kaya pengantin baru aja

      Hapus
  11. Aaaaaak, ini bagian yang paling bikin ngiri pas ketemu Mas Dwi. I miss him so much. Entah kapan bisa ke Bali buat liat-liat tanaman dia dan sekaligus refreshing. Btw, idenya Buncha keren juga ya? Biaya segitu dicicil dengan job ya nggak kerasa. Udah gitu uang yang didapet lebih berkesan karena jadi bisa jalan-jalan bareng begini. Salut deh!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sayang nya Mas Dwi lagi sakit tangannya jadi gak bisa jauh-jauh ngantar nya.

      Hapus
  12. Sudah lama sekali saya waktu itu ke bali, jadi teringat masa2 liburan di bali juga hehehee

    BalasHapus
  13. Mantaap... Kapan kalo ada trip by job saya boleh ikutan dong... He he

    BalasHapus
  14. seruu.... jadi pengen ke bali lagi :D

    BalasHapus
  15. Saya suka ke desa-desa di Bali yang tertata rapi dan bersih. Suka juga ke Pasar Sukawati, belanja oleh-oleh!

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar setelah selesai membaca.

Postingan populer dari blog ini

Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Lebih Mengenal Arti Rezeki Sebenarnya Di Buku Aplikasi Pencari Rezeki

Secukinumab Dari Novartis Untuk Mengobati Psoriasis