Rabu, 16 November 2016

thumbnail

HARI ESOK PASTI LEBIH BAIK

Aku seorang ibu rumah tangga, dengan dua orang putri yang kini sudah menginjak usia remaja. Banyak lika liku yang ku hadapi tapi dengan penuh percaya diri, kesabaran dan keikhlasan. Aku yakin hari esok pasti lebih baik, dan segala cobaan juga rintangan adalah evaluasi untuk kenaikan kelas kita. Ternyata benar hasilnya setelah mengikuti quiz kepribadian di www.serioxyl-confidence.com



Aku dilahirkan sebagai putri pertama. Kehidupan pahit pun harus ku alami dan dari sini diuji kesabaranku, sejak bapakku menikah lagi saat itu usia ku menginjak 9 tahun duduk dibangku sekolah dasar kelas 5 karena memang tidak mengenal Taman Kanak-kanak. Bapakku menikah lagi dan ibu juga kedua adikku terlantar. Terpaksa ibuku bekerja sebagai nany selesai bekerja langsung pulang.

Bersyukur bisa tamat SMEA tahun 1995, walau ingin sekali melanjutkan studi ke perguruan tinggi tapi apa daya, situasi dan keuangan tidak memungkinkan. Akhirnya selesai terima ijasah, aku diterima sebagai SPG LOGO KIDS ditugaskan di Galeria Taman Anggrek. Dengan gaji UMR Rp. 5700/hari dan tidak pernah off, teman shifku sampai kesal karena tidak mendapatkan uang lemburan. Memang semangat sekali aku, ingin mendapatkan gaji setiap bulannya.

Setahun bekerja dan baru tiga bulan menjalin hubungan sudah dilamar tahun 1997 menikah. Hingga kini sampai 18 tahun usia pernikahan kami. Dari malam pengantin baru dikamar kontrakan dengan selembar kasur bekas. Tiga bulan menikah,kami sangat bahagia. Bulan selanjutnya kami sering ribut, sampai ada pemikiran ingin menyudahi pernikahan ini. Kembali ku berpikir, aku ga mau gagal seprti kedua orangtuaku. Aku terus bertahan,bersabar dan belajar ikhlas. Bahwa kesabaran pasti akan berbuah manis.

Bersyukur suami dan juga diriku mulai memahami satu sama lain, menerima segala kekurangan masing-masing. Hidup kami berangsur meningkat. Memang cobaan itu datang, bila tidak datang dari dalam tapi juga dari luar.

Ingin membantu suamiku untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,tapi sayang tidak boleh bekerja. Takut anak terlantar, Ku putuskan berdagang kudapan didepan rumah kontrakan. Oh iya, setelah lahir anak pertama dan berumur satu tahun tujuh bulan kami memberanikan diri menyewa rumah tua pertahun Rp1.500.000.

Alhamdulillah modal awal lima belas ribu rupiah bisa berkembang. Yang tadinya cuma jual gorengan,tapi kini jual indomi matang. Sungguh tidak terduga dagamganku laris sehari bisa 40 mangkok. Keuntungan sehari bisa kudapat seratus ribu rupiah plus utuh jatah uang makan sehari-hari empat puliuh ribu rupiah. Semua penghasilan dagangan dan gaji suami ditabung juga investasi di emas dan deposito. Terpakai pelajaranyang kuterima di SMEA Akuntansi dulu. Mengatur keuangan agar balance. Tiga bulan aku mencoba berkeliling setelah merosotnya pendapatanku di warung, tidak putus asa aku mencoba menerima tawaran berdagang yakult keliling yang disebut Yakultlady dibayar dengan sistem komisi.

Selalu memutar otak bila pendapatan sudah menurun, ku coba menjual donat mengambil dipabrik yang kutitipkan dari warung ke warung dengan keuntungan tiga ribu rupiah per box. TIDAK ADA KATA PUAS, MENYERAH DAN PUTUS ASA DALAM HIDUPKU. Kedua adik dan ibuku yang sejak aku menikah sudah bersamaku, membantu. Uang pun terkumpul dan ku coba usaha lain yaitu mencoba berjualan pulsa dan mengkreditkan handphone. Usaha ini sukses ku jalani, aku bisa menyewa kios untuk berjualan pulsa handphone beserta aksesoris juga servis.

Tahun 2009 kami berhasil membeli rumah di Jakarta Barat tepatnya di Jalan Mangga Besar senilai delapan puluh juta rupiah,surat-suratnya aku yang urus sampai balik namaku. Belum sertifikat sih karena masih ada tuan tanahnya.
Cobaan datang, aku tertipu oleh temanku sendiri. Aku terlilit hutang di bank, akibat terlalu percaya pada teman. Dengan rela meminjamkan namaku untuk meminjam sejumlah uang di Bank. Bersamaan dengan itu usaha voucer, yakult dan indomi merosot. Akhirnya terpuruklah aku,setiap hari tidak putus berdoa dan berusaha.

Sambil memutar otak, usaha apalagi agar aku tetap bisa membantu suamiku. Terbuka kesempatan menjadi biro jasa perpanjang SIM/STNK hanya untuk teman-teman dekat saja. Sesekali dapat orderan rumah istilahnya makelar rumah. Lumayan dapat komisi bisa untuk bayar hutang di bank Rp 40.000.000,dan akhirnya suamiku tahu, sisa 6 bulan cicilan senilai Rp 1.800.00 perbulan, dibayar lunas. Itu pengalaman yang berharga dalam hidup, tapi dibalik semua itu ada hikmahnya. Belajar ikhlas dan jujurlah pada pasangan kita sepahit apapun kenyataannya.

Alhamdulillah tahun 2012, dia membayar hutangnya walau sampai saat ini masih tersisa Rp 9.000.000. Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Alhamdulillah rezeki terus mengalir hingga akhirnya kami bisa membeli sebidang tanah seluas 700 meter dan beberapa investasi untuk biaya kuliah kedua putri dan  masa tua kami. Kunci agar pernikahan langgeng dan tetap harmonis adalah Setia dan Saling percaya.

Sekarang aku ingin mencoba berhijab juga menjadi Local Guides dan menulis di blog ,menjadi travel blogger dengan sepenuh hati. Di dunia blogger sepertinya cuma aku yang lulusan SMEA mayoritas dari mereka S1. Tetap semangat dan belajar karena Mencari Ilmu tidak pandang usia dan tempat. Aku Suka Tantangan dan Semangat Belajarku tidak kalah dengan mereka. 





                                ini aku yang belum berhijab


                                keluarga kecilku

"Post ini diikutsertakan dalam Blog Competition Serioxyl X IHB"
www.Indonesiasian-hijabblogger.com






Tags :

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

Posting Komentar

Tentang Saya

Kebebasan dan ingin menikmati hidup adalah prinsipku. Menulis dan travelling sudah menjadi hobby sejak dulu. Kalau dulu menulis hanya untuk diri sendiri tersimpan rapi di laptop ku, sejak akhir 2015 mengaktifkan lagi blogku, hidup lebih menyenangkan karena bisa berbagi pengalaman lewat tulisan. Semoga bisa bermanfaat bagi siapa pun yang singgah ke blogku. Bagi kamu yang suka travelling dan seputar lifestyle bisa mencari informasi di blog ini. follow sosial media saya Facebook: www.facebook.com/tatisuherman instagram: @tatisuherman twitter: @suhermantati email: tatisuherman2@gmail.com