Rabu, 08 Maret 2017

thumbnail

Visit Tidore Island-Destinasi Impian Para Traveller

Berkunjung ke Kota Tidore Kepulauan tentunya menjadi impian semua traveller, begitu pula dengan saya. Beruntung saya mendapat undangan untuk menghadiri acara Blogger Gathering dan Launching Lomba Menulis Blog Tidore di Fola Barakati Jl. Leuwinanggung Cikeas No.38 Cibubur (12/2/2017).

           Desa Gurabunga Foto dok twitter Vtidore


Acara ini juga dihadiri oleh Yang Mulia Sultan Tidore-H. Husain Sjah, Walikota Kota Tidore Kepulauan-Ali Ibrahim,Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan-Drs. Asrul Sani Soleiman dan juga dihadiri oleh sesepuh Tidore yang tinggal di Jakarta-Ibu Sarah.


Tulisan ini saya adaptasi dari sambutan para narasumber dan buku " Explore the Exhcanting Tidore"  salah satu usaha saya mengikuti lomba menulis Blog Tidore Untuk Indonesia. Awalnya saya tidak berniat sama sekali mengikuti lomba menulis ini dikarenakan saya belum pernah berkunjung ke Tidore dan peserta lomba adalah kebanyakan dari mereka Blogger Traveller senior menginggat saya masih newbie walau dengan hobi travelling dan menulis. Terimakasih Mbak Katerina sudah memotivasi saya.


Sebenarnya masih kurang pede, tapi saya merasa berkewajiban  sebagai warga negara Indonesia untuk mempromosikan wisata daerah yang ada di Indonesia ini. Menurut saya kamu belum KEREN bila belum menjelajahi pulau yang ada di Indonesia walaupun kamu sudah berkeliling Eropa.
                                      Aku dan Yang Mulia Sultan 
Kota Tidore Kepulauan 

Kota Tidore Kepulauan merupakan salah satu kota peninggalan kerajaan Islam sejak abad ke-7 dan keragaman budaya yang dimiliki dan masih tetap dipertahankan hingga kini. Pada tahun 1512 pulau Tidore pernah diperabutkan oleh bangsa Eropa dan menjadi korban politik adu domba atau Devide Et Empire. Tercatat dalam sejarah Indonesia bahwa daerah ini pernah mengalami jaman keemasan di abad ke-7 SM dimana daerah ini wilayah lautnya terkenal sebagai jalur perdagangan internasional pada masa kerajaan Sriwijaya.

Sejarah Tidore yang dahulu berbentuk Kesultanan tidak lepas dari Letaknya pesisir Laut Maluku dan kekayaan hasil bumi rempah-rempah. Posisi itu pernah menjadikannya salah satu sentra perdagangan di Indonesia Timur. Status sebagai Kota bandar rempah-rempah dimiliki Tidore bersama dengan tiga kerajaan lain, yakni Ternate, Bacan, Jailolo. Keempat kerajaan yang dipimpin seorang sultan itu adalah daya tarik bagi datangnya pedagang rempah-rempah dunia dari Eropa, seperti Potugis, spanyol, dan inggris, maupun Arab serta wilayah Asia lainnya. Kejayaan keempat kesultanan itu sebagai kota bandar, sekaligus " negeri" bumbu masak, masih tetap dikenang sampai sekarang. Kota Tidore Kepulauan adalah wilayah hasil pemekaran dari kabupaten Halmahera Tengah sebagi Kabupaten induk. Pesona Tidore sebagai Produsen cengkeh dan pala masih menancap hingga kini meski tidak sekuat dahulu.

Transpotasi, untuk menuju kecamatan ataundaerah lain di Pulau Halmahera, atau Pulau ternate, penduduk menggunakan kapal motor cepat (speedboat) yang kapasitasnya sekitar 10 orang. Angkutanini lebih disukai, selain faktor jadwal yang lebih banyak, juga kecepatan waktu dan biaya. Jikaa kapal Feri berlayar dua kali seharim speedboat lebih luwes, tergantung penumpang. Waktu yang ditempuh speedboat ini sekitar lima menit dari pelabuhan, dibandingkan dengan kapal feri yang memakan waktu 25-30 menit.


Akses Kota Tidore Kepulauan 

Untuk menuju Pulau Tidore, wisatawan yang berasl dari luar Provinsi Maluku Utara dapat memanfaatkan penerbangan dari kota Ambon, Manado, Makassar, maupun dari Sorong menuju Bandara Sultan Babullah Ternate. Dari Pulau ini, wisatawan kemudian menyebrang menuju Pulau Tidore melalui Pelabuhan Laut Bastiong. Dari Bastiong, wisatawan dapat menggunakan speedboat àtau bisa dengan kapal feri.


Akomodasi dan Fasilitas 

Para pelancong yang singgahnke Pulau Tidore dapat memanfaatkan beberapa hotel dan Losmen dipulau ini untuk menginap. Penginapan-penginapan tersebut pada umumnya terdapat di Jalan Sultan Syaifuddin Tidore. Berbagai makanan khas Tidore juga dapat dinikmati di warung makan yangbterdapat di jalan-jalan utama pulau ini.

Kota Tidore Kepulauan dibentuk berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2003, dengan luas wilayah 13.862,86 Km2 dengan luas laut 4.746 Km2 dan Daratan 9.116,36 Km2. Kota Tidore Kepulauan sebagai bagian dari Provinsi Maluku Utara merupakan hasil pemekaran dari kabupaten Halmahera Tengah, terdiri dari gugusan pulau besar serta empat pulau kecil yan mengelilinginya yaitu pulau Maitara, Mare, Failonga dan Woda dengan pelabuhan Rum sebagai pintu gerbang atau pintu masuk. Letak Geografis memposisikan Kota Tidore dengan Kota Ternate dapat dijangkau dengan menggunakan transpotasi laut yaitu speedboat kurang dari lima menitbatau dengan kapal ferin kurang lebih 10 menit. Sebagian wilayah kecamatan berada dipulau Halmahera termasuk Desa Sofifi  (Ibukota Provinsi Maluku Utara), kedekatan wilayah denagn Ternate sangat memungkinkan daerah ini menjadi jalur perdagangan dan Pelayaran Wisata di Timur Indonesia. Terkait dengan peluang Investasi pada sektor Pariwisata dalam pengembangannya tidak terlepas darinkarakteristik budaya yang dimiliki Kota Tidore Kepulauan yang selalu dijunjung tinggi.

Jumlah Penduduk pada Tahun 2013 sebanyak 143,681 jiwa terdiri dari laki-laki 61.770 jiwa dan perempuan 81.911 jiwa tersebar di delapan kecamatan, 4 kelurahan dan 40 Desa.

Jumlah Wisatawan yang berkunjung ke kota Tidore Kepulauan pada tahun 2015 sebanyak 18347 orang yang yerbagi sebanyak 77 orang untuk wisman dan 18270 orang untuk wisatawan nusantara, termasuk kunjungan Presiden RI Bapak Jokowi ke Kadaton Sultan Tidore dan melakukan sholat jumat di Masjid Sultan Tidore.


WISATA BAHARI

Pantai Ake Suhu             ● Pulau Woda
● Pantai Gamgau.              ● Pulau Joji
● Pantai Failonga.              ● Pulau Guratu
● Pantai Tugulufa.             ● PulaunSibu
● Pantai Cobo.                     ● Pulau Paceda
● Pulau Mare.                      ● Pulau Somahode
● Pulau Tahua.                    ● Pulau Noramake
● Pulau Rum.                       ● Pulau Loko
●Pulau Rum.                        ● Spot Diving
   Balibunga.                            Pulau Maitara
● Pulau Maitara.                 ● Pantai Tanjung
● Pulau Tamong.                    Tongowai
● Pantai Boso-Boso


WISATA ALAM

Mata Air Ake Bai
● Mata Air Goyoba
● Talaga
● Mata Air Luku Celeng
● Taman Rekreasi Cobo
● Mata Air Ake Lada
● Air Terjuan Sigela
● Taman Nasional Aketajawe
● Danau Gurua Marasai


WISATA SEJARAH/ZIARAH


● Keraton Kesultanan              ● Makam al'Habib Umar 
Masjid Sultan                             Foroek
● Dermaga Sultan.                    ● Makam Goya Salawati
● Meseum Sonyingan Malige ● Makam Sultan Muh.Taher
● Benteng Tahula                      ● Makam Doro Doroba
● Benteng Tore                          ● Makam Jou Guru
● Makam Kapita Lau                ● Eks Kantor Gubernur Irian
● Makam Sultan Nuku                Barat
● Makam SultannZainal          ● Bekas kadaton Biji
   Abidin Syah.                               Negara
● Makam Imam Jawa Konora ● Makam Sultan Djamaludin
● Makam Mahdum.                   ● Tugu Pendaratan Spanyol
   Abd.Khadir.                              ● Benteng Ts Tjobe
● Makam Aulia Gamgau.          ● Benteng Maresku
● Makam Sultan Syaifuddin    ● Makam Jere Toroka
   Syah                                           ● Makam Ebemadoe
● Eks Kediaman Gubernur
   Irian Barat


WISATA SENI DAN BUDAYA

● Seni Kerajinan           ● Upacara Legu Dou
   Bambu                         ● Upacara Paca Goya
● Seni Kerajinan.          ● Hari Jadi Tidore
   Gerabah.                      ● Ritual Tobo Safar
● Kadato Gimalaha.      ● Tarian Soya Soya
   Tomayao.                     ● Baramasuwen
● Rumah Adat Tidore  ● Maitara Festifa
● Rumah Adat Soa
   Romtoha Tomayao
● Pandai besi
● Upacara Legu Gam

Seni Kerajinan Bambu


                               Baramasuwen  (Bambu Gila)


WISATA HIKING

Gunung Tidore atau gunung kie matubu merupakan gunung api tidak aktif yang berada di pulau Tidore Maluku Utara. Gunung ini memiliki ketinggian 1730 mdpl lebih tinggi 15 Mdpl dari gunung gamalama di pulau Ternate. Pendakian gunung Tidore dapat dilakukan melalui beberapa jalur, jalur Desa Gurabunga, Desa ladake dan jalur Topo Gunung. Jalur Pendakian yang melewati kali mati dan banyak pepohonan yang berumur ratusan tahun, juga medannya tidak terlalu sulit. Pendakian Melalui Desa Gurabunga memakan waktu 4 jam perjalanan.

WISATA ALAM PULAU WODA

Pulau Woda terletak di wilayah kecamatan Oba, Tidore, Provinsi Maluku Utara saat ini Pulau Woda dikenal sebagai Pulau yang berpenghuni. Namun, pada masa lalu Pulau Woda adalah pulau yang berpenghuni dengan mata pencaharian utama yaitu nelayan. Asal mula penduduk yang menempati pulau ini adalah dari pulau Mare. Di Pulau Woda kita masih bisa melihat sisa-sisa peninggalan dari penduduk Woda ketika menempati pulau tersebut seperti Fola Gau atau rumah Pancing.


Begitu banyak yang dapat kita kunjungi, mungkin satu bulan disana baru bisa puas ya. Jika di pergi berwisata tentunya tidak lupa untuk berwisata kuliner juga ya.

WISATA KULINER

Jajanan Pasar
● Kue Lapis Tidore
● Pisang Coe
● Apang Coe
● Waji
● Kue Asidah
● Roti Coe
● Sagu Kasbi
● Popeda




Di Tidore Kepulauan juga terkenal dengan hasil lautnya ( Ikan Tore, Ikan Ngafi, Ikan Cakalang). Biasanya para pria disana setelah sholat shubuh pergi memancing untuk sarapan dan makan siang lalu barulah mereka berangkat bekerja. Kehidupan di sana tidak sebising dan macet di Jakarta. Makanan  mereka sangat fresh ya, pantas walau tinggal di pulau kecil tapi mereka banyak sekali yang sukses di negeri tetangga bahkan Eropa.


Wahhh Tidore Kepulauan memang destinasi imoian para traveller begitu pula dengan saya. Semoga saya bisa berkunjung ke Tidore Kepulauan karena untuk melengkapi dan mempromosikan pada dunia terutama orang disekitar saya. Begitu indahnya Kota Tidore Kepulauan.

                       Foto dok Twitter Vtidore


Cat. Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Menulis Blog Tidore Untuk Indonesia


                        Foto dok Twitter Vtidore





Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments

Tentang Saya

Kebebasan dan ingin menikmati hidup adalah prinsipku. Menulis dan travelling sudah menjadi hobby sejak dulu. Kalau dulu menulis hanya untuk diri sendiri tersimpan rapi di laptop ku, sejak akhir 2015 mengaktifkan lagi blogku, hidup lebih menyenangkan karena bisa berbagi pengalaman lewat tulisan. Semoga bisa bermanfaat bagi siapa pun yang singgah ke blogku. Bagi kamu yang suka travelling dan seputar lifestyle bisa mencari informasi di blog ini. follow sosial media saya Facebook: www.facebook.com/tatisuherman instagram: @tatisuherman twitter: @suhermantati email: tatisuherman2@gmail.com