Rabu, 15 Maret 2017

thumbnail

Karena Kucing Juga Mahluk Ciptaan Yang Maha Kuasa

Sejak kecil aku suka sekali dengan binatang, terutama kucing. Mungkin karena nenekku juga memelihara kucing. Entah.. kenapa jika melihat kucing dijalanan, ada keinginan ingin memberinya makan.

Suatu hari anakku diberi anak kucing blaster persia kampung. Aku beri nama "Jono", tapi anakku memberinya nama "Yuki" yang artinya "Salju". Tapi karena aku suka dengan nama Jono tetap ku panggil Jono dan anakku memanggilnya Yuki. Jadilah namanya panjangnya Yuki Jono.

Memelihara hewan dirumah sangat memberi hiburan, ada aja tingkah nya yang lucu. Awalnya Yuki datang sangat penakut dia bersembunyi dibawah kolong meja. Mungkin suasana baru masih belum terbiasa. Hari pertama dia bikin ulah pipis ditempat tidurku, tadinya aku mengira suamiku ngompol. Ternyata Yuki yang ngompol, berdosa aku menuduhnya.

Sejak itu bila Yuki sudah mengendus-endus tandanya dia mau buang air. Maka aku langsung membawanya kekamar mandi, membiasakan sejak dini buang air agat tidak sembarangan. Syukur lah Yuki terbiasa kekamar mandi hingga saat ini.

Karena aku suka sekali memberi makan kucing yang datang kerumah, maka tidak heran setiap jam 12 siang, 5 sore dan jika mereka lapar pasti mereka akan diam didepan pintu rumahku. Aku sengaja stok makanan kucing yang basah dan kering.  Setiap pagi ku sisihkan uang lima ribu rupiah untuk membeli ikan tongkol cue, untuk kucing yang kutemui dijalanan.

Kucing juga mahluk ciptaan Yang Maha Kuasa, terkadang ada manusia kejam yang sengaja menyayat tubuh kucing hanya untuk meminum darahnya, konon bila meminum darah kucing afeknya tidak takut pada apapun juga. Padahal kucing adalah peliharaan Nabi, Jika kita tidak sengaja menanbraknya kita harus bertanggung jawab kalau tidak ingin ketulah atau kena akibatnya.

Dulu ada tukang roti langganan hampir setiap sore lewat depan rumah. Entah kenapa sampai setahun tidak berjualan lagi , setelah setahun tiga bulan dia berjualan tapi dengan kaki agak pincang sebelah. Setelah ku tanya ternyata dia tidak sengaja melindas kaki kucing sampai pincang sebelah, tapi dia hanya membiarkannya saja. Selang beberapa hari kemudian, saat dia sedang mangkal dibadan jalan, ada seorang pengendara motor menabraknya hingga kakinya terbentur trotoar. Beruntung kakinya hanya sebelah kiri yang kena.

Walaupun kita tidak mengerti bahasa kucing tapi kucing mengerti apa yang kita bicarakan. Aku sering mengajak bicara kucing peliharaanku , dan dia seolah mengerti dengan mengeluarkan suara "meong" dan mengedipkan matanya.

                                            Yuki dan Belang


KUCING JUGA PUNYA PERASAAN

Yuki juga punya teman kucing kampung yang matanya cacat sebelah namanya Belang (karena warnanya Belang). Oh iya, Yuki itu kucing jantan dan Belang kucing betina. Mereka akhirnya kawin dan Belang pun hamil kemudian beranak tiga, mati satu dan yang dua lagi aku mengurusnya. Kucing aku pun jadi ada 4 ekor dirumah. Mereka aku beri nama Suki dan Beki. Rumahku jadi ramai, dan aku melihat dua anak kucing terlantar tidak ada induknya Popo (1 tahun) Poki (3 bulan), Tapi yah gitu, walaupun mereka sudah kuajari buang air dikamar mandi, tetap saja bila tidak terlihat olehku mereka buang air dimana saja. Terjadilah tragedi itu, suamiku menyuruh mereka tidur diluar kecuali Yuki.

Tepat jam 12 malam, suamiku sepertinya tidak tega juga bermaksud ingin membawa masuk mereka tapi sayang hanya si Poki yang masih ada didepan pintu Popo, Beki dan Suki mereka sudah tidak ada. Esok harinya ada tetangga memberitahuku kalau mereka dibuang ke pasar oleh tetanggaku yang lain.

                                        Yuki,Belang,Suki dan Beki

Langsung Aku mencarinya, cuma ada si Popo lalu kemana perginya Beki dan Suki hingga saat ini aku masih mencarinya. Popo sudah banyak teman dipasar, mau membawanya pun tidak tega karena dia sudah nyaman disana. Setiap pagi Aku memberi makan mereka setelah habis berbelanja. Hari selasa kemarin dengar kabar Popo mati tertabrak mobil. Menyeesal aku tidak membawanya ke rumah 😂😂. Andai saja Aku bawa dia, mungkin tidak begini jadinya.

                                    Belang,Beki,Popo & Suki


                                           Yuki & Poki

Dirumah tinggal Poki dan Yuki saja. Si Belang seakan marah padakum dia tidak lagi main kerumah. Setiap disentuh olehku bahkan sama Yuki pasti marah. Seringkali aku melihat Belang mengeluarkan airmatanya sambil termenung, sedih sekali melihatnya 😢. Ya Allah kemana Suki dan Beki pergi .. kasihan mereka, bagaimana mereka bila lapar dan apakah mereka kehujanan???

Kesedihanku pun bertambah Poki mati, entah keracunan atau apa Aku bingung. Jam tiga pagi Poki masih minta makan dan makannya sangat lahap sekali, tapi tepat jam 7 pagi dia sudah lemas tak berdaya didekat kbawah kulkas tempat tidur favoritnya. Aku pindahkan dia keatas kasurnya yang memang khusus anak-anak kucing tidur. Aku bertanya "Poki kenapa??? Poki hanya meong sekali itupun seperti dipaksakan. Aku tanya lagi "Poki mau mam?" Dia mengangguk tiga kali. Karena Poki lemas Aku suapi dia tapi tidak tertelan. Aku pasrah, Poki seperti sedang menunggu sakratul maut. Dia banyak bicara seperti sedang berwasiat, kami sekeluarga menjaganya, takut Poki mati tidak ketahuan. Jam 10.10 wib Poki meninggalkan kami semua, airmata pun tak terbendung lagi.

                                                       Lucky

Kami kuburkan Poki dekat pasar bersebelahan dengan kuburan Popo. Kami berduka...
Beberapa hari kemudian ada anak kucing mungkin berumur satu bulan ada di Pom bensin Shell jalan Tangerang tepatnya dimana aku gak tahu. Ada teman dari Komunitas Kucing menemukannya,  berhubung dia sudah banyak kucing maka anakku menyanggupi untuk mengambilnya dan mengurusnya. Lucu sekali dia, ku beri nama Lucky, asalnya dia diberi nama Shell oleh orang yang menemukannya karena dia menemukan anak kucing di pom bensin Shell Tangerang. Aku ganti dengan Lucky karena dia beruntung bisa terselamatkan ditengah jalan, demikian pula harapanku pada Suki dan Beki berharap ditemukan oleh orang yang baik hati memberinya makan teratur.



Jadi bagi kalian yang menemukan kucing ditengah jalan tolong tempatkan dia dijalan yang aman, bilas kalian mempunyai makanan tolong sisihkan sedikit untuk mereka. Jangan sakiti mereka..

Tags :

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

Posting Komentar

Tentang Saya

Kebebasan dan ingin menikmati hidup adalah prinsipku. Menulis dan travelling sudah menjadi hobby sejak dulu. Kalau dulu menulis hanya untuk diri sendiri tersimpan rapi di laptop ku, sejak akhir 2015 mengaktifkan lagi blogku, hidup lebih menyenangkan karena bisa berbagi pengalaman lewat tulisan. Semoga bisa bermanfaat bagi siapa pun yang singgah ke blogku. Bagi kamu yang suka travelling dan seputar lifestyle bisa mencari informasi di blog ini. follow sosial media saya Facebook: www.facebook.com/tatisuherman instagram: @tatisuherman twitter: @suhermantati email: tatisuherman2@gmail.com