Rabu, 16 Agustus 2017

thumbnail

Lindungi Kesehatan Anak Demi Menuju Indonesia Emas 2045

Terkadang jadi pertanyaan dalam hati bila melihat tumbuh kembang kedua putriku yang berbeda. "Kenapa Si Kakak bisa kesusul si Dede tubuhnya?" Si Kakak sejak lahir memang terlahir kecil dengan berat badan 3 kg dan panjang 46 cm, sedangkan Dede lahir dengan berat badan 3,5 kg dan panjang 51 cm. Padahal mereka terlahir dengan rahim yang sama. Kendala yang Saya rasakan setiap hamil minggu pertama, memang susah sekali makan nasi bila tidak dipaksakan dan memang tidak suka minum obat-obatan yang diberikan dokter. Setiap bulan Saya rajin periksa ke dokter namun obatnya tidak diminum.

Lindungi Kesehatan buah hati kita sejak dia masih dalam kandungan


Berbeda ketika hamil anak kedua, Saya suka sekali makan dan rajin minum susu untuk Ibu hamil. Obat dari dokter pun saya minum walaupun separuh. Mungkin karena kurang pasokan gizi jadi berbeda pertumbuhannya. Hingga remaja pun putri kedua Saya lebih suka makan otomatis postur tubuhnya pun sangat pesat.

Narasumber


Bertempat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (07/08/2017) didalam press conference menyambut hari Anak Nasional 2017 bertajuk "Pemenuhan Hak Kesehatan Anak untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045, Upaya Promotif dan Preventif Mencegah Masalah Malnutrisi pada anak. Diselenggarakan oleh YAICI (Yayasan AbhiprayabInsan Cendekia Indonesia). Dihadiri oleh Dr. Winny G.W Ketua Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), dr. Rahmat Sentika, Sp.A, MARS, Anggota Satgas Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Eni Gustina, MPH, Direktur Kesehatan Keluarga Indonesia, Kementerian Kesehatan RI.

Anak-anak ber IQ diatas rata-rata 


Pemerintah mendukung program yang bertujuan untuk membangun Anak di Indonesia. Jumlah anak di Indonesia tercatat ada 84 juta Anak Indonesia. Untuk mendukung agar tercipta generasi emas 2045, dibutuhkan awareness dari orangtua terutama Ibu bagian pertama dan utama berkewajiban memerhatikan gizi anak. Biasakan memberi buah dan sayur dan jangan biasakan memberi Anak makanan instan dan junk food. Setidak sebagai orangtua kita harus pintar dan peduli. Buatkan sarapan sebelum mereka beraktivitas dan bawakan bekal untuk disekolah agar pemenuhan gizi tetap terkontrol, meskipun diluar rumah.

Dalam upaya mewujudkan visi besar bangsa, Indonesia Emas 2045, yang merujuk bahwa pada tahun 2045 bangsa Indonesia tepat berusia satu abad. Diharapkan, Indonesia akan mencapai puncak kejayaan serta terbebas dari ancama buruk. Anak-anak yang saat ini berusia 0-9 tahun akan berusia 35-45 tahun ditahun 2045. Mereka inilah generasi emas yang nantinya akan menjadi pemegang pemerintahan dan roda kehidupan di Indonesia. Untuk itu, kesehatan dan tumbuh kembang anak hari ini perlu dipersiapkan guna menghasilkan generasi yang sehat dan produktif. Generasi emas tersebut dapat diwujudkan bila hak anak-anak untuk tumbuh kembangbdengan sehatndan bahagia dapat dipenuhi sejak dini.

dr. Rahmat Sentika, Sp.A, MARS memaparkan masalah gizi dan tumbuh kembang anak. "Masalah asupan gizi anak tidak semata-mata disebabkan oleh faktor ekonomi keluarga melainkan juga kurangnya pengetahuan Ibu. Selama ini kita salah kafrah menganggap SKM (Susu Kental Manis) itu susu padahal itu salah besar, SKM BUKAN SUSU. SKM mengandung 50% gula, 7,5 % protein, 8,5% lemak dan 34% air. Setiap takaran saji 1 gelas = 150 ml air dan 4 sendok makan susu kental manis setara dengan 2 sendok makan gula. Sedangkan anjuran asupan gula harian tidak boleh melebihi dari 25gr perhari.

Dok. Papanpelangi.me


WHO menganjurkan asupan harian bebas gula untuk anak usia 1-3 tahun maksimal 28 gr perhari atau setara dengan 3 sendok makan gula. Anak usia 4-6 tahun maksimal 40gr per hari atau setara dengan 4 sendok makan gula. Maka jika kita memberikan susu kental manis akan beresiko obesitas, diabetes, penyakit jantung dan berpotensi menurunkan produktivitas. Jujur saya baru mengetahuinya sekarang informasi sepenting ini. Memang benar jadi Ibu itu harus bijak dan pintar. Untungnya anak Saya tidak suka susu kaleng sebutan untuk susu kental manis saat itu. Susu kental manis hanya cocok untuk campuran saja seperti pada es campur puding atau yang lainnya.



Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments

Tentang Saya

Kebebasan dan ingin menikmati hidup adalah prinsipku. Menulis dan travelling sudah menjadi hobby sejak dulu. Kalau dulu menulis hanya untuk diri sendiri tersimpan rapi di laptop ku, sejak akhir 2015 mengaktifkan lagi blogku, hidup lebih menyenangkan karena bisa berbagi pengalaman lewat tulisan. Semoga bisa bermanfaat bagi siapa pun yang singgah ke blogku. Bagi kamu yang suka travelling dan seputar lifestyle bisa mencari informasi di blog ini. follow sosial media saya Facebook: www.facebook.com/tatisuherman instagram: @tatisuherman twitter: @suhermantati email: tatisuherman2@gmail.com