Tertipu saat Belanja Online

Jaman sekarang adalah jaman yang serba praktis dan mudah. Seperti belanja online bisa berbelanja dan bertransaksi dimana pun dan kapan pun hanya dengan 2 jari dan bebas cara pembayaran yang kita pilih.

Aku pun paling senang belanja online apalagi ada promosi. Tapi kita juga harus teliti sebelum bertransaksi pilih situs belanja online yang mengunakan bank bersama seperti Tokopedia,Elevania,Blibli.com,telunjuk.com, dan masih banyak lagi.

Disini aku mau berbagi pengalaman. Anakku pencinta kpop dan senang sekali beli barang online yang langsung dikirim dari Korea. Untuk menghemat pengeluaran putri bungsuku mencoba bisnis  menjadi resseler barang-barang kpop. Memanfaatkan mesia sosial yang dimilikinya dia pun mulai mempromosikan barang-barang dari beberapa supplier. Media sosial yang digunakannya adalah Line.

Ada 1 supplier yang harganya agak murah sedikit namanya Chubby Supplier dengan nama rekening BCA Tri Gita Rizkia. Beberapa kali oeder dan  transfer tapi barangnya satu pun tidak ada yang belum sampai juga pada costumer. Mereka complain pada anakku. Tapi Chubby Supplier selalu bilang "barang sudah dikirim, slow reepon atau JNE nya tutup.

Karena kesalnya anakku minta di repund semua ordernya dengan total Rp 1.070.000 tetiba Line chatnya dihapus tidak ada kontak yang bisa dihubungi. Aku pun langsung bertindak melaporkan ke Halobca menceritakan kronologis kejadian tanggal dan jumlah yang ditransfer. Untuk melengkapi laporanku ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi yaitu :

- Surat pengajuan pembekuan rekening terlapor dan kronologis diatas materai 6000
- Surat pengajuan pembekuan dari kepolisian terdekat.

Jika dokumen sudah lengkap bisa dikirim lewat email halobca@bca co.id .
Bersyukur pada Allah SWT setelah 3 hari mengirim email, uangku dikembalikan Rp 1.002.000 . Hari berikutnya halobca menelponku memberitahu bahwa pihak BCA sudah memanggil terlapor. Aku pun memberitahu bahwa uangku sudah kembali namun BCA tidak mengetahui karena tidak ada pemberitahuan dari pihak terlapor. Kemungkinan terlapor mensetorkan dana melalui teller. Terlapor tidak bisa transaksi lagi karena memang rekeningnya sudah dibekukan.

Tapi sayang korbannya bukan putriku saja masih ada 14 orang yang lain dan mereka sama usianya pelajar SMP. Uang mereka sampai saat ini belum dikembalikan oleh terlapor.

Itu menjadi pengalaman berharga untuk putri bungsuku.
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan lebih hati-hati lagi dalam bertransaksi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tiroid Bukan Penyakit Menular Namun Bisa Mengakibatkan Kematiaan

Lebih Mengenal Arti Rezeki Sebenarnya Di Buku Aplikasi Pencari Rezeki

Secukinumab Dari Novartis Untuk Mengobati Psoriasis