Senin, 19 September 2016

thumbnail

CINTA YANG TERPENDAM

                        CINTA YANG TERPENDAM

   Hm.. ga terasa sudah hari berlalu, hari ini hari pertama aku mulai bekerja.  Ku amati diriku dicermin.. "aku cantik juga, tinggi dan body ku juga seksi". Dan aku termasuk "smartgirls".
Ufs.. tapi aku selalu tidak beruntung dalam cinta.


   Sejak masih cinta monyet, aku ingat sekali waktu duduk dibangku sekolas dasar tepatnya kelas 3 aku udah mulai suka pada teman sekelas sampai kelas 6. Sampai disemua buku dan meja belajarku penuh dengan tulisan namanya "Rahul". Untunglah setelah lulus aku mulai lupa. Dan baru sadar benarbkata ibuku dia itu gak ganteng. Aku memang suka bercerita bebas hal apa aja aku bisa cerita ke ibu karena memang ibuku tergolong ibu gaul dan asyik.


   Dan.. kembali terjadi lagi kebiasan ku jatuh cinta diam-diam. Dia anak disekolah menengahku dan memang tidak sekelas tapi aku masih bisa melihatnya disaat istirahat dan pulang sekolah yang sama-sama nunggu jemputan. Diam-diam aku selalu mengamatinya. Putih tinggi ehm ganteng poin 9 "wait.. tapi apa dia juga pintar ya?" Cukup ku simpan dalam pertanyaanku.


   Tak lama ibuku datang menjemputku selang beberapa menit dia pun dijemput kakaknya. Dan langsung aku cerita tentang perasaanku jatuh hati pada pendangan pertama. "Bu.. itu yang Ryan, anak 7 4 ganteng deh.. kontan ibu langsung menyambut

"mana de.." tuh yang motor nya gede. Kontan ibu mengejar motor yang ditumpangi Ryan dan kakaknya. Ibuku memang kadang suka konyol berbuat tidak seseuai umur, semua emanku bilang ibu lo asyik Nti gaul juga di sosmed. Ibu memang tergolong mak-mak yang aktif disosmed dari facebook,twitter,istagram,tumblr,whatsup juga blog.


   Tanpa diduga Ibu teriak memanggil "Ryaaaan" sambil terrtawa aku kagett.. dan malu.. "Ibu mah gitu kan dede jadi malu.  Tapi memang dasar Ibu.
"Benar De ganteng,titip salamnya".
"Tau akh.. pasti besok dede dicengin deh.
Benar-benar ga habis pikir. Tadi aja aku ga usah cerita sama Ibu. Memang aku tahu pasti Ibu nanti begitu, tapi mulut ini kalau ga cerita dan menumpahkan isi hati sama Ibu kaya gimana gitu. Ibu memang sosok orangtua yang enak diajak curhat dan menceritakan apa saja yang kualami diluar rumah,walau kadang komentarnya suka bikin kesal sih.


   Ternyata meleset dugaan ku, sepeti biasa kami menunggu jemputan diluar sekolah supaya langsung jalan tidak perlu parkir penjemputnya. Aku perhatikan si Ryan diam aja dan malah tidak sadar kalau selama ini aku jadi pengagumnya.


   Tak terasa kenaikan kelas tiba dan aku berharap busa sekelas dengan Ryan. Tapi mimpiku tidak jadi nyata karena yang sekelas malah temanku Novi. Selain dengan Ibu aku juga membagi ceritaku dengan teman sebangku ku Novi di kelas 7 5 so dia tau kalau aku naksir Ryan diam-diam selama setahun ini. Sejak kelas 8 aku jarang bertemu dengan Ryan karena dia dapat kelas pagi sedangkan aku siang. Dan jika bisa bertemu dengan nya itu anugerah buatku.


   Waktu pun terus berlalu, tak terasa kenaikan kelas pun tiba masih berharap bisa sekelas lagi dengan nya. Dan kini harapanku terkabul dia sekelas dengan ku. Dan So WHAT.. ternyata dia orangnya cool banget dan cuek selama aku sekelas dengannya seperti nya aku ga pernah ada. Padahal aku aktif disekolah tapi dia ga pernah tau namaku. OMG.. ini cowok memang super Super nyebelin. Pas praktek olahraga kebetulan aku satu grup dengannya. Dengan polosnya dia bertanya "nama lo siapa" ini mahluk... seharusnya aku bahagia bisa dekat dengan nya yang ada malah.. kesal. Bagaimana mungkin kita uda satu kelas selama tiga bulan ini , dia masih ga tau namaku..


   Anehnya lagi kalau sama yang lain dia biasa aja dan selalu mau ngobrol disaat istirahat tapi kalau dengan ku malah sepertinya aku alien dikelas ini. Setiap aku menagih amal di hari jumat dia sama sekali ga pernah lihat mata aku. Apa aku ini nyebelin atau,,, ga penting banget. Kalau menurut Ibuku biasanya dia ada rasa suka juga tapi jaga image atau malu karena memang dia tergolong murid yang biasa saja beda dengan ku, tergolong cerdas karena memang aku selalu juara satu sejak TK. Gak masuk akal juga sih.. pemikiran ibu mungkin terbawa cerita drama korea yang sering ditontonnya.


   Entah kenapa sudah lima hari ini dia absen tanpa surat karena aku yang memegang absen dan juga memang tugasku jika ada salah satu temanku tidak masuk lebih darimtiga hari tnpa keterangan aku wajib melaporkan pada wali kelas karena posisiku dikelas sebagai Bendahara. Dan akhirnya si Ryan diskor tiga hari. Entahlah..


  Kelulusanku pun tiba aku pun mendaftar di SMKN 11 Jakarta yang memang tidak jauh dari rumah cuma satu kilo jaraknya. Aku ambil jurusan Akuntansi. Ha.. pingin buru-buru sekolah. Semoga disekolah baru bisa move on dari Ryan. Selesai juga pengenaln siswa baru. Ada beberapa siswa berasal dari sekolah ku dulu.


   Hari ini panas sekali, aku memilih istirahat hanya dikelas dan juga memang aku membawa bekal dan air minum dari rumah. Ibuku tidak mau kalau aku sampai sembarangan jajan,takut aku sakit karena makanan diluar kadang tidak steril. Dan aku oun menghargai perhatian Ibu yang sejak shubuh sudah sibuk menyiapkan sarapan dan bekalku.


  Sambil menikmati bekal dan mengulang pelajaran tadi, sesekali mataku melihat ke jendela banyak anak-anak yang berlalu lalang ada yang ke kantin,ke perpustakaan dan main bola dilapangan. Dan pandangan ku berhenti pada anak laki-laki yang asyik menggiring bola.. OMG.. itu kan Ryan..??? Ternyata dia sekolah disini. Sia-sia sudah upaya ku untuk melupakannya.
   Bola.. terlempar dekat jendela tempatku memandang, ups..

Ryan dengan setengah berlari mengambil bola dan tanpa sengaja aku bertemu pandang dengannya. OMG.. apa aku tidak mimpi setelah tiga tahun menjadi pengagum rahasianya baru kali ini dia tersenyum padaku. Walau hanya beberapa detik sudah membuatku bahagia.


   Ku putuskan untuk merubahku keputusan ku melupakannya, biarlah waktu yang kan menjawab. Tapi aku tidak ingin seperti dulu berbagi cerita pada temanku. Ahh.. akhirnya bel jam pelajaran terakhir berbunyi. Aku membereskan buku-buku, takut ada yang tertinggal.

 "Ra.. ayo kita pulang..! Sepertinya aku kenal suara itu orang yang memanggil teman sebangku ku.

Astaga.. ternyata Ryan, dan kami kembali bertemu pandang dan dia kembali tersenyum tapi tidak lama dia memalingkan wajahnya pada Ira..

" ayo Ry.. antar aku ke gramedia dulu ya yang dekat pasar baru, aku mau cari buku akuntansi". Kata Ira setengah merajuk.

"Oh oke cantik..kemana aja aku antar deh..Ryan membalas. Kontan campur aduk perasaanku yang beberapa jam tadi happy kini berubah dratis.

"Duluan ya Nti.. Ira pamit membuyarkan lamunanku sejenak.

"Oh,, iya. Aku juga uda selesai nih." Jawabku entah kenapa Ryan mengandeng Ira sambil melirik kearahku.

   Ufh.. hari yang melelahkan, aku pejamkan mata ini sebentar sambil mengumpulkan energiki karena memang banyak pr yang harus dikerjakan.

Nti... Nti... kudengar teriakan ibu dari bawah, ada Ira nih datang..

"Ayo Ira masuk, Nti ada dikamarnya. Kudengar Ibu bicara dengan Ira.

"Ya Bu sbentar, Aku tertidur 2 jam dan belum ganti seragam.

"Nti.. Aku pinjam buku pr mat dong p, baru ingat aku ada pr besok dikumpulkan.

"Oh.. ya udah bentar aku ambil dulu". "Nti lu lagi tidur ya.. stengah teriak Ira karena aku langsung menuju kamarku untuk mengambil buku mat.


  "Nih..Ra, eh Nti gue gak nganggu kan ya? "Gak kok emang udah waktunya mandi sore juga.

 " Ya,, udah yuk Ra..! "AStaga.. ada elo Ryan " aku terkejut "Ya lo masih merem sih.. hahaha.. canda Ira.

"Ya uda kita balik ya Nti, aku pinjam dulu ya". Oke sahutku.
Sekilas ku Lihat wajah Ryan agak cemberut. Entahlah aku gak ngerti kenapa dia.

  Ryan pun sering main kekelas pas istirahat dan pulangnkadang kalau ga guru dia pasti main dikelas kami. Tapi aku sih cuek aja, seperti tidaknterjadi apa-apa. Karena tekadku sudah bulat tidak mau memikirkan itu dulu. Aku ingin mencapai cita-citaku agar dapat kuliah di STAND  yang juga jadi impian Ibuku. Karena dulu Ibuku gagal masuk stand.


   Tak terasa seminggu lagi ujian kelulusan.. aku harus tambah waktu n belajarku. Dan hari-hariku ku isi dengan belajar disekolah aku siapkan 1 jam untuk diperpustakaan sekolah setelah pulang sekolah. Anehnya Aku selalu melihat ada Ryan. Tapi Ryan yang kulihat sekarang beda dengan waktu di SMP sekarang dia terlihat lebih ganteng dan sering gonta ganti cewek. What ever Aku ga peduli.


  Akhirnya selesai juga ujiannya dan aku dapat mewujudkan impian ku dan ibu bisa kuliah di Stand. Dan aku pun fokus dengan pelajatan kuliahku sama sekali tidak tertarik dengan sebuah hubungan karena aku ga mau waktuku yang kupakainuntuk sekolah sia-sia lulus kuliah aku ingin bekerja dulu membahagiakan kesua orangtua yang mempunyai impian travelling dimasa tua mereka.


  And see usaha ku pun tidak sia-sia aku diterima di perusahan bonafit di Jakarta. Dan lebih bahagianya aku diterima sebagai sekretaris C.E.O perusahaan itu. But.. aku ga tau Bos ku itu seperti apa tua atau muda.

"Aduhh.. what time is it , hari pertama ga boleh terlambat nih ".

"Ibuuu.. aku ga sarapan, lagi buru-buru nih takut telat".

" Eh.. makan dulu dikit..!

Ibu memang sedikit memaksa dan wajib hukumnya harus sarapan dan bawa bekal karena memang aku ga boleh salah makan dan kata Ibu masakan dari rumah lebih sehat dan higenis".


   " Ayo.. aaaa buruan buka mulutnya Ibu suapin", biar hemat waktu".

Ya.. nih uda nganga..

" Jangan lupa De bismillah sayang.
Aku pun pamit, Seperti biasa aku selalu menggunakan transpotasi umum Transjakarta kata Ibu jangan beli mobil kalau ga perlu-perlu amat sekarang kan ada grab bike atau grab car jangan nambah kendaraan bikin macet Jakarta aja kasihan kan Bapak Gubernurnya. Memang Ibu sangat peduli dengan keadaan di Jakarta makanya kami sampai sekarang belum punya mobil padahal Bapakku pengen banget beli mobil dari dulu.


   Akhirnya aku sampai dikantor stengah jam lebih awal. Langsung aku menuju ruang hrd untuk melapor dan juga mencari informasi dimana ruangan tempatku bertugas. Nyaman juga ruanganku, akh.. pintu itu tempat bosku bertugas. Tapi kata Hrd Bos ku ternyata belum sampai ke Jakarta dari Australia karena dia pun baru lulus seperti aku dan karena dia anak Bos. Kabarnya Anak Bos orangnya pendiam dan teliti.


   Wajar kalau keadaan kantor begitu kaku. Kadang ada beberapa yang berkasak kusuk. Karena aku orang baru jadi belum ada yang mengajakku bergosip. Tapi ada seseorang yang tadi barengan masuk gedung dan kebetulan kami satu gedung tapi lain divisi. Tinggi,gagah impian semua gadis. Aku pun sempat berpikir. Bahagia sekali bila menjadi kekasihnya. Sesuai namanya Marcel.


    Yes.. istirahat pertama dikantor, tapi aku bawa bekal, sudahlah aku makan disini aja daripada harus berjalan ke kantin. Kan lebih baik disini karena memang banyak tugas yang masih belum selesai.

" Hai.. Nti, kamu ga istirahat? Tiba-tiba Marcel datang keruangan ku.

"Udah nih baru mau makan, sambil aku mengeluarkan bekalku.

"Bawa bekal kamu, hebatnya sempat juga nyiapin bekal".

Makannya di kantin aja yuk sambil ngobrol, disini kan ga enak". Ajak Marcel.

 "Ga akh.. disini aja, lagi banyak tugas nih." Jawabku.

Oke.. besok jangan bawa bekal ya, plis aku mau makan bareng kamu..! Buset dah nih orang baru juga kenal tapi udah maksa dan merintah.


  Ya.. tapi aku ditraktir kan?? Aku balas dia.

 " Tenang aja aku traktir kamu sepuasnya.

"Eh.. nanti pulang nya bareng yukkkkk.

"Ga janji ya Marcellll.. udah akh aku mau makan dulu,kasian nih nasinya..

 "Oke janji ya.. kata Marcel sambil melangkah ke kantin.

Seperti janjinya Marcel menunggu ku ke lobby dan dia langsung membantuku membawa coverbag kotak makan ku.

   Tak teras seminggu sudah aku bekerja dan aku pun kini seperti pasangan kekasih dengan Marcel karena kami setiap hari berangkat dan pulang bekerja bersama karena memang kami searah.

 Tapi sampai satu minggu ini aku belum tau siapa atasanku.. kelakuan ya kalau anak Bos memang suka seenaknya. Beredar kabar sih katanya dia masih kangen-kangenan sama sahabatnya karena memang dia sudah lima tahun tidak bertemu.


   Dan juga sudah lima tahun aku sudah tak mendengar kabar si Ryan. Apakabarnya ya dia sekarang. Ada keinginan ingin bertemu.. aku buka handphone ku karena disana ada foto perpisahan kami dan sengaja ku simpan. Jujur aku masih sedikit menyukainya. Cinta yang diam-diam kusimpan sejak 11 tahun yang lalu.


   Seperti biasa aku dan Marcel datang bersama ke kantor sudah banyak yang bergosip tentang hubungan kami. Memang Marcel pernah menyatakan perasaan nya padaku. Tapi dengan halus ku tolak dengan alasan aku belum mau menjalin kasih dulu. Karena memang aku masih belum melupakan Ryan hingga saat ini. Tapi karena kuisi dengan segala aktifitas jadi aku tidak yerlalu memikirkannya.


   Ternyata pagi ini kami segenap karyawan harus menyambut kedatangan anak pemilik perusahaan tempat kami bekerja. Persis seperti Raja saja. Ada berita baru lagi yang katanya anak bosku itu seorang gay tidak suka pada perempuan yang selalu sinis pada mahluk yang bernama perempuan.


   Datang sebuah mobil mewah tepat didepan pintu loby utama dan karena aku adalah sekretarisnya jadi aku yang menyambut paling depan. Dan aku pun tidak berani mengangkat wajahku ketika pintu mobil terbuka dan terlihat kaki dengan sepatu yang mengkilap melangkah keluar dari mobil. Astaga.. itu kan Ryan.. yang selama ini aku rindukan. Tapi apa benar dia gay sepertinya dulu playboy deh.


   Dan kepala Hrd memperkenalkan ku sebagai sekretarisnya. Dengan tatapan dingin dia memandangku sambil menganggukan kepala tanpa senyum. Hm.. masih sama seperti dulu tampangnya jutek dan cool sih juga dan itu yang bikin aku suka padanya. Tapi akh.. mana mungkin dia gay. Karena memang sering berganti pasangan untuk menutupi aibnya begitulah berita yang beredar. Akh.. sudahlah..


   Yang penting sekarang tugasku melakukan segala perintahnya. Walau kini hatiku menjadi tidak tenang bagaimana bisa kami dipersatukan menjadi rekan kerja. Benar kata pepatah dunia tak selebar daun kelor. Siapa sangka ternyata Ryan anak orang kaya. Dulu dia tudak menonjolkan kalaundia anak orang kaya.


   Tiba-tiba telpon berdering panggilan dari ruangan bos. Membuyarkan lamunanku dan secepat itu jantung berdegup kencang.

" Ya Pak, aku menjawab telponnya.

" ke ruangan saya sekarang, terdengar sebagai perintah. Dari nada suaranya dia kini memang benar-benar cool dan berkharisma. Dengan sigap aku melangkah sepertinya jauh sekali jarak antara ruanganku dengan pintu Bos. Dengan hati-hati kuketuk pintu.


   " Ya masuk.. perintah yang kedua terdengar agak dingin.

"Ya Pak, ada yang bisa saya bantu". Jawabku agak sedikit bergetar karena aku harus berjuang agar tidak mencampur adukan perasaan ini dengan pekerjaan.


   " Tolong atur jadwal saya  untuk besok karena besok saya ingin pergi ke pameran Seni rupa, jadi tolong cancel rapat dengan klien dan juga saya tidak perlu penyambutan kedatangan saya. "Tapi Pak, kami sudah mengatur pesta untuk penyambutan Bapak besok lusa jadi saya pikir tidak ada masalah jika Bapak ingin pergi ke pameran besok". Karena semua nya sudah dibayar pak, jawabku menjelaskan. "Ya sudah saya tidak janji kalau saya akan datang".

   "Tapi Pak??? Ya ampun sikapnya tidak pernah berubah.

   "Ya.. Pak. Jawabku

   "Oke.. kamu silakan lanjutkan pekerjaanmu".


Jujur sesungguhnya aku ingin berbasa-basi dengan nya hanya ingin menanyakan kabarnya selama ini. Tapi dari sikapnya dia seperti orang yang pertama kali kukenal angkuh,dingin dan jutek.


   "Akhirnya..waktu menunjukkan pukul 12.00 , " Hai.. sayang, makan siang dulu yuk,kerjanya nanti lagi aja dilanjutkan ". Marcel menjemputku dan sambil menggandengku.

Bersamaan dengan itu Ryan keluar dari ruangannya. "Haii Ryan, uda mulai bekerja hari ini"? Tanya Marcel spertinya mereka dekat.

" Iya, jawab Ryan singkat. " Makan bareng kami yuk" iih apa apaan sih Marcel ini.

Sambil menggandeng Ryan pun tidak menolak malah dia tersenyum senang. Apa benar gosip itu???

   "Ryan.. gimana kabar lu, baik-baik aja kan apa masih dengan cinta sejati lu?

"Ya.. tapi kayanya dia uda punya kekasih hati Cel,terlambat gua" lagi elu bukan tembak dulu, eh..malah lu tinggal ke Ausi,kan akhirnya disamber orang".

"Biarlah setidaknya dia mendapatkan prianyang lebih baik dan bertanggung jawab dari gue".

"Ya udahlah lu cari aja yang klik sama lu jangan terlalu dibawa perasaan".

  " Eh.. lu sama Nti uda lama pacaran ??" Baru seminggu yang gue nembak dia tapi ditolak karena dia bilang belum mau menjalin hubungan". Jawab Marcel sambil melirik kearahku.

" Ya Nti cerita dong siapa sih sebenarnya kekasih impian lu. Ga mungkin deh kalau lu belum mau pacaran, tanya Marcel kemudian membuatku yang dari tadi main game digadget terhenti.

"Ah enggak memang gue belum mau pacaran dulu. Masih mau bebas. Gue takut nanti kalau gue udah punya pacar diatur-atur." Jawabku sekenanya.

   Lanjut aku main hp lagi. "Ini mana ya pesenan kita kok lom datang sih?? Tiba-tiba Marcel bicara.

  "Nah itu dia datang" sela Ryan

  "Ayo Nti makan dulu, main gadgetnya tunda dulu sayang"!!

  "Kok katanya cuma sahabat tapi kok sayang-sayangan"?? Tiba-tiba Ryan kebingungan

   "Hhhha namanya juga usaha.. kali aja Nti luluh hatinya kalau gue tuh sayang banget sama dia".

"Terserah lo aja Cel"tapi biar waktu yang bicara, tapi kalau gue langsung ngajak merrid lo jangan kaget ya.

" Oh lo maunya ta'aruf Nti oke fine gue harus mempersiapkan segalanya nih kalau gitu.

   " kalian berdua apaan sih??!! Sory gue ada yang lupa dikantor, kalian makan aja duluan. Kata Ryan sambil bangkit dari tempat duduknya,padahal baru satu sendok makanannya dicicipi.

"Eh Ryan,ini makanan lo gimana?? "Gua udah kenyang, Eh Nti 10 menit lagi aku tunggu ya diruanganku"!! "Ya Pak. Jawabku.

"Nti memang masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sekarang?

"Ga tau deh setau gue sih kayanya uda beres deh semuanya tapi ga tau lah namanya juga Bos ya ikutin aja..!

 " Ya uda gue duluan,.. Cel. "Eh.. enak aja ayo bareng"!

  Dengan ragu keketuk pintu Pak Bos.. "tok..tok.. Ya masuk!! Terdengar sahutan dari dalam.

"Ada apa pak, apa ada yang perlu direvisi kembali atau ada jadwal yang tidak sesuai? Tanyaku bimbang, karena ku yakin aku semua sudah mengatur semua jadwal Ryan dengan hati-hati.

   "Ya setelah jam kantor nanti antarkan saya membeli beberapa hadiah untuk klien nanti,apa kamu ada waktu??tanya Ryan kepadaku.

"Oh ya pak saya ada waktu kok"

"Tapi lebih baik sekarang aja,lebih cepat lebih baik saya tidak ingin menundanya lebih lama,karena saya sudah berusaha sabar selama ini".

"Maaf pak, maksud bapak??? Tanyaku bingung dengan jawabannya

"Ya udah kamu siap-siap aja dulu lima menit saya keluar".!!

Oh My God sungguh aku ingin menangis karena sikapnya itu, dia masih aja seenaknya memberikan perintah.

"Yuk Nti kamu udah siap..?? "Udah Pak.

Akupun mengikuti langkahnya menuju lobby dan disana sudah terparkir mobil mewahnya.

"Ayo masuk.. eh kenapa bengong, baru pertamanya dibukakan pintu begini?? Eh, iya pak..eh.. maaf Pak saya bisa kok buka pintu mobik sendiri..

   "Gak apa-apa ini penghargaan saya buat kamu."

Sumpah aku masih bingung dengan kelakuannya. Tanpa banyak bicara ditengah perjalanan akhirnya kami sampai di sebuah mall yang cukup besar di jakarta barat. Pertama kami memasuki showroom gaun pesta dengan harga sebulan gajiku. "Yuk pilih yang menurut kamu bagus untuk kepesta nanti!" Tiba-tiba Ryan menyuruhku memilih, mungkin dia ingin memberikan hadiah pada kekasihnya atau apalah.

   "Ukurannya Pak??sambil menarikku kearah cermin dan dia seperti berpikir.

"Persis seperti kamu, nanti kamu coba aja ya gaun yang terbaru ini. Kata Ryan sambil mengambil gaun yang sudah ada ditangannya.

   Akupun masuk fitting room., Ya Allah aku cantik sekali pas dengan bentuk tubuhku,memang Ryan selain tampan,kaya juga seleranya tinggi. Kemudian aku keluar "Gimana Pak apa ini bagus dan cocok dengan kekasih Bapak"?? Tanpa sengaja aku bicara soal kekasih padahal aku sama sekali tidak tahu kalau ini untuk kekasih atau temannya.

   "Kalau menurut kamu gimana? Ryan balik bertanya padaku

   "Bagus Pak". Jawabku datar

   "Oke.. yang ini aja ya. Kata Ryan kepada pramuniaga.

   "Aku pun melangkah keluar mengikutinya sambil membawa gaun yang sudah terbungkus rapih.

Tiba-tiba dia masuk ketoko perhiasan.

"Selamat sore pak, ada yang bisa kami bantu?? Pramuniaga menyambut kami.

   "Saya ingin mencari cincin modelnya unik dan klasik untuk melamar seorang gadis".

Sungguh seperti terkena hempasan ombak besar tiba-tiba jantung berdetak tidak karuan hampir air mata ini jatuh tapi ku ingatkan diriku kalau aku saja seorang yang memendam cinta ini tanpa Ryan pun tahu,jadi bukan salahnya kalau tiba-tiba dia ingin melamar seorang gadis.

   "Nah ini model yang klasik dan juga unik dengan untaian berlian membentuk rantai ,melambangkan ikatan kasih"
Sejak dari tadi akuntidak berani mendekat pada Ryan, aku hanya melihat model-model perhiasan yang cantik-cantik.

   "Nti menurut kamu gimanabagus gak yang ini.."

   "Bagus pak," Dicoba ini karena jarinya sama seperti kamu" Eh maaf pak, iya saya minta tolong kamu coba pakai ini, dengan cepat Ryan menarik jariku dan memakai cincin indah ini dijariku.

 Sungguh aku tidak kuat menahan sakit hati ini. Dengan cepat aku melepaskan cincin itu dan meminta ijinnya untuk ke toilet sebentar.

  Ya Allah.. aku harus gimana ini kenapa mesti aku yang mengantarnya mencari cincin lamarannya itu. Aku pun tak kuasa menahan air mata ini. Setelah berhasil menenangkan hatiku aku pun melangkah keluar dan disana Ryan sudah berdiri menungguku.

   "Kenapa Nti.. kamu sakit? Ya udah kita pulang aja yuk,lagian aku udah selesai kok".

   "Ah enggak Pak mungkin tadi kebanyakan makan sambel tadi" jawabku berusaha menyembunyikan kegalauanku.

   "Oh.. aku kira kamu sakit.

Iya sakit hatiku Ryannnn teriakku dalam hati

   "Rumah kamu masih yang dulu?? Tanya Ryan

  " Iya.. jawabku malas

   "Nti apakabar mu selama ini??tanya Ryan membuka pembicaraan terus terang aku sedang malas bicara dan aku ingin cepat ampai dikarku menangis sepuasnya.

  "Ryan aku turun dishelter transjakarta aja deh"kataku tiba-tiba.

  "Kenapa memangnya kamu ga mau diantar aku dan lebih enak diantar Marcel ya??

" bukan gitu kok,aku takut nganggu kamu aja,mungkin kamu ada rencana lain. Aku ga mau nganggu aja".

 Alasanku karwna ingin cepat-cepat menjauh darinya.

   "Ga ada kok aku gak punya rencana apa-apa".

   "Ya uda terimakasih kalau gitu"

   " Oke makasih ya.. "eh kamu gak ngajak aku mampir ke rumah kamu,kita kan uda lama ga ketemu."

  "Tapi kan kita ga terlalu dekat juga kita cuma sekilas kenal aja kan Ryn" aku berusaha menghindar.

   "Kan kamu yang jaga jarak dengan aku Nti"

   "Kamu yang sealu menghindariku,padahal aku berusaha ingin lebih akrab. Oke lah kalau kamu ingin tidak di nganggu. Aku pamit ya" Ryan pun berlalu kulihat ada sedikit kekecewaan diwajahnya. Masa bodohlah aku juga ingin sendiri.

  "Nti.. bangun udah jam shubuh ayo cepat nati kesiangan sholatnya"!! Sayup-sayup ku dengar Ibu memanggilku.

Astaga Semalam akunga mandi dan gak sempat ganti baju setelah aku puas menangis mungkin aku langsung tertidur kecapean.

  Seperti biasa Marcel menjemputku. "Nti kemarin kamu pulang duluannya,?? Tanya Marcel

"Ya pas selesai jam makan siang aku mengantar Pak Ryan ke butik dan ke toko perhiasan untuk hadiah kekasihnya.

  "Kekasihnya??? Yang Aku Tau itu dia gak punya pacar atau kekasih sejak dulu karena dia sudah punya gadis yang dia sukai dulu pas pandngan pertama sejak di masih SMP. Dan lagi ku dengar gadis yang dia cintai pun sudah punya kekasih.

 "Gak tahu lah Marcelllll aku cuma pegawai nya aku gak berhak tanya-tanya"  udah akh aku capr lagi malas bahas itu.

   Eh Nti gimana persiapan pesta penyambutan Ryan uda beres semua?? Udah lah tapi katanya Pak Ryan nanti ga janji bisa datang..

mungkin dia ada acara lain yang lebih penting.

  "Oke ya aku duluan Cell"

   "Eh nanti makan siang Bareng ya"

   "Ga janji yaaaa"


   "Yh jangan gitu dong sayang.."

   "SAYANGGG"

Kontan semua mata tertuju padaku tapi aku cuek sambil menuju ruanganku. Memang apa yang kurang dari Marcel dia begitu sempurna kenapa aku ganterima aja cintanya mungkin lambat laun aku bisa melupakan cinta terpendamku pada Ryan.

   "Bismillah semoga hari ini lancar dan aku bisa melupakan kejadian yang kemarin".

Kring..kring.. ehm masih pagi si bos uda manggil.

  "Ya pak ?

"Oh kamu udah datang Nti, kamu udah ga sakit lagi kan? Ga pak saya udah sembuh kok,Terimakasih atas perhatiannya"

" ya udah saya cuma mau menanyakan itu saya khawatir sama kamu".

"Uffs apalagi cobaan ini,aku uda berusaha move on kenapa Ryan membuatku kegeeran lagi.

 Udah lah wajar perhatiaannya itu aku kan bawahannya.

   "Pak bagaimana dengan acara nanti malam apakah Bapak bisa hadir???

"Gak tahu liat aja nanti.

 Eh nanti kamu pulang bareng aku ya, ada yang yang aku tanyain tapi ga sekarang". Terdengar telpon ditutup tanpa ada kesempatan apa yang mau ditanyai. Tuhan jangan Kau buat aku galau lagi Tuhan...

Jam istirahat pun tiba tapi aku sama sekali tidak berselera padahal tadi aku sarapan cuma sedikit.

   "Sayang... yuk lunch dulu nanti kamu sakit loh..

" ga akh Marcel aku lagi ga ada selera makan nih, aku kinta dibelikan jus alpukat aja ya..beibs".

 "Hai.. tadi kamu manggil aku apa BEIBS berarti aku ada harapan ya.." oke deh sayangku..beib beibs mu ini akan membawakan jus alpukat yang paling nikmat seumur hidup kamu.

"Hei Ryan yuk makan siang bareng aku, kamu dengar ga tadi Nti manggil aku apa Beibs guys berarti aku harapan.

   "Gak akh kamu aja makan duluan aku masih banyak pekerjaan" tolak Ryan malas.

   "Yahh aku makan sendirian dong.." its oke Ryan dah sayangku
 Aku cuma tersenyum. Dan tanpa kusadari Ryan melihat tajam kearahku.

   "Kamu menerima cinta si Marcel ya" tanya nya sedikit menyelidik

   "Tidak..tapi aku mau mencobanya..

   "Aku tunggu kamu diruanganku sekarang"

Aku benar-benar bingung dengan sikap Ryan dan apa pedulinya jika aku menerima cinta Marcel. Aku pun mengikuti langkahnya menuju ruangannya.

   Tiba-tiba Ryan berbalik kearah ku dan tanpa kusadari dia langsung memelukku.

   "Nti sebenarnya aku sudah lama memendam rasa ini sejak kita SMP dulu aku mulai suka kamu sejak Ibu kamu berteriak memanggil namaku dan disitu aku lihat wajah polos kamu aku langsung jatuh hati hingga saat ini".

Dengan respon yang masih bingung aku berusaha melepaskan pelukannya.

   "Tapi.. kamu kan sudah punya gadis yang ingin kamu lamar Ryan, jujur aku pun punya rasa yang sama dengan kamu tapi sejak kemarin setelah mengantarkan kamu membeli cincin. Aku ingin melupakan cinta ini walau sudah berkarang dihati ini.

   "Benar aku ingin melamar seorang gadis yang jadi pilihan papa aku Nti, pliss kamu jangan menerima cinta Marcel!!"

   "Dan aku mau kamu memakai gaun ini dipesta penyambutan ku nanti".

Benar-benar aku menangis untuk pertama kali didepn seseorang tapi hati seperti teriris kenala tidak dari dulu Ryan menyatakan cintanya padaku..

   "Nti.. jawab aku.. ini gaun untuk kamu kalau kamu menerima aku sebagai kekasihmu kamu pakai gaun ini tapi kalau memang kamu tidak mau menerima silakan kamu buang atau kamu bakar terserah kamu.Ryan pun berlalu keluar dari ruangan.

   Aku bingung harus memakai gaun ini apa tidak. Jauh dilubuk hati ini aku bahagia sekali karena selama ini ternyata Ryan pun cinta padaku tapi karena tidak ada keberanian dari kami akhirnya terjadilah kesalah pahaman ini.

   Dengan langkah mantap aku memakai gaun yang diberikan Ryan aku ga peduli apakah nanti Ryan menikah dengan orang lain atau siapapun pilihan orangtuanya aku ga peduli yang penting saat iniaku tidak ingin Ryan menjadi salah paham kembali pada perasaanku. Aku hanya ingin dia tahu Cinta yang terpendam ini ditujukan hanya untuknya seorang.

   Ku edarkan pandangan ku disetiap penjuru namun sosok Ryan tidak terlihat olehku. Apakah dia tidak datang ke acara ini tapi mengapa dia menyuruhku memakai gaun ini. Sungguh aku terlihat bodoh.

    "Haii.. kamu hari ini terlihat spesial dan sangat cantik, sayang" kenapa kamu tidak mau aku jemput,kan kita bisa datang bersama Nti"suara Marcel membuyarkan pikiranku.

   "Eh.. kamu juga hari ini beda ganteng sekali.. wah pasti banyak gadis yang melirik kamu tuh.

"Tapi aku tampil begini hanya untuk kamu Nti" kali Marcel serius banget

  "Gimana Nti.. apa kita bisa lebih dari sahabat??

   "Eits.. kalian cukup bersahabat aja dan ga boleh lebih dari itu". kata Ryan datang tiba-tiba sambil tersenyum dan mengenggam erat tanganku.

"Ya kan Nti..??

   "Eh kalian.. sejak kapan kalian.. Nti tolong jelasin dong..

   "Gini nya Marcel sahabatku kamu ingat aku pernah cerita kalau aku naksir cewek sejak di SMP dulu sampai dia dimana pun aku perhatiin dan tanpa dia sadari aku selalu didekatnya dan memperhatikannya. Nah ini dia cewek itu Gladisyanti Dan ternyata dia pun mempunyai perasaan yang sama kaya aku.

   "Tapi kan lo mau dijodohkan sama gadis pilihan orangtua lo Ryan dan kata Nti pun lo udah beli cincin pertunangannya.

Dan belum sempat terjawab pertanyaan Marcel mc pun membuka acara tersebut dan Ryan dipersilakan naik ke panggung.

   "Selamat malam semua keluarga besar Pt. Komunikasi Indonesia yang selama ini telah bekerja keras untuk membangun perusahaan ini hingga menjadi perusahaan terbesar di Indonesia. Saya juga ucapkan terima kasih kepada seseorang yang telah menjaga hatinya selama 11 tahun ini hanya untuk saya". Kontan semua hadirin pun tepuk tangan

   "Dan hari ini adalah hari yang paling berbahagia untuk saya dan papa saya yang telah menjodohkan saya dengan gadis yang tepat. Hari ini saya ingin kalian menjadi saksi atas lamaran dan ungkapan perasaan cinta ini"sambutan dari Ryan

Sungguh.. aku merasa konyol,marah,sedih campur menjadi satu baru semenit yang lalu aku bahagia tapi sekarang aku harus kuat menghadapi segalanya cinta yang baru saja bersambut tapi kini..

   Tanpa sadar tubuhku lunglai lemas hampir aku jatuh kelantai untung Marcel masih disampingku. "Nti.. kamu ga apa-apa kan,sabar ya sayang" Marcel berusaha menenangkanku ga mungkin aku harus menangis disini,ku genggam erat tangan kokoh Marcel. Terdengar Ryan kembali meneruskan kata-katanya.

   "Hari ini saya ingin menjemput dia..

Sambil melangkah turun Ryan menuju ke seorang gadis dan menuntun ke atas panggung. Memang cantik dan agak ke indoan mungkin ada campuran darah orang barat atau apa karena dia tampil sangat cantik,anggun dan tinggi.

   "Marcel.. yuk kita keluar dari sini,aku sedikit lelah ingin mencari udara segar.. ku gandeng lengang Marcel karena kurasakan tubuhku tidak seimbang. Kami menuju taman dekat kolam renang.

   "Nti.. Marcel memelukku sambil berbisik

   "Aku akan selalu sabar dan setia menunggu sampai hatimu menerimaku"aku pun tidak sanggup menjawab hanya semakin jadi tangisanku.

   "Gladisyanti.. kenapa kamu disini dan ngapain kalian berpelukan???

"Ryan kamu tega.. kenapa kamu tega Ryan"

"Marcel melepaskan pelukannya dan langsung memukul Ryan
"Cel apa-apaan ini dia calon istri gua Cel kenapa apa lo belum menerima kenyataan"

"APA CALON ISTRI LO trus yang tadi diatas panggung itu SIAPA HAA"

Aku pun limbung dan jatuh ke kolam renang.
Ku lihat Ryan langsung melompat kekolam renang dan menggapai tubuhku..

"NTIii bangun sayang, aku hanya ingin menikahi mu gadis itu adalah sepupu ku di Ausi..
"kamu bohong Ryannn"

   "Kenapa kamu malah keluar padahal itu salah satu kejutanku untukmu tapi maaf kalau ini malah membuatmu sedih,mau kan kamu menikah dengan aku"

Entah darimana orang-orang sudah berkumpul menyoraki kami

"Mau..Mau...Mau.." sorak mereka

"Ya..Aku mau.. Ryan dan aku pun serasa menjadi orang yang paling bahagia dan ternyata Marcel pun ikut bersandiwara, karena sebelum acara dimulai Marcel telah diberitahu oleh Ryan kalau gadis yang selama ini dia cintai itu adalah aku.

  Terimakasih Tuhan Engkau memberikan anugrah yang paling indah.


Tags :

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments

Tentang Saya

Kebebasan dan ingin menikmati hidup adalah prinsipku. Menulis dan travelling sudah menjadi hobby sejak dulu. Kalau dulu menulis hanya untuk diri sendiri tersimpan rapi di laptop ku, sejak akhir 2015 mengaktifkan lagi blogku, hidup lebih menyenangkan karena bisa berbagi pengalaman lewat tulisan. Semoga bisa bermanfaat bagi siapa pun yang singgah ke blogku. Bagi kamu yang suka travelling dan seputar lifestyle bisa mencari informasi di blog ini. follow sosial media saya Facebook: www.facebook.com/tatisuherman instagram: @tatisuherman twitter: @suhermantati email: tatisuherman2@gmail.com