Senin, 09 Oktober 2017

thumbnail

Pendakian Kedua Ku Ke Gunung Sindoro Bersama Starvit

Bersyukur pada Allah swt, karena diberi kesempatan mendaki gunung untuk kedua kalinya. Pendakian kedua ini ke Gunung Sindoro bersama komunitas BPI (Backpaker Indonesia). Sama seperti pendakian sebelumnya ke Gunung Prau.
Foto dari camp sunrise 2423 mdpl


Seperti biasa mepo (meeting point) di RS. UKI Jakarta Timur, berangkat hari Jumat (06/10/2017) pukul 19.00 wib. Sampai di basecamp Kledung pukul 11.00 wib. Setelah selesai makan siang dan tidak lupa sholat dhuhur, kami melanjutkan pendakian pukul 13.00 siang.
Pendakian kali ini memang lebih luar biasa lagi, track nya lumayan menanjak. Untuk menghemat waktu, dari basecamp menuju ke pos pertengahan pos 2 Saya naik ojek. Kami membayar Rp. 20.000.
Basecamp Gunung Sindoro via Kledung

Memang pendakian ini dibutuhkan stamina dan kesehatan yang prima. Sebelum mendaki, sebulan sebelumnya Saya setiap hari disempatkan olahraga ringan sekitar 10 menit. Bahkan ke pasar pun jalan kaki, atau jika ada pekerjaan diluar rumah Saya usahakan berjalan menuju shelter Trans Jakarta atau stasiun. Lumayan lah latihan jalan perhari  kurang lebih 1 kilo.
Tidak hanya exercise saja, Saya juga minum sirup herbal Starvit.

Khasiat dan Kegunaan Starvit yaitu

-membantu menyegarkan badan
-membantu meredakan masuk angin seperti meriang, pegal-pegal, lesu, perut kembung dan mual
-Membantu memelihara kesehatan fungsi hati
Beruntung bawa stok banyak, jadi bisa berbagi dengan teman-teman pendaki lainnya. Oh, iya Starvit bisa dibeli Hypermart, Carefour, Guardian, Diamond, Watsons, dan Boston. Bersyukur banget sebelum mendaki kami minum Starvit, karena sebelum sampai pos 3 pos sunrise turun hujan lebat.
Walaupun kehujanan, kami terhindar dari masuk angin. Sebelum tidur, kami minum Starvit kembali. https://youtu.be/Dfdya3QCPwU

Minum Starvit 1-2 sachet sehari dok. Nany

Sebelum mendaki kami minum Sirup Herbal Starvit Jamu segar berkhasiat yang diperkaya dengan Ektrak Temulawak, Kunyit, Beras Kencur, Jahe & Madu

Jarak antara pertengahan pos 2 (1980 mdpl) lumayan mendaki dan memakan waktu kurang lebih 3 jam. Sampai di pos 3 (2315 mdpl) sekitar pukul 15.30 wib. Sebagian dari peserta yang mendaki belakangan tertimpa hujan. Oh iya, sharecost kali ini 280 ribu sudah termasuk makan 3 kali. Kali ini peserta mencapai 64 orang, jadi panitia menyewa bus.
Peserta dan Porter dok.panitia

Selesai makan malam, kami istirahat karena pukul 03.00 wib harus melanjutkan pendakian kembali menuju puncak Sindoro 3153 mdpl. Sayang Saya tidak bisa sampai ke puncak, karena sedang datang bulan. Bagi perempuan yang sedang datang bulan hanya diperbolehkan mendaki sampai sunrise camp (2423 mdpl). Menurut porter nya, di pos 4 ada terdapat makam dan menjadi tempat petilasan yang disucikan.
Puncak Gunung Sindoro 3153 mdpl dok. Amet_16

Puncak Gunung Sindoro 3153 mdpl dok. Amet_16 (foto disini dilarang ya jangan dicontoh karena bisa membahayakan diri sendiri)

Sempat kecewa juga, pendakian kali ini tidak sampai puncak. Tapi kekecewaan terobati, ternyata pemandangan saat sunrise di sungguh menakjubkan. Foto-foto disini pun sangat indah, di malam hari kita akan disuguhkan lampu-lampu penduduk menyala seakan sedang berbaris. Dari sini pun terlihat Gunung Sumbing. Memang letak Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro bersebrangan. Jika dilihat dari Gunung Prau, kedua gunung itu seperti kembar yaitu terlihat bersebelahan.
Kami yang tidak bisa submit

Menangkap sunrise di sunrise camp 2423mdpl

Setelah puas foto-foto, Saya kembali tidur sambil menunggu peserta lain yang ke puncak dan memulihkan stamina. Pukul 08.30 wib, kami sarapan dahulu sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke basecamp. Waktu turun dari puncak ke pos 1 memakan waktu lebih cepat 1 jam daripada mendaki. Tapi juga harus hati-hati, karena memang track nya adalah bebatuan dan agak licin karena tertimpa hujan kemarin.
Are Batu Longko

Saya sengaja turun duluan, karena ingin cepat-cepat mandi. Sayang nya di basecamp Kledung persediaan airnya terbatas. Tidak ada kamar mandi umum seperti di basecamp Gunung Prau. Lumayan lah tubuh segar kembali walaupun mandi hanya dengan 1 ember tanggung. Itu pun Saya mandi di masjid yang tidak jauh dari basecamp. Memang di basecamp ada disediakan kamar mandi, tapi menurut Saya itu tidak layak dan tidak tersedia air. Seperti nya ini yang harus diperhatikan oleh pengurus.
Setelah semua peserta berkumpul, kami melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta pukul 14.30 wib. Alhamdulillah sampai di Jakarta pukul 02.00 wib pagi.

Naik gunung sebenarnya memang sudah menjadi impian sejak masih remaja dulu, tapi sayangnya baru kali ini diberi kesempatan mendaki. Semuanya tidak ada kata terlambat, tetap harus disyukuri karena Allah masih memberikan kesempatan itu. Bagi Saya, saat mendaki itu langkah demi langkah, perjuangan dan semangat demi mencapai puncak adalah suatu pembelajaran diri. Dimana saat kita harus berjuang dan berusaha membuat diri ini belajar sabar dan ikhlas agar mencapai tujuan.
Jalur pendakian 

Ketika sampai di puncak gunung, kita akan disuguhkan pemandangan indah nan damai. Itu tandanya perjuangan kita tidak sia-sia, membuahkan hasil yang manis pula. Tanpa lupa besyukur dan semakin takjub dengan anugerah yang diberikan. Semakin sadar bahwa kita bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Kesombongan hanya milik Allah swt semata. Semoga semakin kita bersyukur dan intropeksi diri, kita bisa mencapai keikhlasan.
Tags :

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

8 Comments

avatar

Wah asyik ya mendaki bareng teman-teman

Reply Delete
avatar

Wah keren hiking bareng temen-temen. Kalo saya cuma sebatas suka tapi ga pernah hehehe.

Reply Delete
avatar

wah mantap, jd keinget saat masih kuliah suka juga hiking bareng teman

Reply Delete
avatar

ini buat anak-anak juga bisa kah mba? mau kuajak ke bromo

Reply Delete
avatar

Dari dulu pengen banget bisa naik gunung, tapi nggak pernah boleh sama orangtua. Apalagi sekarang udah punya anak...makin gak boleh lagi, hehe.
Tahun lalu pernah ke Sindoro, tapi di lerengnya aja

Reply Delete
avatar

selalu menyenangkan menikmati keindahan di puncak gunung

Reply Delete
avatar

Selalu salut dengan pendaki gunung. semoga suatu saat sy bisa mendaki gunung jg

Reply Delete
avatar

Waaaaw, kagum ama semangatnyaaaa

Tati mungkin ini bisa menginspirasi, waktu di KL aku ketemu sama Syaza Adella Roslan, anaknya imut dan lucu, akun twitternya @syzadel, dia mendaki 1 month 1 mountain

ada beritanya di sini https://www.hmetro.com.my/node/198968

Reply Delete

Tentang Saya

Kebebasan dan ingin menikmati hidup adalah prinsipku. Menulis dan travelling sudah menjadi hobby sejak dulu. Kalau dulu menulis hanya untuk diri sendiri tersimpan rapi di laptop ku, sejak akhir 2015 mengaktifkan lagi blogku, hidup lebih menyenangkan karena bisa berbagi pengalaman lewat tulisan. Semoga bisa bermanfaat bagi siapa pun yang singgah ke blogku. Bagi kamu yang suka travelling dan seputar lifestyle bisa mencari informasi di blog ini. follow sosial media saya Facebook: www.facebook.com/tatisuherman instagram: @tatisuherman twitter: @suhermantati email: tatisuherman2@gmail.com