Kamis, 25 Mei 2017

thumbnail

Dengan Omron Tekanan Darah Jadi Terkontrol Terhindar Hipertensi

Hipertensi adalah suatu penyakit yang tidak ada gejalanya, dan menjadi pembunuh nomor satu didunia. Namun yang disayangkan kebanyakan dari mereka, tidak menyadarinya. Setelah mengalami gejala serius, seperti sakit kepala atau struk.

Mirisnya lagi Hipertensi bisa menyerang siapa saja dan kapan saja tanpa diawali gejala. Sehat juga belum tentu bebas Hipertensi. Seiringnya waktu dengan bertambahnya umur, maka organ kita pun berkurang fungsinya begitu pula dengan otak. Penderita Hipertensi biasanya terlihat lebih tua.

Di Indonesia 25 persen lanjut usia menderita Hipertensi. Dari usia 60 tahun keatas hanya 13 persen yang sehat.  Agar terhindar dari bahaya Hipertensi ada baiknya  rutin melakukan pengukuran darah dirumah dengan alat yang akurat. Bahaya dari Hipertensi sangat mempengaruhi organ lain dan mengakibatkan penyakit ginjal, diabetes, jantung dan lainnya.

Hipertensi yang tidak terkontrol akan mengganggu banyak fungsi dalam tubuh.

Risiko Hipertensi yang harus diwaspadai


-Berkurangnya aliran darah ke otak
-Membuat penderita lambat bicaranya
-Cepat tua
-Komplikasi penyakit dan lain sebagainya.

Penyebab Hipertensi lainnya masih belum bisa diprediksi, karena 90 persen dengan kasus yang berbeda. Berikut beberapa faktor pemicu Hipertensi yang dapat mempengaruhi peningkatan risiko Hipertensi:

-Usia lanjut diatas 60 tahun
-Gaya hidup
-Konsumsi banyak garam
-Perokok
-Terlalu banyak mengkonsumsi kafein
-Obesitas
-Jarang olahraga
-genetik


Hipertensi dan Ginjal

-Hipertensi: Primer (Essential Hypertension) & Sekunder (sebab lain)

-Hipertensi penyebab terbesar terhadap gagal ginjal di Indonesia

-Hipertensi "The silent killer"

-Hipertensi dengan Penyakit Ginjal Kronik (PGK) berisiko tinggi serangan jantung

-Banyak pilihan obat-obatan tapi perlu pilihan yang tepat dan pilihan obat-obat kombinasi

-Pengobatan harus mencapai target. Tekanan Darah sesuai panduan.

-Pengendalian hipertensi dan faktor resiko yang ada mis gula, lipid, kegemukan, perokok

Omron Healthcare Indonesia dan Indonesian Society of Hypertension Dorong Generasi Milenial Agar Semakin Sadar Akan Bahaya Hipertensi



dari kiri dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, Dr. dr. Yuda Turana, Sp. S, Yoshiaki Nishiyabu


Senin (22/05/2017) bertempat di Hotel Fairmont, dengan pembicara Dr. dr. Yuda Turana SpS,-Ketua Peehimpunan Dokter Hipertensi Indonesia atau IndonesianSociety of Hypertension (InaSH), Yoshiaki Nishiyabu-Marketing Manager PT. Omron Healthcare.
Salah satu upaya mengatasi tingginya prevalensi hipertensi di Indonesia PT Omron Healthcare Indonesia dan Indonesian Society of Hypertension (InaSH) mendorong kaum muda agar lebih meningkatkan kesadaran akan bahaya penyakit hipertensi. Inisiatif ini tercemin dalam partisipasi PT Omron Healthcare Indonesia dalam program mengukur tekanan darah jutaan orang didunia selama program "May Measurement Month 2017" bersama dengan Indonesian Society of Hypertension and International Society of Hypertension. Hal ini sekaligus merupakan upaya mewujudkan cita-cita Omron untuk menghapus penyakit stroke dan serangan jantung dari muka bumi melalui Project Zero.

Omron sudah dibangun oleh Kazuma Tateishi di tahun 1900-1991, sudah tersebar di 130 negara. Masuk ke Indonesia sejak 1992. Dalam rangka May Measurement Month PT Omron Healthcare Indonesia meluncurkan alat pengukur tekanan darah baru HEM-7280T dengan inovasi terbaru. Omr√≤n memiliki cita-cita Project Zero dengan harapan tak ada lagi insiden serangan jantung dan stroke. Sehingga akan terbentuk Generasi Zero, generasi yang peduli dengan kesehatannya, hidup lebih sehat dan berumur lebih panjang. 

Omron mengajak masyarakat bertanggung jawab atas kesehatan diri sendiri dirumah masing-masing dengan menggunakan teknologi pengukuran tekanan darah yang akurat. Teknologi akan mempermudah generasi milenial untuk mengontrol kesehatan mereka secara lebih baik, termasuk memeriksa tekanan darah secara rutin dirumah.

Hipertensi merupakan faktor resiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Oleh karena itu masyarakat, termasuk generasi milenial, perku menyadari akan bahaya hipertensi dan cara pencegahannya, antaralain melakukan pemeriksaan tekanan darah sendiri secara rutin dirumah. Kata Yoshiaki Nishiyabu, Marketing Manager, PT Omron Healthcare Indonesia.

Ada baiknya harus cek tekanan darah terus menerus apalagi yang sudah mengidap hipertensi. Kata Dr. dr. Yuda Turana SpS

Bersyukur hadir diacara ini, saya jadi tahu bagaimana pentingnya memeriksa tekanan darah sacara rutin dirumah. "Sebaiknya memeriksa selama setengah jam sekali pada siang hari dan satu jam sekali pada malam hari. " kata Dr. dr. Tunggul D. Situmorang , Sp. PD-KGH.

Suami saya paling malas diajak periksa kedokter, dengan alasan takut di vonis dengan sebuah penyakit dan nantinya akan menjadi beban pikirannya. Beruntung setelah mempunyai alat pengukur tekanan darah yang akurat Omron, saya bisa memeriksa tekanan darahnya tiga kali sehari.








Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments

Tentang Saya

Kebebasan dan ingin menikmati hidup adalah prinsipku. Menulis dan travelling sudah menjadi hobby sejak dulu. Kalau dulu menulis hanya untuk diri sendiri tersimpan rapi di laptop ku, sejak akhir 2015 mengaktifkan lagi blogku, hidup lebih menyenangkan karena bisa berbagi pengalaman lewat tulisan. Semoga bisa bermanfaat bagi siapa pun yang singgah ke blogku. Bagi kamu yang suka travelling dan seputar lifestyle bisa mencari informasi di blog ini. follow sosial media saya Facebook: www.facebook.com/tatisuherman instagram: @tatisuherman twitter: @suhermantati email: tatisuherman2@gmail.com