Kamis, 09 November 2017

thumbnail

Perkokoh Persatuan Untuk Membangun Negeri

Hari ini (09/11/2017) bertempat di gedung serba guna Kominfo diadakan temu nitizen dalam menyambut Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November 2017 dengan dihadiri 3 narasumber Ibu Khofifah Indar Parawansa- Menteri Sosial, Hilmar Farid-Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, Agus Tansil-Ketua Umum Hari Pahlawan. Bertajuk "Pahlawan Kekinian, Mengabdi dan Berkarya untuk Negeri".

Mensos ingin generasi muda mengisi kemerdekaan ini dengan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam forum ini Mensos menjelaskan siapa pun bisa diajukan untuk menyandang gelar pahlawan. Namun semua itu butuh proses harus ada yang mengajukan rekomendasi dari Walikota, lalu Gubernur lalu diusulkan ke Kementerian Sosial. Sifatnya kemensos hanya memfasilitasi. Pengusulan hanya dua kali, bila masih ada kekurangan bisa dilengkapi pada pengusulan berikutnya.


Dijelaskan oleh Mensos untuk memperoleh Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan harua memiliki syarat umum dan syarat khusus, sesuai Pasal 25 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009, syarat umum tersebut terdiri atas:
1. WNI atau seseorang yang berjuang diwilayah yang sekarang menjadi wilayah NKRI
2. Memiliki integritas moral dan keteladanan
3. Berjasa terhadap Bangsa dan Negara
4. Berkelakuan baik
5. Setia dan tidak mengkhianati bangsa dan Negara dan
6. Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat lima tahun.

Jadi nama yang dicantumkan pada jalan namun belum tentu mendapat gelar pahlawan. Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada empat orang anak bangsa yang dinilai berkotribusi besar untuk Indonesia. Masing-masing yaitu
1.TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid tokoh asal Nusa Tenggara Barat
2. Laksamana Malahayati (Keumalahayati) tokoh asal Nanggroe Aceh Darussalam
3. Sultan Mahmud Riayat Syah tokoh asal Kepulauan Riau
4. Lafran Pane tokoh asal Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tema Hari Pahlawan 2017 kali ini afalah untuk memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dirjen IKP Kemkomimfo menegaskan tugas generasi muda saat ini adalah bagaimana memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa. "Seperti diketahui, saat ini persatuan dan kesatuan kita berlangsung sangat dinamis. Salah satunya akibat banyaknya beredar informasi-informasi di media sosial yang berisi hasitan, pemutaran fakta, hoax, dan lainnya,"ujar Niken.
Jika kondisi yang kontra persatuan ini terus dibiarkan, menurut Dirjen IKP, bisa saja mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara. Semua elemen bangsa harus betul-betul bisa memanfaatkan media sosial untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.


Sebenarnya kegiatan penyambutan Hari Pahlawan sudah dilakukan sejak tanggal 13 Agustus 2017 lalu. Rencananya Komimfo akan mengadakan acara yang mengundang para pelajar SMA untuk nonton bareng film tentang kepahlawan. Selain itu dalam acara tersebut juga akan mengundang anak-anak muda yang berjiwa pahlawan,juga akan mengundang komunitas-komunitas blogger.


Generasi muda, menurut Dirjen IKP, bisa meneladani para pahlawan dengan melihat rekam jejak para pahlawan sehingga menginspirasi dan memotivasi untuk lebih banyak berkiprah. Sehingga bisa disebut sebagai "Pahlawan Masa Kini" seperti dengan menggerakkan komunitasnya untuk berbuat lebih dilingkungan sosialnya.
"Komimfo akan menggelar 'Heroes Movement' untuk membangkitkan para generasi muda untuk bergerak dengan terinspirasi dan termotivasi berlandaskan semangat kepahlawanan sehingga berani berkorban untuk orang lain, orang banya. Inilah salah satu bentuk mengaplokasikan nilai-nilai kepahlawanan,"pungkas Niken.


Diyakini bahwa seni dan budaya memiliki kekuatan kekuatan yang tidak terbatas untuk membuka sekat primordialisme demi memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Dari sinilah lahir tema besar hari kepahlawanan kali ini "Estetik Heroik". Mensos menegaskan bahwa bertolak dari keyakinan bahwa nafas kebersatuan dan kebangsaan dapat dikuatkan lewat produk-produk seni dan budaya.


Pada Diskusi Media Forum Merdeka 9, peserta pun diberi kesempatan untuk bertanya pada narasumber. Yang menarik adalah ketika narasumber diberi pertanyaan "siapa sosok pahlawan bagi mereka" bagi Ibu Khofifah sosok pahlawan baginya adalah IBU karenanya membesarkan anak-anak nya seorang diri. Baginya pahlawan yang mengantarkan menjadi tegar adalah Ibu.

Diharapkan besok tepat pukul 08.15 waktu setempat yang sedang beraktivitas maupun sedang dijalan untuk mengheningkan cipta sejenak.

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

1 Comments

avatar

betul semau bisa menjadi pahlawan jaman now ya, sesuai dg kapasitasnya

Reply Delete

Tentang Saya

Kebebasan dan ingin menikmati hidup adalah prinsipku. Menulis dan travelling sudah menjadi hobby sejak dulu. Kalau dulu menulis hanya untuk diri sendiri tersimpan rapi di laptop ku, sejak akhir 2015 mengaktifkan lagi blogku, hidup lebih menyenangkan karena bisa berbagi pengalaman lewat tulisan. Semoga bisa bermanfaat bagi siapa pun yang singgah ke blogku. Bagi kamu yang suka travelling dan seputar lifestyle bisa mencari informasi di blog ini. follow sosial media saya Facebook: www.facebook.com/tatisuherman instagram: @tatisuherman twitter: @suhermantati email: tatisuherman2@gmail.com